MENCINTAI GURUKU

MENCINTAI GURUKU
Part 49


__ADS_3

Selama 2 bulan Arman meregang kesedihan tidak ada lagi yang bisa menghiburnya di Daerahnya.


Lastri sudah pergi tidak tahu Rimbanya, dulu setiap sedih selalu curhat ke sahabatnya Dimas, tapi Dimas pun pergi hanya memberi tahu lewat telepon.


Armam pergi menemui adiknya di kota pelajar Yogyakarta, karna Rani saat ini tinggal dirumah Omnya kuliah masih smester 6. Arman saat ini juga melanjutkan pendidikan S2. Di UGM tempat dia kuliah S1 dulu.


"Mas banyak banget sih" menyimpan foto anak SMP?" dan yang paling menonjol ini Mas anak cewek yang cantik ?" kata Rani. Rani sedang melihat galeri milik kakaknya, biasa Rani selalu keppo membuka ponsel kakaknya.


"Iya Murid Mas itu" Jawab Arman.


"Tapi kayaknya ada yang spcial dech," bukan sekedar Murid, masak murid yang lain nggak ada?" Jawab Rani.


"Ada foto romantisnya juga?" Jangan bilang ya" Mas pacaran sama anak SMP?" Cerocos Rani.


"Pengen tau aja kamu" kalau memang Iya kenapa?"


"Yang bener aja Mas, macarin anak SMP?" sedangkan Rani pengen punya pacar, Mas bilang masih kecil, inilah," itulah." cerocos Rani.


"Boleh aja sih punya pacar, kamu sudah dewasa sekarang," yang penting harus bisa jaga diri." Nasehat Arman.


"Mas punya pacar snak SMP, tapi dia tuh beda" sama yang lain. Jawab Arman.


"Elah Mas, kalau udah cinta" tai kucing juga rasa coklat." Rani meledek.


"Tapi cantik juga sih" kenalin dong Mas," cek.. masak Rani punya kakak Ipar Jauh banget sih, umurnya? " Rani ngedumel sendiri. Sedangkan Arman masih sibuk di depan Laptop mengerjakan tugas Campusnya.


"Tok..tok..tok


Ceklek


"Mbak..Mas..di panggil Ibu, makan malam sudah siap."


"Iya Mbok,terimakasih... jawab Rani. Mbok Sarintem Asistem Om Rani memanggilnya.


Mereka berkumpul di meja makan, selesai makan Arman dan Om berbincang di depan televisi.


"Om ada Rumah dijual nggak di sekitar dini?" tanya Arman.

__ADS_1


"Mau di komplek atau di perkampungan?" tanya Om.


"Kalau bisa jangan yang di komplek om" Rumah minimalis, tapi kalau bisa halamanya yang luas."


Arman membayangkan hidup bersama Lastri. Rumah halaman luas, karna dia senang menanam Apotik hidup dan tanaman hias. Arman tersenyum sendiri.


Keesokan harinya Arman dan Om, mencari Rumah idamanya, sudah saatnya Ia mandiri.Setelah mendapatkan Rumah, Arman melajukan motor besarnya menuju Campus.


Arman ingin membawa adiknya pindah kerumah barunya, tidak mungkin Arman terus merepotkan Om dan Tantenya.


Saat ini Arman ambil kuliah di sore hari, sebab di pagi hari harus mengajar.


Di Campus


"Getap amat lo men.." jam segini sudah nongkrong di kelas.


"Iya hari ini nggak ngajar gue." jawab Arman


"Tadi gue habis cari cari Rumah, kalau lo mau," nanti tinggal aja di Rumah gue, daripada lo ngecost?" kata Arman.


"Lo di jakarta buka usaha apa?" tanya Arman.


"Gue rencana pengen buka steam disana," lo kira kira bisa bantu gue nggak?" cari lokasi yang strategis." tanya Arman.


"Ada, nanti gue hubungi nomernya ya kebetulan pemiliknya temen SMA gue dulu."


"Rencana gue, pengen buka Steam Mobil dan motor." kata Arman.


"Ngapain lo buka usaha" lo udah kerja enak kok."


"Gue kan, Pegawai Negri Bay" Alhamdulillah makan nggak bakal kurang, untuk menjadi Guru memang cita cita gue, mengabdikan diri untuk masyarakat," tapi gue pengen punya tantangan lain, makanya gue minta bantuan lo." lo sudah tau seluk beluk di Jakarta. Arman dan Bayu ngobrol panjang lebar.


"Terus kapan lo mau nikah?" Kerjaan sudah punya! Rumah sudah punya! mau tunggu apalagi?" tanya Bayu.


"Yah umur gue baru 25, target nikah usia 28 -30 jawab Arman.


"Tapi calon sudah ada belum?" tanya Bayu. Arman hanya diam, ia tersenyum kecut gadis pujaanya telah pergi, kini ia harus bangkit dan akan memperjuangkan cintanya. Biar waktu yang akan menjawab semoga nanti bisa berjodoh, jalan kedepan masih panjang, ia tidak ingin meratapi, yang penting saat ini ia harus fokus mengejar impianya.

__ADS_1


"Ada sih, nanti tunggu aja undanganya." hehe. Arman menghibur dirinya.


"Emang lo sudah punya?" Tanya Arman balik.


"Waktu SMP pernah sih, suka sama orang" tapi hanya cinta monyet." hehe.. Bayu menceritakan cinta masa SMP tapi saat ini sudah tidak ada lagi.


"Tapi sekarang gue jatuh cinta lagi" pada pandangan pertama." Bayu tersenyum pikirinya melayang membayangkan bisa bertemu lagi dengan gadis yang di temuinya di stasiun.


"Woy!" bengong, senyum senyum sendir lagi," kesambet lo !!. Arman menepuk pundak sahabatnya.


"Terus gemana?" Arman mulai penasaran.


Bayu menceritakan pertemuanya di Stasiun bayu juga menceritakan cewek yang di temuinya pandai bela diri. Arman manggut manggut mendengarkan cerita Bayu. Arman tidak menyadarinya wanita yang di cintai Bayu adalah Lastri.


Yang Arman tau Lastri gadis yang lembut, cengeng, bahkan Arman sudah kesekian kalinya membuat Lastri menangis.


Tapi kenyataanya, Lastri saat ini menjadi wanita yang kuat perlakuan tantenya yang selalu kasar ditambah lagi hidup di jalanan mempuyai dua kepribadian, dia kini menjadi wanita Super Women, Lastri akan mengeratkan taringnya jika ada yang menyakitinya, tapi sebalik dia akan bersikap lemah lembut kepada siapa yang telah mengasihinya.


*****


Sementara di rumah Lastri, Ibunya sedang dirundung kesedihan, semenjak mendengar kabar dari Om Bambang bahwa Lastri kabur dari Rumahnya. Bu Santi terus menerus menangis.


"Ini Gara gara bapak!" bapak nggak sayang sama Lastri!!" Bapak jahaaatttt..huuu...huuu" Bu Santi menangis tergugu. Sebab dulu Santi sudah mengingatkan sebagai seorang Ibu dia mempunyai firasat yang tidak baik. Dan berusaha untuk menjelaskan pada suaminya, tapi kenyataanya Pak Suryo kekeh hanya demi memisahkan Lastri dengan Arman.


"Sudah Bu.., yang sabar... kita doakan saja adik baik baik saja." Mas Eko menenangkan Ibunya. Mas Eko sebenarnya orang yang paling terpukul setelah setelah Ibunya. Mas Eko sangat menyayangi adiknya.


"Maafkan Bapak Bu.., Bapak yang salah.., Bapak akan meminta agar Bambang bertanggung jawab Bu."


Pak Suryo mendekap Istrinya dengan erat, selama ini mereka keluarga yang hangat, hampir tidak pernah bertengkar, tapi saat ini menjadi kacau.


"Ibu takut Pak" Lastri kemana Pak..? huuu..huuu." Pak Suryo merangkul Istrinya, Eko, dan Mbak Dwi mereka berpelukan saling menguatkan.


Mas Eko bangkit dari duduknya, tidak ada jalan lain, Ia harus menemui Doni. Bagaimana caranya mencari keberadaan Lastri , hanya ini yang bisa ia lakukan. Saat ini keluarga Doni belum tahu keadaan Lastri.


BERSAMBUNG


Like

__ADS_1


Coment


__ADS_2