MENCINTAI GURUKU

MENCINTAI GURUKU
Part 69


__ADS_3

Pagi ini Bayu mengemas pakaian hanya menyisakan sedikit di lemari. Jadwal kepampus nanti jam dua siang, setelah menyimpan pakaian di Rumahnya, Bayu akan mengecek keuangan Resto dahulu. Begitulah yang ada di pikiranya.


Bayu mengamati fotonya dengan Lastri yang di Ambil Dina di taman Rumah Adimas.


Bayu mengecup foto itu kemudian mengamati kembali, jari telunjuknya menyusuri wajah Lastri dalam foto tersebut.


Aku akan menyimpan cintaku sama kamu Tri. Tanpa harus kamu tahu, aku sadar jodoh dan maut hanya Allah yang mengatur, kalau kita berjodoh tidak akan kemana .


Meeting you is the best and wort time l ever have. Because you tell me a happuness and leave me with sadness."


(Bertemu denganmu merupakan waktu yang terbaik, dan terburuk yang pernah aku miliki. karna kamu bercerita kepadaku tentang kebahagiaan dan meninggalkan aku dengan kesesihan .


Bayu mengecup foto Lastri dan menyimpanya di buku agenda. Kemudian kebawah menuruni tangga. Bayu mendongak keatas mengamati kamarnya dan kamar Lastri bergantian. Sebab kamar mereka bersebelahan, sebelah kiri kamar Bayu, sebelah kanan kamar Narsih, dan yang tengah kamar Lastri.


"Loh, loh, Den Bayu mau kemana, kok bawa koper?" Tanya Simbok yang sedang merapikan meja makan.


"Mau kepasar Minggu dulu Mbok, sudah lama nggak tidur di kamarku jadi kangen." Jawabnya.


"Oh gitu ya Den, ya udah, hati hati ya Den." Simbok membantu Bayu mendorong koper kedalam mobil dan buku tebal yang di bawa Bayu sendiri.


"Saya pulang dulu Mbak Narsih?"


" Oh Iya Den." Jawab Narsih yang dari tadi hanya diam saja. Yang ada dalam pikiran Narsih, Bayu seperti tidak baik baik saja.


*****


Di sekolah, jam sembilan tiga puluh menit. Anak anak sudah berkumpul di kantin. Mereka mencari tempat duduk yang kosong. Mereka sudah mempunya sahabat dekat masing masing.


Tidak terkecuali anak anak ( PJ) Penjualan, tiga cewek yang selalu caper, resek, dan menyebalkan.


Mereka jarang ada yang mau mendekat, karna keegoisannya. Neny, Rere dan Anggun Namanya.


Dina, Tio dan Reno sedang ngantri makanan.


"Mang, Baso tiga, sama Mie ayam dua ya.."


"Beres bos." sloroh penjual Baso. Tio dan Reno menunggu pesananya.


Sementara Dina sedang mengantri minuman.


"Bang, jus mangga tiga ya..." dan Ic tea satu, tea hangat gulanya dikit satu."cicitnya.


" Beres neng." jawab penjual minuman.


"Bang! Jus mangga tiga, nggak pake lama!" Geng Rere tiba tiba datang.


"Yah, Jus mangganya habis neng." Jawab mang cecep menyesal.


"Adanya jus jambu, sama jeruk peras neng?" mau nggak?"


"Gak! jawabnya ketus.

__ADS_1


Rene, Neny dan Anggun, menatap jus mangga yang sudah di pegang Dina.


"Heh, anak baru," kasih ke gue tuh minuman! ketus Rere.


"Maaf Mbak, ini sudah saya bayar.." permisii.." Dina hendak melangkah pergi tapi di hadang di depanya.


"Heh, mau kemana lo! kasih kegue tuh minuaman!!" Bentak Rere.


"Sudah Re, beli yang lain aja dech." Anggun menenangkan.


"Nggak bisa! kenapa lo kok malah mbelain dia sih?" Rere kesal. Rere dan Anggun terus debat, tanpa Ia sadari Dina, Tio dan Reno sudah pergi dari situ.


"Huh, dasar cewek semprol, enak aja sudah cape cape antri minuman, malah mau di minta." Gerutu Dina. Sambil meletakkan minuman di depan sahabat sahatnya.


"Ngapa sih, dateng dateng ngomel." tanya Yuyun.


"Biasa Rere sama teman temanya." Reno yang menjawab.


"Biasanya nggak berani ngganggu kita dia? timpal fera.


"Udalah, lebih baik kita minum, nggak usah gibah dech, Lasti menenangkan. Kalau Lastri bicara teman temanya Pasti mau nurut.


"Heh, lo nantangin gue?" Rene tiba tiba datang! Mana minuman gue?! sergah Rere.


"Ya elah elo Re, nih minum" tapi sudah bekas gue" sloroh fera. Menyodorkan jus yang tinggal setengahnya.


Mereka saling sindir, saling olok, saling cibir, hanya Lastri yang tidak bersuara. Saking kesal kalah debat. Rere mengangkat gelas dan akan menuangkan sisa jus kebadan Dina. Tapi sebelum tumpah tangan Lastri lebih dulu mencekal tangan Rere. Semua yang ada di situ hanya diam menonton. Mereka percaya Lastri pasti bisa menyelesaikan.


"Haiiitt, tunggu dulu...jangan kaya cerita di novel novel, minuman di tuang ke baju, nona! sebaiknya di tuang ke perut." gleg..glek..glek prok.


Rere makin kesal ingin menarik kerudung Lastri.


"Haiit, tunggu dulu" tangan lo mau diam kita damai, atau gue plintir?! Lastri mulai kesal. Melihat mimik Lastri yang tidak main main Rere, Neny dan Anggun melenggang pergi.


Hahahaha...teman Lastri semua ngakak. Menatap kepergian Rere seperti Lintah terkena garam.


"Udah pergi aja lo, pada ketawa" tadi aja nggak mau bantuin Lastri." Sloroh Tio.


"Lo sendiri cemen! cibir Reno.


"Ya, gue mah lawannya bukan cewek bro" tapi lawan gue cowok maco." Jawab Tio sombong.


"Dah ah, kita kekelas yuk" dikit lagi masuk. Reno menarik Tio.


Mereka berjalan beriringan menuju kelas. Yuyun dan fera bergandengan, sementara Lastri dan Dina pun sama.


Pak Arman nggak ada jam ngajar hari ini ya Tri?" tanya Dina.


"Mana gue tau?" Lastri mengedikan bahunya.


"Ah kura kura dalam prahu lo." ledek Dina.

__ADS_1


"Gemana, lo udah ketemuan belum sama Pak Arman?" Dina menoleh Lastri.


"Belum, tapi suka chatingan kalau malam?" Lastri tersenyum lebar.


"Ciee..cieee..goda Dina.


"Eh lo dapat salam tuh." kata Lastri.


"Dari siapa?" Dina menoleh cepat.


"Tio.


"Tio? Dina mendesah ia pikir yang memberi salam Bayu, padahal hatinya sudah berbunga bunga.


"Nggak ah, tio mah" gue pengenya punya pacar jangan yang seumuran, tapi yang beda lima sampai sepuluh tahun," supaya bisa bimbing gue! sama kaya elo." cerocos Dina. Ia membayangkan punya pacar Bayu. Dewasa, ganteng, tajir mlintir tapi jangan sampai keplintir 🤣


Mereka masuk kedalam kelas pelajar terakhir segera di mulai. Tidak lama bel pulang berbunyi. Lastri dan kawan kawannya menuju parkiran, kemudian berpisah menuju kendaraan masing masing.


Lastri menarik motornya ketepi jalan, kemudian menyalakanya. Lastri merasa berat ada seseorang duduk di belakang. Lastri melihat dari kaca spion, Laki laki menggunakan helm, topi dan masker. Lastri rerlonjak kaget. Lastri turun kembali dari motornya.


Lastri pasang kuda kuda ingin menyerang orang tersebut.


"Buk..buk..buk. Lastri mengeluarkan jurus andalanya. Laki laki itu berusaha menangkis serangannya. Lastri memukuli bahunya.


"Seeettt


"Stop, stop! Laki laki membuka sedikit maskernya.


"Pak Arman." Astagfirullaah. Lastri mengelus dadanya.


"Kamu mau membunuhku aku?" tapi tidak apa apa sih, dari pada kau bunuh aku dengan cintamu. Dangdutan nyok 🤣🤣🤣


Lastri menahan senyumnya.


"Pak Arman ngapain di motorku, turun! Lastri menatapnya tajam.


"Seettt Arman menutup mulutnya dengan jari mengisyaratkan agar Lastri diam.


"Bapak mau ngapain?" tanya Lastri sekali Lagi.


"Mau culik kamu."


"Ihhh..serius nih.." kata Lastri.


"Ayo cepat naik, aku mau ajak kamu ke suatu tempat. atau kamu mau aku hukum murid menganiaya Gurunya." Arman tersenyum licik.


***Bersambung.


Mohon dukung karya amatir Buna.


Like

__ADS_1


Coment


Vote***.


__ADS_2