MENCINTAI GURUKU

MENCINTAI GURUKU
Part 70


__ADS_3

"Hihihi...Lastri tertawa cekikinkan membekap mulutnya sendiri menatap wajah didepanya.


"Kamu kenapa ketawa sampai begitu?" Arman memutar bola matanya, melirik kanan kiri, mencari anggota tubuhnya, apa ada yang kurang pikirnya. Arman mengibas ngibas baju dan celananya.


"Bapak lucu..." Menjadi penculik tapi amatir. "Masa, pake topi terus pake helm" hihihi lucu dilihatnya. Lastri masih cekikikan.


Arman mematut wajahnya di depan kaca spion, memang benar apa yang dikatakan Lastri. Arman tersenyum tapi biarlah sudah kepalang tanggung. Yang penting bisa cepat membawa Lastri pergi karna hanya hari ini ada libur.


"Ayo naik."


"Mau kemana?"


"Cepat naik, nanti kamu pasti tau." Titah Arman.


Lastri berpikir apa benar yang ia lakukan jika pergi dengan Pak Arman. Setahun lebih tidak bertemu. Arman membuat dirinya agak sedikit ragu. Walau dulu mereka sering pergi bersama dan Lastri tau. Pak Arman bisa melindunginya. Akan tetapi, apakah saat ini masih sama sikapnya? Ah masa bodoh kalau macam - macam tinggal di gibang pikirnya.


"Ayo, kamu meragukan aku?


Lastri terkejut, Arman bisa tau apa yang ia pikirkan. Lastri kemudian menurut mengikuti Arman. Mereka pergi dengan motor Lastri, tentu saja Armam yang membawa motornya. Sedangkan Arman menjemput Lastri hanya memakai ojol. Sepertinya rencana Arman sudah di perhitungkan. Seandainya Arman membawa motor atau mobilnya sendiri tentu Lastri tidak akan mau mengikutinya.


Arman membawa Lastri ke Cafe Arti miliknya. Lastri terlihat biasa saja, sebab waktu itu sudah pernah kesini bersama Mas Bayu. Lastri membuka tasnya dan mengetik pesan untuk Mbak Nina. Walau bagaimana Lastri harus minta izin tidak bisa seenaknya.


"Chating siapa ?" Tanya Arman tiba - tiba sudah ada di belakangannya.


"Memberi tau bos lah kalau saya pergi."


"Kalau nggak ngomong kok kaya kurang sopan gitu." Jawab Lastri.


Arman menggandeng Lastri membawanya ke salah satu meja dan kursi agak jauh dari pengunjung. Anak buah Arman sontak kaget melihat atasanya membawa gadis SMK.


Sampai di salah satu meja, Lastri dikejutkan dengan banyak hidangan kesukaanya. Lastri menutup mulutnya. Arman memberikan seikat mawar merah, putih dan pink dari balik punggungnya. Lastri terperangah ternyata Arman masih ingat apa yang ia suka.


Oohh..Mas Arman...ternyata Mas Armanku dulu belum berubah, masih seperti yang dulu. Ya Allah sungguh aku mencintainya. Ada banyak hal lain yang harus aku lakukan dalam hidupku saat ini tetapi sebaiknya, aku terjebak di sini untuk mengaguminya I love you. Monolog Lastri.


Lastri mengendus mawar pemberian Arman dengan mata terpejam.


"Kamu suka?" Tanya Arman.


"Tentu aku suka?" Tapi dalam rangka apa Pak Arman menyiapkan semua ini ?"


"Dalam rangka merayakan pertemuan kita, setahun lebih aku mencarimu." Arman berkaca kaca.


Arman berjalan menuju jendela menatap keluar.

__ADS_1


"Siang malam kamu membuatku hampir gila mencari ketempat - tempat favorit kita." Mencari kerumahmu tapi keluargamu menutupinya." Mengingat itu Arman menjadi sedih. Flasbach setahun lalu.


"Selama enam bulan aku terkatung katung semangat hidupku sirna," Akhirnya aku putuskan pergi ke Yogyakarta mencari kesibukan dengan melanjutkan kuliah S2." Disana aku membeli rumah, hanya Ayah yang selalu menghibur."


Lartri sedih, mendengar cerita Arman, ternyata bukan hanya dia yang terlunta lunta.


"Selama kuliah aku menyusun rencana, untuk melanjutkan usaha kecil kecilan," Sebenarnya aku hanya ingin membuka Steam mobil dan membuka Cafe, karena modal yang aku miliki hanya cukup untuk itu." Ayah ingin membantu tapi aku menolak." Tapi Ayah tetap kekeh dengan pendirianya ingin membatu." Aku mau terima dengan siarat , Ayah menaman modal." Kemudian Ayah membuka showroom ini."


Arman menceritakan semuanya Lastri terbawa suana ikut sedih tapi juga ingin tertawa. Arman yang dulu suka marah marah dan posesif itu menjadi pria yang cengeng saat ini. Dan berbeda dengan Lastri. Setelah putus dengan Arman dulu menjadi wanita yang kuat tidak ada lagi air mata.


"Sudah, kok jadi cengeng sih." Goda Lastri.


"Iya, kamu yang buat aku jadi cengeng." Hehe mereka terkekeh.


"Ayo di cicipi?" Arman menyiapkan kue kepiring kecil dan menyodorkan ke arah Lastri.


"Mau di suapi?" Sloroh Arman.


"Idih, nggak lah malu, lihat tuh anak buah bapak perhatianya kesini semua." Keluh Lastri.


Lastri mencicipi pisang coklat bertabur keju parut. Tanpa Lastri sadari coklatnya nempel di bibir. Arman segera ambil tisu dan membersihkanya. Lastri tersipu malu di buatnya. Adegan basi di setiap senetron🤣🤣🤣.


"Arti? Pangil Arman.


"Kok kamu sekarang beda?"


"Beda, beda apanya?"


"Darimana kamu bisa mendapat tenaga Tarzan?"


Arman menatap Lastri bingung, pasalnya tadi memukuli dirinya di parkiran tenaganya cukup kuat.


"Ya di Jakarta lah, dimana lagi?"


"Perasaan, Lastri kecilku dulu anak kalem dan cenngeng?" Arman heran.


"Perasaan Pak Armanku dulu, laki laki yang pemarah dan posesif, tapi sekarang jadi laki - laki romantis." Hub, Lastri menutup wajahnya malu, dengan apa yang di katakan barusan.


Arman tersenyum menatap gadis di depanya bisa berubah 80 persen. Lastri yang sekarang lebih berani, lebih agreaif, dan berani bertindak.


"Sudah, dimakan dong," mau sampai kapan kamu menutup wajahmu?" Arman terus tersenyum.


Arman berdiri dari duduk nya dan merogoh sakunya. Arman berputar berdiri di belakang Lastri. Arman membuka kotak menyibak kerudung Lastri.

__ADS_1


"Kiaaa...Bapak mau apa?" Lastri terlonjak, menatap Arman tajam. Lastri pikir Arman mau berbuat tidak senonoh.


Arman menatap wajah Lastri ngeri ngeri sedap, wajah Lastri berubah garang adegan romantisnya menjadi hilang.


"Haiiss..duduk! kamu pikir aku mau apa?"


"Pak Arman mesum kan?" Tatapan Lastri membunuh.


"Kamu tuh yang ngeres."


Lastri menjatuhkan bokongnya di kursi menatap Arman kesal. Kemudian Arman jongkok di depan Lastri memberikan senyum terbaiknya. Membuka kotak merah hati dan memakaikan kalung emas dilehernya. Seketika Lastri menjadi malu ia menatap Arman teduh, bibirnya seolah terkunci tidak mampu bicara. Lastri mengamati liontin tersebut bertuliskan Arti. Wajah Lastri seketika memerah.


"Terimakasih Pak?"


"Jangan panggil pak dong! dulu aja kamu sudah Panggil aku Mas kok." Arman cemberut.


"Iya dech Mas Arman.." Kata kata Lastri manja.


"Maafkan mas ya.." kita mulai dari awal." Lastri menggangguk tidak mampu berucap.


"Dulu, aku pernah mengutarakan cintaku padamu," Tapi kamu telah memutuskan cita itu."Kini aku akan kembali menyambungnya." Kamu cahaya yang mampu menyinari hidupku."Jika tidak ada kamu hidupku akan gelap." Teruslah bersinar menerangi langkahku dan jangan kau buat aku jatuh dalam kegelapan.


I love you..


I love you too."


( Kiaaa...siapa? dulu yang pernah mendapat gombalan seperti ini, hayo?") 🤣🤣🤣


"Pak."


Hening.


"Tuhkan! Pak lagi."


"Oh ya, Mas Arman yang ganteng kaya sekuteng." Izinkan aku pulang karna waktu sudah sore."


"Aku antar ya..."


***Bersambung


Like


Coment***.

__ADS_1


__ADS_2