
"Lastri hebat ya lo!" baru masuk sekolah, sudah di lirik sama Putranya Pak Kepala yayasan," kata Yuyun.
"Iya Wajar lah dia melirik Lastri" soalnya Lastri kan Cantik. Jawab fera.
"Haiiss kalian ini pada ngomong apa sih," sudah lo
mendingan habisin tuh makanan" nanti keburu masuk.
"Lihat tuh memang dia nglihatin terus kok," tau nggak Tri, dia tuh putranya pemilik Yayasan loh, trus banyak banget yang naksir sama dia.
"Ya biarin aja lah Yun, lagian untuk apa kita mikirin orang lain" Aku bisa sekolah aja sudah senang.
"Memang kenapa lo bisa terlambat daftar sekolah Tri?" Tanya Fera.
"Ceritanya panjang, pokoknya kapan kapan gue ceritain dech."
Kriiig...kriiing
"Ayu masuk.., ajak Lastri.
Mereka memasuki kelas jam pelajaran kedua akan segera di mulai. Lastri mempunyai semangat yang baru, pribadi yang baru, Lastri yang cengeng telah hilang, saat ini di kelilingi orang orang yang selalu mendukungnya.
(The roots of education are bitter, but the fruit is sweet)
(Akar dari belajar adalah kepahitan tetapi berbuah kemanisan)
Waktu berlalu jam pulang telah datang, Lastri menuju parkiran memesan Ojol. Ia berdiri menunggu Ojol sambil mengotak atik benda pipih di tanganya.
Lastri tidak menyadari Laki laki tampan sedang memperhatikan wajahnya dari jarak dekat, di balik helmnya. Dia adalah Adnan pria alim itu, tidak berani hanya sekedar untuk menyapatanya.
Tidak lama kemudian Ojol datang, Lastri segera pulang. Adnan bibirnya tersungging menatap kepergian Lastri.
Adnan pria yang kalem, bawaanya selalu tenang dan teduh, banyak kaum hawa yang menyukai dirinya.Akan tetapi selama ini Adnan tidak pernah menanggapinya.
Iima belas menit kemudian Lastri sudah sampai rumah. Ganti baju, perut terasa keroncongan Ia segera ke dapur.
"Eh sudah pulang Tri?" sapa mbok Sarintem.
" Makan dulu gih...,kamu pasti lapar kan?"
"Iya, Mbok tau aja," mbok sudah makan belum?" Lastri balik tanya.
"Mbok sudah makan tadi, barengan sama Narsih mumpung Yoga lagi tidur." Jawab mbok. Lastri menikmati makan siang duduk di lantai menemani mbok yang sedang menggosok.
"Mbok, Mbak Penina orangnya baik ya?"
"Iya Tri, Non Penina memang orangnya baik, penyayang, Mbok sudah 25 th bekerja di rumah Nyonya. Setelah Non Nina menikah, Mbok di bawa kesini.
"Oh lama juga ya, mbok bekerja disini?"
__ADS_1
"Iya, dulu mbok pengasuh Non Nina ketika masih bayi..sampai besar dan Non Nina punya adik, Mbok lanjut ngasuh Bayu.
"Bayu mbok namanya?" Lastri mengingat ingat perasaan pernah kenal sama Bayu tapi entah dimana. Tapi Lastri nggak mau pusing Nama Bayu banyak dimana mana.
"Iya Bayu, dia anaknya baik sayang sama mbok, tapi sekarang tinggal di Yogyakarta.
"Iya Mbok ,Mbak Nina sudah cerita sama Lastri. selesai makan Lastri kelantai atas, waktu masih jam dua, dia akan Istirahat nanti jam tiga baru mulai beres beres.
Lastri merebahkan tubuhnya di kasur, pikiranya traveling, kehidupanya seperti senetron di Indosiar, tapi kini dia senang. Allah telah mengirimkan malaikat pelindung seperti Mbak Nina, Lastri mengamati foto Arman sekarang Ia jadikan Wallpaper akhirnya terlelap.
"Mas ...ini buat aku..? Arman menyodorkan Mawar merah dan mengendusnya dengan mata terpejam.
"Iyaa sayaaang..kamu suka?" Arman membelai Rambut Lastri yang tertutup jilbab.
"Iya Maas.. aku suka, gitu doong..sekali sekali romantis." hehe. Lastri memberikan senyum terindahnya.
"Kalau kamu suka, aku akan membeli semua bunga di taman ini, dan kamu bisa memetik setiap hari.
"Iihh..Mas, nggombal dech..,Lastri menatap Arman manja.
Arman mendekat jongkok di depan kekasihnya.
"Setiap kali aku melihatmu, aku jatuh cinta padamu..., hanya ada dua, waktu aku ingin bersamamu...,aku mencintaimu bukan karna siapa kamu...,Untukmu, semoga jarak membuat kita dekat..., karna aku selalu merindukanmu..., bukan justru menjauh karna kita di pisahkan jarak..Artiii..I love you..
"Maass..
Lastri terbangun Ia melihat sekeliling, ahhh rupanya aku bermimpi, aaahhh Mas Arman..aku kangeen..
"Mbak Narsih," kamarnya aku bersihkan dulu ya.Lastri menjembil pipi Yoga.
"Iiihh guemeees...lucu banget aku jadi ingat adik di kampung."
"Kamu masih punya adik kecil Tri ?" Tanya Narsih.
"Masih mbak, tiga malah," yang paling kecil baru 10 bulan."
"Kamu anak pertama ya Tri?" Tanya Narsih.
"Aku anak ketiga mbak.. kakakku ada dua, Kakak pertamaku sayaaang... banget sama aku.., kalau yang kedua suka jail," tapi kalau aku nggak ada suka di cari. Lastri ingat keluarganya matanya berkaca kaca.
"Waah...keluarga besar ya Tri.." berarti Ibumu masih muda ya?"
"Masih muda banget mbak, malah lebih muda dari Mbak Narsih," Umurnya baru jalan 34 th.
"Terus kenapa kamu bisa sampai sini Tri?" Mbak Narsih mulai penasaran. "Ceritanya panjang mbak Narsih, nanti kalau banyak waktu aku ceritain semua dech." dah ahh aku kerja dulu, nanti ngobrol terus kerjaan nggak kelar dech.
Lastri kembali mengerjakan tugasnya, setelah rapi Ia mandi dan tidak lama Mbak Nina pulang.
"Bagaimana sekolahmu hari ini Tri?" Tanya mbak Nina.
__ADS_1
"Alhamdulillah lancar mbak, teman teman saya baik baik semua.?"
"Tapi jangan berantem loh." pesan Mbak Nina.
"Hehe..ya enggak mbak, di sekolah anaknya alim alim kok, mana mungkin saya berantem.
"Berantem Mah?" Pak Dadang menimpali. Pak Datang orangnya pendiam, berwibawa, jarang sekali berbicara jika tidak penting.
"Iya Pah Lastri itu jago berantem kayak yang di filem Wonder Women itu Pah.
"Hehe, Mbak bisa aja, Lastri terkekeh.
Derrrt...derrrtt ..derrrt.
Doni Vidio Call 📞
"Mbak maaf..saya angkat telepon dulu ya."
"Oh Iya silahkan."
Lastri segera lari kekamar atas.
"Assalamualaikum..
"Waalaikumsallam."
"Halo Mas Doni! Lastri melambaikan tanganya karna Hp nya bagus di seberang sana wajah Lastri lebih cemerlang.
"Hallo" Ibu mau ngobrol nih..
"Ok Mas mana Ibu?" Lastri tampak berbinar.
"Hallo nduuk..piye kabarmu nduk..?"Bu santi bicara dengan Lstri di belakang Ibu, ada Mas joko, Mbak Dwi dan juga Bapak.
"Alkhamdulillah Bu, sehat," Ibu apa kabar?" maaf ya Bu...,pak...,hari ini Lastri baru kasih kabar."
"Kamu sekarang dimana Nak?" huuu...huuu..Ibu Santi Mengis tersedu sedu.
"Ibu jangan nangis..,Lastri sehat" lihat nih?" Lastri menunjukan semua anggota tubuhnya.
"Kenapa kamu pergi dari Om Bambang nduk?" kata kata Bu Santi serak sambil menangis.
"Ceritanya panjang bu.., yang penting Lastri sekarang sehat ," Lastri sudah sekolah kok Bu...,Lastri tinggal sama orang baik."
"Sukurlah nduuk..kalau kamu baik baik saja," Ibu hawatir kamu kenapa kenapa nduk."
"Sudah Bu.. Ibu yang tenang ya.." Lastri ada malaikat penolong yang sangat baik Bu.
"Haiii.. haii..apa kabar, Readher?" semoga selalu sehat. Jangan lupa Comet ya.
__ADS_1
Like
Coment