MENCINTAI GURUKU

MENCINTAI GURUKU
Part 54


__ADS_3

Lastri turun dari ojeg, menemui Ibu yang kena copet tadi, Ibu itu masih terisak di trotoar, Lastri mendekati Ibu.


"Ini tasnya Ibu.." mudah mudahan isinya masih utuh" saya tidak tau isi tasnya, semoga belum di ambil sama pencopet."


Ibu segera memeriksa isi tasnya, ternyata semuanya masih untuh, Ibu tadi baru dari ATM, padahal uang itu untuk biaya hidup satu bulan.


"Alhamdulillah neng.." masih utuh semua, kalau sampai ilang, mau makan apa coba?" Ya Allah neng..." Ibu benar benar bangga sama kamu." cantik, baik, dan penolong.


"Ibu bisa saja, lebih baik Ibu pulang" lain kali hati hati ya bu." Ibu itu merogoh tasnya dan ambil uang 100 ribu dan di berikan kepada Lastri.


"Ini buat neng jajan ya.." ini sebagai ucapan terimakasih" sama eneng, karna sudah membantu Ibu. titah Ibu itu.


" Eh tidak usah Ibu" saya membantu Ibu ikhlas kok, lebih baik buat kebutuhan Ibu saja.


"Jangan di tolak neng" supaya Ibu lega." paksa Ibu tadi.


"Sekarang gini aja dech.." kalau Ibu memang pengen kasih uang, kasih ke Pak Ojeg aja ya.."


"Oh gitu ya neng! baiklah neng" ini buat Bapak aja.." Ibu itu memberikan uang ke tukang Ojeg. Lastri kasihan, sebab Ia sudah menyita waktunya.


"Sudah, Pak Ojegnya biar pulang aja..."sekarang kamu ikut aku." Tiba tiba Adnan sudah berada di di belakang Lastri. Lastri menoleh kaget kenapa Adnan bisa ada disini.


"Kakak kenapa bisa di sini?" tanya Lastri.


"Lagian kamu bikin orang skor jantung" pake ngelawan perampok lagi?! tapi kereen sih.." Adnan mengacungkan jempolnya.


Bapak ojeg sama Ibu tadi, sudah pulang ketujuan. Tinggal Adnan dan Lastri.


"Ayo naik.." ajak Adnan.


"Tidak usah kak.." tinggal dikit lagi, saya jalan kaki aja."


"Haiis Ayo.." Akhirnya Lastri terpaksa naik . Lalu Adnan mengantar sampai Rumah.


"Stop kak, sudah sampai! Akhirnya Lastri turun dari motor.


"Kamu tinggal disini?" Adnan heran padahal tante Nina setahunya tidak punya adik perempuan sebab Adnan sering main kesini.


"Kenapa kak, kok bengong?" tanya Lastri.


"Ini Rumahnya tante Nina kan?"


"Iya..kakak kenal?"


"Kenal, saya sering kesini, Om Dadang kan teman Papa saya" apalagi kalau ada kak bayu, saya sering menginap disini malah." Lastri hanya mengangguk angguk.


"Sudah ya kak, saya masuk dulu."


"Saya nggak di suruh masuk nih?" tanya Adnan basa basi.

__ADS_1


"Hehe lain kali aja kak, sekarang kakak pulang..." nanti di cariin mamahnya loh." Kata Nenek saya, kalau pulang sekolah langsung kerumah dulu.." supaya Ilmu yang di dapat dari sekolah, tidak tercecer.


Adnan hanya menggeleng, Istilah dari mana, Imu bisa tercecer. Kemudian adnan melanjutkan motornya keruma,nya.


"Assalamu alaikum..,


"Waalaikummussallam..,


"Eh anak Mamah sudah pulang?" Muach..muach.


Begitulah, keluarga Adnan. keluarga yang hangat dan saling menyangi. Adnan segera kekamar menyimpan tasnya, lalu masuk kamar mandi dan bersih bersih.


"Makan dulu sayang..." Mamah masak kesukaan kamu."


"Mamah sudah makan! Adnan menarik kursi di meja makan dan medudukan bokongnya.


"Sudah sih.." tapi Mamah temani." Siti Aisyah Wanita yang lemah lembut, sangat menyayangi putra satu satunya.


"Mah memang tante Nina punya adik perempuan ya?"


"Setau Mamah sih nggak punya, memang kenapa?"


"Tadi Adnan ngantar cewek, tapi cewek itu tinggal dirumah tante Nina, padahal dulu kalau Adnan nginep disana" nggak ada anak perempuan."


"Duduh duuu.." anak Mamah sedang jatuh cinta nih" sudah berani nganterin cewek pulang. Mama heran, selama ini anaknya tidak pernah punya teman wanita.


"Mamah sih nggak apa apa kamu mengenal wanita, tapi harus tau batasanya, dan tidak hanya cantik, yang penting shaleh." chatat!" itu kriteria calon mantu mamah.


"Kamu sudah kenal lama, sama dia?"


"Belum mah baru pede kate, belum tahu, juga sih dia itu seperti apa.." tapi kelihatanya orangnya baik." Terus dia tuh pandai bela diri."


"Bela diri?! berarti dia tomboi dong?"


" Tentu saja nggak lah mah..."dia berhijab Rapi kok, terus tadi dia ngalahin dua preman yang sedang mencopet di lampu merah" Adnan geleng geleng membayangkan Lastri.


"Trus kamu mbantuin dia nggak?"


"Hehe.." nggak, lihat doang." Adnan terkekeh.


"Ach kamu ini, Mamah dulu cinta sama Papah, gara gara Mamah di gangguin preman, trus di tolongin sama Papah..." setelah Itu Mamah jatuh cinta pada pandangan pertama. Lah ini kamu malah nonton, bukanya membantu."


Adnan saling cerita dengan mamahnya.


********


Waktu berlalu, enam bulan sudah anak anak saat ini melaksanakan ujian smester satu, sudah usai. Lastri mendapatkan juara Umum hingga di bebaskan uang spp. sampai enam bulan.


Selama itu pula , Adnan sudah berbagai cara mendekati Lastri, tapi seolah hati Lastri membatu.

__ADS_1


Saat ini Lastri banyak di kenal di sekolah, Ia selalu menjadi pusat perhatian, Ia aktip mengikuti panduan suara, dan kegiatan kegiatan sekolah lainya.


Teman teman Lastri sangat baik. Mereka semua support kegiatan apa pun di sekolah, Sudah beberapa kali Lastri mengikuti perlombaan cerdas cermat antar sekolah. Sudah ada beberapa piala yang Ia genggam. Pernah juga juara fokalis.


Jika ada yang kurangajar, tidak segan segan Lastri memberi pelajaran kepada mereka.


Mereka di buat terbirit birit olehnya.


******


Di pasar rebu tiga orang pemuda sedang meninjau projec pembuatan Ruko.


" Sekarang Kegiatan lo apa Dim?" tanya Arman kepada Dimas.


"Gue bantu bokap mengelola salah satu bengkelnya , sebenarnya gue pengen mencoba sesuatu yang lain, tapi bokap gue nyaranin supaya gue melanjutkan usaha papa.


"Nanti lo nginep dirumah gue kan?" sudah lama loh kita nggak ngobrol panjang lebar". Tanya dimas.


"Biar nginep di rumah gue aja dulu, lagian kan lokasi projecnya dekat dengan Rumah gue." Bayu yang menjawab.


"Lagian Arman hanya seminggu tinggal disini, jawab Bayu.


" Bener juga Dim, apa yang dikatatakan Bayu." timpal Arman.


"Gemana kabar cewek lo, sekarang sekolah dimana?" tanya Dimas.


"Itu dia Dim, gue bingung" sudah cari kemana mana, kata kelurganya tinggal di bekasi, setiap gue minta alamat. Orang tua nya tidak mau memberi, makanya gue pengen buka usaha disini biar lebih mudah untuk mengetahuinya.


"Lalu kenapa dia bisa tinggalin lo?" bukanya lo saling mencintai." tanya Dimas.


"Biasa gue cemburu sama dia, lalu gue nggak kontrol bicara" yang ada kami bertengkar, lalu dia putusin gue."


"Lagian lo.." dia itu cewek yang lembut, tapi lo kalau marah keterlaluan!" sinis Dimas.


Dimas kecewa dia sudah meninggal mereka supaya Arman bisa menyayangi Lastri, dengan tulus, tapi kenyataanya Arman malah menyakitinya.


"Iya gue menyesal, karna gue sudah melukai hatinya.


"Tapi tunggu dulu!" dari mana lo tau!" kalau Lastri lembut?"


"A anu Adik gue." jawab Dimas hugup.


"Ini dari tadi ngomongin siapa sih?" Lastri..." kayaknya, Nama itu familiar." Timpal Bayu, dari tadi bayu hanya menyimak obrolan mereka.


***BERSAMBUNG


Like


Coment***.

__ADS_1


__ADS_2