MENCINTAI GURUKU

MENCINTAI GURUKU
Part 48


__ADS_3

Selesai makan siang Penina mengajak Lastri kembali ke Bank, tapi bukan untuk bekerja hanya untuk mengambil barang barang milik Lastri.


"Ini siapa Nin?" Gibran rekan kerja Nina menunjuk Lastri.


"Adikku, kenapa?" Nina menatap Gibran tidak suka, sebab dari tadi Gibran selalu mengedipkan matanya genit sama lastri.


"Adik ?" sejak kapan lo punya adik cewek?" tanya Gibran.


"Keppo lo" gue cabut ya Bran, semua kerjaan gue sudah selesai."


Gibran tidak menjawab, dia malah mendekati Lastri, bersalaman di lama lamain.


"Plak, heh cowok playboy?" berani gangguen adik gue kena gibang lo?" Nina menepis tangan sahabatnya.


"Elah Nin, lagak lo kaya Wonder Women," sama semut aja lo gak berani kok." Sloroh Gibran.


"Heh...,bukan gue, Wonder Womenya tapi dia?" Nina menunjuk Lastri. Lastri hanya tersenyum melihat kekonyolan dua orang tersebut.Lastri seperti mimpi bertemu orang baik seperti mereka, Ia menepuk nepuk pipinya mudah mudahan ini bukan mimpi. Lastri berguman.


"Ayo, kita pulang," jangan ngladeni playboy macam dia !" Adik gue nih jago bertarung kalau lo macam macam... kiaaa..Nina meninju angin. "Habis lo! Nina menatap Gibran tanjam.


Nina keluar dari ruangan di ikuti Lastri. Gibran masih bengong. Maksutnya apa? tadi bilang jago bertarung, Gibran belum bisa mencerna apa maksut sahabatnya.


Nina menuju parkiran menyalakan mesin Mobilnya, kemudian meluncur pergi bersama Lastri.


"Kamu aslinya dari mana?" tanya Nina di dalam mobil.


"Saya dari Yogyakarta mbak." jawab Lastri.


"Oh kalau saya dari surabaya Tri, Ayah sama Ibu berasal dari sana," sedangkan saya dan adik lahir di Jakarta. Tapi sekarang Ayah sama Ibu pulang kampung " dan menetap di sana." Nina menceritakan asal usulnya.


"Adik saya kuliah di Yogyakarta juga, sudah lulus S1," dan sekarang Kembali lagi ambil S2. Tutur Nina pada lastri. Lastri hanya manggut manggut.


Penina Juliarti dan Bayu Stiaji kakak beradik. Sebelum menikah, Nina dan Bayu Tinggal di pasar Minggu, setelah menikah Nina di boyong suami pindah ke Pasar Rebo.Saat ini Usia Nina 30 th sedangkan Bayu 22 th.

__ADS_1


Sementara Rumah di pasar Minggu saat ini di tempati ART nya. Bila bayu sedang berada di jakarta maka Bayu akan tinggal di situ.


Satu jam kemudian Lastri sampai di kediaman Mbak Nina. Rumah berlantai dua, halaman luas ada taman kecil di depan Rumah samping garasi. Sesuai karakternya waktu di kampung walaupun hanya Rumah gubuk tapi selalu di hiasi dengan tanaman yang Indah. Lastri mengikuti Mbak Nina masuk kedalam Rumah.


Lastri memutar bola matanya menatap sekeliling, Rumah berlantai dua. figura berhias di dinding tertata dengan apik.


"Ayo aku kenalkan sama yang lain," titah Nina pada Lastri.


"Mboook..Nina manggil pembatunya yang bagian masak dan mencuci pakaian.


"Ya Nooon..Mbok Inem keluar dari dapur dengan serbet yang ter sampir di pundaknya.


"Narsih..., kesini sebentar" Nina manggil Babby sitter nya. Nina mempunyai dua asisten, Mbok Inem bagian memasak dan cuci pakaian. Mbok Inem sudah bertahun tahun bekerja di keluarga Nina. Mbok berasal satu kampung dengan Ibunya. Dan bekerja sejak Ina masih bayi.


Sedangkan Narsih berasal dari semarang usianya 35 th janda beranak satu, anaknya di asuh oleh Ibunya dikampung.


" Mbak Narsih.. Mbok Inem.. kenalkan, ini Lastri yang akan membantu Mbok, bersih bersih.


"Lartri...Mbak , Mbok. Lastri memperkenalkan diri. Bersalaman. Pak Dadang suami Nina berasal dari bandung Usianya beda telak 12 th.


Sebenarnya Pak Dadang melarang Istrimya bekerja, tapi Penina tidak mau, Nina ingin Ilmu yang ia pelajari dulu bisa berkembang.


Nina menikah 3 th yang lalu dan di berikan anak Laki laki bernama Yoga.


"Ini kamarmu" kamu istirahat aja," besok baru mulai bekerja. Lastri mengeluarkan baju bajunya dan memisahkan yang kotor kemudian mencucinya. Setelah selesai Lastri kembali kekamar saat ini masih jam 4 sore Lastri kedapur dan membantu Mbok Inem memasak.


Waktu berlalu 3 hari sudah Lastri tinggal di Rumah Mbak Nina. Pagi ini Nina tidak masuk kerja karna mengantar Lastri mendaftar sekolah. Mbak Nina segera menemui pak kepsek.


"Selamat pagi Pak...?


"Pagi Bu...?


"Oh Mbak Nina, ada yang bisa saya bantu Mbak?"

__ADS_1


Mbak Nina mengutarakan maksut dan tujuan. Setelah menimbang nimbang Pak kepsek menyarankan agar Lastri mengikuti tes dan menguji pelajaran yang tertinggal. Waktu di Rumah Tante Sri, Lastri sering mencuri waktu dan membaca buku buku milik Nengrum.


Memang sudah dasarnya anak yang pintar karna Waku SMP selalu peringkat kelas bahkan waktu kls tiga mendapat juara Umum.Lastri mengikuti test semua mata pelajaran dan hasilnya memuaskan.


Tidak tanggung tanggung Mbak Nina mendaftarkan Lastri di sekolah Favorit. Pemilik Yayasan teman akrap Pak Dadang, yang sekolah disini rata rata orang kaya.


Sekolah Al Inayah adalah Yayasan dan di sekolah ini Ada TK SD SMP SMK SMA dan Pondok pesantren.


Ini saatnya Lastri menjalani kehidupan baru.


Ia bertekat tidak akan menyia nyiakan kesempatan. Mbak Nina menganggap Lastri sebagai adik sendiri setiap bertemu Orang memperkenalkan sebagai adik.


Setelah selesai urusan sekolah mbak Nina membawa Lastri ke Toko pakaian mereka akan mebeli sragam.


"Kamu bekerja Mbak Gaji satu juta lima ratus Tri, Untuk sekolah Mbak akan membiayai kamu," dan ongkos tiap Mbak yang tanggung.


"Nggak di gaji nggak apa apa mbak" bisa lanjut sekolah aja saya sudah senang sekali."


"Iis ya nggak bisa begitu Tri" kamu harus Rajin belajar tunjukan pada orang orang," yang sudah tidak bersahabat dengan kamu, Mbak akan selalu dukung kamu."


"Terimakasih Mbak, Alhamdulillah saya bisa bertemu sama Mbak Nina," coba kalau tidak pasti saya akan menjadi gelandangan.


Setelah membeli Sragam dan perlengkapan sekolah, Mbak Nina mengajak Lastri ke Toko Hp dan membelikanya Hp.


"Ya Allah...nggak usah repot Mbak" Lastri merasa tidak enak sebab sudah banyak biaya yang di keluarkan Mbak Nina. Sekolah Al Inayah sekolah mahal, tentu tidak sedikit Mbak Nina mengeluarkan biaya hari ini.


"Sudaah" nggak usah kamu pikirkan, ini kalau mbak hubungi kamu supaya tidak sulit." Lastri menimang Ponsel yang Mbak Nina belikan, merk dan modelnya persis seperti yang Arman belikan.Lagi lagi bayangan Arman muncul di kelopak Matanya.


"Sudah pulang yuk," Mbak Nina menggandeng Lastri tapi sebelum pulang Mbak Nina mengajak Lastri menikmati makan siang di Resto.


*****


Haii..readher" semoga cerita ini menjadi pesan, kita sebagai wanita jangan lemah belajar dan terus belajar. 💪💪💪

__ADS_1


Like


Coment


__ADS_2