MENCINTAI GURUKU

MENCINTAI GURUKU
Part 17


__ADS_3

Pak Arman..jangan pergiii..


"Aku terbangun keringat dingin mengucur ibu memeluku ada apa nak, kamu mimpi apa" kamu panggil panggil Arman..tadi, ibu mengelus rambutku dengan lembut..


"Apa nak Arman tadi sudah pulang,?


"Aku hanya mengangguk, tadi ketika pak Arman pulang Ibu lagi menidurkan adik jadi tidak pamit, jawabku singkat.


"Kamu mimpi apa nduk, ibu masih bertanya ,aku hanya diam, ya sudah kalau kamu tidak mau cerita sekarang kamu shalat zduhur dulu titah ibuku.


"Ibu segera keluar meninggalkan kamarku, aku menoleh jam dinding ternyata sudah hampir jam 3 ,aku bangkit lari kekamar mandi ambil air wudhu selesai shalat aku berdoa mimpi di siang hari.


"Allaahumma inni,a Uudzubika min,amalisy syatha wa sayyiaati ahlami.


Ya Allah sesungguhya aku mohon perlindungan kepada engkau dari perbuatan setan da dari mampi - mimpi yang buruk.


"❤❤❤


"Pagi ini dengan semangat 45 setelah rapi berpakaian aku segera keluar, pakai sepatu pamit sama Bapak dan Ibu , aku keluar tapi rupanya pak Arman belum jemput, pikirku..mungkin ia masih marah, biasanya kalau dia menjemput selalu kerumah dulu sekedar untuk berbasa basi sama Bapak dan Ibu.


"Aku berjalan menuju gang, ternyata Pak Arman sudah duduk di atas motornya, ia fokus meng otak atik ponselnya.


"Pagi Pak"


"Pagi..


"Iya menjawab tapi tidak sedikitpun melihatku, Oh ternyata benar ia masih dalam mode ngambek.selama mengenal kurang lebih 4 bulan, aku sering di buat bingung, kadang baik, kadang jutek, tidak bisa ngontrol emosi, tapi kadang perhatian.


"Orang seperti Pak Armam harus mempunyai pasangan yang ( a partner who always gives in )


pasangan yang selalu mengalah..


"Mungkin hancurnya sebuah hubungan atau bahkan sampai terjadi perceraian, tidak adanya salah satu pihak yang mau mengalah, keegoisan selau di kedepankan, Entahlah itu biarlah menjadi pikiran orang dewasa, karna aku belum sampai ke tahap itu..


"Sejauh ini aku tidak ada hubungan dengan Pak Arman, tidak aku pungkiri dekat dengan pak Arman seperti mendapat energi baru, selama ini ia selalu support dalam segala hal, kadang aku selalu bergantung kepadanya..

__ADS_1


"Apa lagi seperti saat ini biaya sekolahku ia yang ranggung, pulang pergi di antar jemput, biyuuuh seperti seorang kekasih..


"Wuiih, Bapak serius banget sih lagi chating sama siapa," aku mendekat ingin melihat hp yang ia pegang, heh keppo !,.dia menjauhkan ponselnya..


"Pak Arman marah ya " ia masih belum menatapku masih asyik dengan ponselnya..Wuiih menghadapi orang seperti ini harus pakai jurus rupanya..Jurus apa ya 😀😀😀..


"Akhirnya aku gemes sendiri aku ambil ponselnya, baru dia menatapku, Balikin hp saya,ia bangkit dari motor, aku mundur iya ingin merebut ponselnya, gak boleh , aku manyun..


"Bapak jahat banget sih sama saya dikit - dikit marah, dikit - dikit ngambek, coba pikir di mana salah saya, aku mulai serius..


"Kemarin juga tiba - tiba pergi ngloyor, sampai saya tidur mimpi buruk, .Mimpi buruk,? ia mengulangi perkataanku..


" Iya bapak naik ke atas bukit melambai kearah saya, ketika saya dekati Pak Arman mundur dan jatuh ke jurang.. Hiks hiks aku mengingat mimpiku kemarin..


"Ia malah tersenyum kepadaku, ngapa senyum - senyum, aku mbrengut membuang muka..


"Ia mendekat menarik tanganku lembut, Ya sudah maaf ya lagian itu kan cuma mimpi katanya enteng..kalau kamu sudah mimpiin aku itu artinya kamu sudah ada rasa, ia tersenyum lagi..senyumnya bikin klepek klepek 😀.


"Sudahlah kita berangkat nanti takut telat, ia kemudian menghidupkan motornya... sudah berapa kali pak Arman minta maaf , nanti ujung - ujungnya marah lagi, kataku sewot..aku menghapus air mataku dan menaiki motornya..


"Tolong kalau kita lagi berdua jangan sebut - sebut tunangan ya " ia menoleh kearahku..


"Suuutt ..ia menempelkan jarinya di bibirku, sudah ya besok atau lusa saya akan menceritakan semua sama kamu, sekarang kita berangkat..


Aku menghapus sisa air mataku, menaiki motor..


"Seperti biasa aku turun sebelum sampai plataran sekolah, aku tidak ingin kedekatanku dengan pak Arman mengundang banyak masalah..


"Ketika aku sedang berjalan ada yang menepuk pundakku, ternyata Yanti pelakunya ia sudah ada di belakangku..Eh Yan kaget aku, mana yang lain,? tanyaku..pasalnya Yanti sama Resty tidak pernah terpisahkan dimana ada Yanti di situ ada Resty..


"Iya Resrty tadi berangkatnya pagi sekali soalnya ada piket. jawabnya..


"Las kamu hutang penjelasan sama aku, Yanti menatapku sepertinya ia penasaran.


"Ada hubungan apa kamu sama pak Arman,?

__ADS_1


"Tidak ada apa - apa Yan, hanya karna merasa bersalah mungkin Pak Arman perhatian sama aku


"Tapi pak Arman sepertinya suka sama kamu Las


"Entahlah Yan dia kadang baik, kadang marah, posesif, bingung aku, kadang aku cape yan..aku malah curhat sama yanti..


"Wuih Pak Irfan bakal patah hati nih hehe..yanti terkekeh, Tau yan, aku gak mau ngladeni mereka aku mau fokus ujian supaya lulus dengan nilai baik dan bisa aku ajukan biasiswa nantinya..


"Sudah berapa kali Pak Arman marah, aku dekat mas Doni dia marah, setiap laki2 yang dekat sama aku, dia marah lagi..


"Padahal dia sudah punya tunangan, kalau aku nyinggung masalah tunangannya marah juga.seperti ada yang di tutupi masalah hubunganya sama Bu Arshi..


"Kalau merasa kagum sama Pak Arman memang aku tidak menyangkal, coba siapa yang gak suka sama Pak Arman, termasuk kamu juga kan Yan"


"Yanti hanya diam mendengarkan ocehanku, setidaknya pagi ini aku merasa lega, sudah menumpahkan uneg - unegku..


"Dikelas bel masuk berbunyi, hari ini ada ulangan MTK , selama tanganku sakit aku tidak pernah lagi tidur di kelas, wajar karna aku hanya banyak tidur dirumah, Ibu juga tidak boleh lagi jualan sama Bapak, karna tidak ada yang membantunya.


" Selama mengajar Pak Irfan Guru MTK yang galak itu selalu curi - pandang tapi aku pura - pura tidak tau, sebodo amat pikirku aku tidak mau memikirkan orang dewasa.


"Bagiku belajar lebih penting, menghadapj sikap pak Armam saja sudah membuatku pusing..


" Bel Istirahat berbunyi, kita kekantin yuk, ajak Yanti tak sabaran temanku yang satu ini memang paling doyan makan tapi badanya tetap krempeng


"Kami ber empat menuju kantin aku melihat Tantri dan Pak Arman jalan ber iringan, sepertinya pak Arman selesai ngajar dikelasmya ,Tantri seperti terburu - buru ngejar langkah panjang pak Arman.


"Tantri orangnya baik aku sempat mengenal waktu kelas satu dulu sebelum pembagian kelas, setelah itu aku gak pernah lagi dekat denganya.


**Mohon dukunganya


Like


Coment


Tinggalkan jejak**

__ADS_1


.


"


__ADS_2