MENCINTAI GURUKU

MENCINTAI GURUKU
Part 59


__ADS_3

Sulastri PoV


Hari ini sudah sekian kalinya aku mendapat kebahagiaan. Yang pertama, aku mendapatkan biasiswa, yang kedua, Mas Bayu mengajakku kepesta, yang ketiga aku dibelikan Gaun yang mahal oleh Mbak Nina. Selain untuk kepesta malam ini, juga sebagai hadiah karna aku mendapatkan juara umum kata Mbak Nina.


Aku pergi bersama Mas Bayu, aku tahu, bahwa Mas Bayu menyukai aku walaupun tidak mengutarakan secara terang terangan.


Akan tetapi aku bisa melihat dari tatapan matanya. Tapi bagiku, Mas Bayu maupun Kak Adnan mereka sudah seperti kakakku sendiri.


Karna di dalam ruang hatiku masih terisi penuh oleh Pak Arman. Mas Bayu membukakan pintu mobil, kemudian kami melangkah memasuki Ruko.


Ruko berbentuk kotak, dari luar tampak biasa saja di lantai bawah buat steam Mobil dan Motor.


Di sudut Ruangan ada tangga naik ke atas, aku mengikuti Mas Bayu dari belakang.


Sampai di atas tampak luar biasa.



Aku duduk di salah satu kursi agak jauh dari para pengunjung sementara Mas Bayu bergegas ingin menemui sang pemilik Cafe. Karna saat ini sedang memotong pita. Sebenarnya Mas Bayu akan membawaku turut serta, tapi aku menolak lebih baik menunggu di sini sambil menunggu pesanan datang.


Riuh tepuk tangan dari para pengunjung, aku mengamati dari kejauhan, ternyata pemotongan pita Cafe Arti sedang di laksanakan.


Aku tidak asing dengan wajah Pria yang sedang memotong pita. Pak Arman? aku mengucek mataku tidak percaya. Benarkah ini Pak Arman?


Aku mencubit pipiku sendiri mimpikah aku? tapi tidak mimpi. Selesai pemotongan pita Mas Bayu berjalan mengajak Pak Arman ke arahku, aku segera berlari menuruni tangga dan memesan taxi onlin karna kalau naik ojol dengan Gaun seperti ini akan sulit.


Setelah Taxi datang aku segera istruksi Pak Sopir agar segera meluncur, saat ini aku belum siap untuk bertemu dengan Pak Arman.


Author PoV


Bayu mengajak Arman supaya berkenalan dengan wanita spesial menurut Bayu. Akan tetapi wanita yang akan di di kenalkan, sudah tidak ada di tempatnya.


Bayu terkejut melihat Lastri tidak ada di tempat.


"Mana cewek lo?" tanya Arman.


Bayu nyengir menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Tadi dia nunggu di sini," dari awal mau gue ajak temui lo, tapi dia menolak. Sesal Bayu.

__ADS_1


"Apa dia ke toilet ya,?" tanya Bayu.


"Coba aku hubungi dia dulu." Bayu merogoh Ponselnya dari sakunya. Segera menghubungi Lastri, tapi hanya operathor yang menjawabnya.


"Gue pulang saja dulu ya Ar..." pikiran gue nggak tenang."


"Ah lo gemanasih?" baru juga sampai" sudah mau pulang aja, kata lo kan dia tinggal di Rumah lo, kenapa nggak coba hubungi yang di Rumah." Gerutu Arman.


"Oh iya...kenapa gue jadi ngebleng ya?" Bayu segera menghubungi mbak Nina.


Ternyata benar Lastri sudah sampai di Rumah.


"Gemana?" Tanya Arman.


"Iya Ar ternyata dia sudah ada di Rumah, kenapa tuh anak pake pulang duluan, padahal tadi bersemangat," ahh! gagal dech kencan pertama. Gerutu Bayu.


"Eh ya udah sih, tidak usah di pikirkan" mendingan kita happy, sekarang pesan saja lo, sepekan ini masih gratis.


"Tadi gue sudah pesan, katanya dia pengen nyoba pastry...ach malah kabur duluan." Bayu sangat kecewa.


" Cafe Arti..kenapa lo kasih Nama itu?" kenapa bukan pakai nama kereen dengan bahasa Inggris? Tanya Bayu.


Sementara Lastri sudah sampai Rumah.


"Loh kok pulang lagi Tri?" ada apa, Bayu kurang ajar sama kamu," sampai kamu pulang duluan?" Cecar Mbak Nina.


"Bukan begitu mbak mau siap siap saja, soalnya besok Trafelnya jemput habis subuh. Lastri beralasan.


"Bener berani Tri kamu pulang sendiri?" di jalanan tuh keras loh." Tanya Mbak Nina hawatir, mbak Nina lupa kalau Lastri pernah menggelandang di jalanan sampai seminggu.


"Insyaallah berani mbak," doakan saja." Jawab Lastri.


"Ini mbak titip buat Ibu kamu ya..kalau bisa, tabungan kamu jangan di otak atik" bukanya kamu punya cita cita nyekolahin adik kamu?" Mbak Nina memberikan amplop.


"Tapi tidak usah repot mbak," saya sudah siapkan buat Ibu kok." lagian Travel PP sudah mbak bayar saya jadi nggak enak." Lastri merasa tidak enak sebab biaya pulang sudah di tanggung Mbak Nina.


"Sudah tidak usah dipikirkan, kamu istirahat gih." titah mbak Nina.


"Kalau gitu saya pamit sekarang mbak, besok takutnya mbak belum bangun." Lastri pamit sebab besok hari sabtu kebiasaan Mbak Nina kalau hari sabtu habis subuh tidur lagi dan bermalas malasan di kasur ( kaya author aja mbak Nina kalau hari sabtu klimpang klimpung di kasur)

__ADS_1


Lastri kemudian ke atas masuk kekamar membayangkan wajah Pak Arman tadi, makin ganteng berwibawa dan sudah menjadi pengusaha. Sejujurnya di hatinya ingin sekali bertemu, tapi nyatanya Arman kini makin sukses membut Lastri Inscure. Makin tidak percaya diri denganya.


"Berarti benar yang di katakan mbak Narsih waktu itu. Pak Armam memang menjemput Mas Bayu.


"Tok tok tok


Ceklek


"Mbak Narsih sudah tidur?" Lastri masuk kekamar Narsih, Narsih kalau malam tidur sendiri sebab Yoga kalau malam tidur dengan Mbak Nina.


"Belum masih baca novel online, ceritanya lagi seru nih, seorang pengasuh menikah dengan majikanya."


"Idih amit amit dech..." mbak Narsih ngarep, terus mau menjadi pelakor gitu?"


"Ya enggalah, Istri bosnya sudah meninggal." Narsih bercerita sambil muka sembab, tadi menangis karna baper membaca novel.


Sedangkan Lastri lebih suka membaca yang berkaitan dengan pelajaran tidak pernah membaca novel.


"Mbak besok aku mau pulang dulu ya..." kangen sama Ibu.


"Berapa Lama kamu di kampung?" tanya Mbak Narsih.


"Seminggu mbak, liburkan dua minggu jadi dari kampung masih bisa istirahat lama". Jawab Lastri.


"Jangan lama lama Tri..." kasihan mbok Sarintem sudah tua, bersih bersihnya kasihan." pesan Narsih.


"Berarti nanti kamu ketemu mantan dong di kampung?" Sloroh Mbak Narsih.


"Nggak! mantanya aja di sini kok" tadi aku ketemu sama dia, tapi aku langsung kabur belum sempai tegur sapa."


" Ketemu dimana?"


"Tadi Mas Bayu ngajak aku jalan menghadiri pembukaan Cafe sahabatnya, dan ternyata" yang buka Cafe itu, Pak Arman mbak." aku jadi minder bertemu sama dia, aku tadi kabur meninggalkan Mas Bayu. Cerita Lastri panjang Lebar.


"Ihh kamu tuh kasihan Mas Bayu loh, kok dibtinggal sih?" Mas Bayu kayaknya suka sama kamu."


Mohon hadianya


Like

__ADS_1


Coment


__ADS_2