
Apaa..apa yang harus aku lakukan!, Artiii..aku mencintaimu...huu..huuu..aku minta maaf.
Arman mencium foto Lastri di Walpaper, baru dua minggu yang lalu dia pergi berdua denganya, tapi nyatanya kini wanita yang di cintainya telah pergi. Hatinya hancur berkeping keping.
Hingga malam hari, Arman tidak mau keluar dari kamar. sudah berkali kali asisten rumah tangganya mengetuk pintu bahkan sampai Ibunya turun tangan. Tapi kamarnya di kunci dari dalam.
******
Tepat jam 12 malam Lastri sudah sampai tujuan.
Bismillah semoga ini menjadi awal yang baik doanya.
"Kamu istirahat, ini kamar kamu" Om Bambang menunjuk kamar kecil. Lastri masuk kedalam menyimpan tas di pojok tempat tidur. Walaupun kamar ini sangat kecil, tidak sebesar kamar di rumahnya, tapi lumayan yang penting bisa di pakai buat istirahat.
Keesokan harinya jam 4 pagi Lastri terbangun bergegas masuk kekamar mandi di belakang. Baru pertama masuk kesini Lastri sudah di beri tugas yang berat. Yakni cucian mungkin kira kira 3 hari tidak di cuci. Lastri tidak menunggu perintah langsung mencuci baju satu persatu. Tidak seperti di Ibu Susi Lastri mencuti tinggal di giling menggunakan mesin cuci.
Selesai mencuti, Lastri memperhatiakan wanita cantik yang sedang berjalan kearahya.
Wanita itu hitam manis kira kira usianya sama dengan Ibunya.
"Kamu yang namanya Lastri? tanya Wanita itu mukanya terlihat judes.
"Iya Tante saya Lastri...Lastri menyodorkan tangnya ingin bersalaman, Tapi tante Sri tidak merespon.
"Saya Ibu Sri Istrinya Pak Bambang, jangan panggil saya Tante pangil saya Ibu!. Selesai mencuci cepat kedapur dan buatkan kami sarapan. Anak Ibu ada 3 yang satu seumuran dengang kamu. Tante Sri tidak melanjutkan bicaranya lalu pergi meninggalkan Lastri. Yang masih menerka nerka bagaima sifat Tante Sri.
Selesai membuat nasi goreng, Lastri kemudian menyiapkan di meja makan. Di situ ada anak seumuran mbak Dwi memakai seragam putih abu abu, yang satu lagi kira kira seumuran dengan Lastri. Rambutnya keriting masih mengenakan piama tidur. Dan yang terakhir anak laki laki kira Umur 10 th, menggunakan baju merah putih.
"Seminggu Lagi Papa ada projek di luar jawa bu," jadi bantu cari sekolah buat Lastri , kalau bisa biar satu sekolah dengan ningrum. Titah Om Bambang.
Tante Sri tidak menjawab perintah Om Bambang malah balik bertanya.
"Berapa lama perginya pah? tanya tante Sri. Sebenarnya tante Sri sudah tau kalau suaminya ada projek keluar jawa pasti akan lama.
"Entahlah, kalau cepet 3 bulan atau malah bisa 6 bulan. Jawab Pak Bambang Cuek.
__ADS_1
Setelah keluarga pak Bambang Sarapan. Lastri membereskan meja makan dan mencuci piring. Lastri memegang perutnya yang sudah terasa perih, biasanya di rumah jam segitu Lastri sudah Sarapan. Lastri ingin menghabiskan nasi goreng yang tinggal sedikit, tapi belum sampai ia menyendok bu Sri sudah memanggilnya dari ruang tamu.
"Iya bu.., jawab Lastri yang setengah berlari menghampiri tante Sri. Di ruangan sudah tampak sepi karna semua sudah berangkat kecuali Nengrum anak kedua tante Sri karna saat ini sudah Lulus SMP.
"Cepat Rapikan semua kamar setelah itu di pel..! selesai membersihkan kamar baru kamu lanjut bebenah semua ruangan" perintah tante. Tante kemudian berlalu meninggalkan Lastri. Tapi tante balik Lagi. saya mau berangkat ke Warteg kamu jaga rumah. Mulai besok kamu jam tujuh semua pekerjaan rumah sudah harus rapi." soalnya jam 7 kamu bareng saya ke warteg tugasmu di sana mencuci piring." Untuk hari ini tidak usah ke warteg dulu. Tante nrocor tanpa titik koma kemudian pergi meninggalkan Lastri.
Lastri dengan sigap mengerjakan semua yang diperintahkan Ibu Sri.
"Mbak namanya siapa? tanya gadis yang seusia denganya.
"Nama saya Lastri, tidak usah panggil mbak" Panggil aja Lastri. sebab kita kan! seumuran." jawab Lastri.
"Oh Iya nama saya Nengrum" panggil aja neng" Nengrum mengulurkan tanganya.
"Oh ya...saya kembali bekerja ya Neng" nanti kita ngobrol lagi.
Lastri meninggalkan nengrum kemudian kembali membersihkan rumah, selesai membersihkan rumah Lastri membersihkan kamar mandi yang sudah sangat dangkal. Huh.. rumah sebesar ini kok nggak ada pembantunya Sih? Lastri bermonolog.
Sudah jam 11 siang siang Lastri baru selesai beres beres perutnya sudah sangat lapar baru pertama kali kerja badanya sudah terasa remug. Lastri menyender di tembok pikiranya berselancar kemana mana.
Lastri bangkit pokoknya harus kuat, seberat apapun ia sudah mengambil keputusan, itu Artinya ia harus siap mengambil semua resikonya. Lastri kedapur ingin mengambil sisa nasi goreng tadi pagi tapi ternyata nasinya sudah basi.
Lastri segera membuang nasi goreng dan mencuci piring. Lastri mencari tempat beras ambil 2 gelas dan segera menyolok nasi pakai Rice Cooker
Kemudian Lastri mencari isi kulkas ternyata isinya hanya ada kubis. sepotong tempe pun tidak ada.
Sedangkan dirumah walaupun hanya lauk tempe tapi sayuran bervareasi sehingga gizi bisa tercukupi. Kemudian Lastri keluar dari dapur menemui nengrum.
"Tok.. tok..tok.
"Ceklek.
"Ada apa Las? Nengrum menyembulkan kepalanya keluar.
"Biasanya kalau siang kamu suka makan apa neng?
__ADS_1
"Jarang makan dirumah Las, biasanya kan sekolah" jadi suka jajan di sekolah. Lastri menarik napas panjang, biasanya Lastri dulu kalau sekolah selalu membuat bekal walaupun orang tidak punya tapi kebutuhan yang pokok selalu di prioritaskan sama Ibunya. Mungkin karna makan selalu di perhatikan oleh ibunya, makanya Lastri menjadi anak yang tumbuh cerdas.
"Beli mie Instan aja Las.. tuh ada warung di depan." Nengrum menunjuk warung di depan. Nengrum menyodorkan uang 5 ribu.
Lastri bergegas kewarung depan.
"Permisi bu.."
"Oh mau cari apa neng? tanya Ibu Warung.
"Mau beli mirebus 2 bungkus bu.." Ibu warung segera ambil mie di dalam rak. Di kursi depan ada dua Ibu ibu gendut duduk sambil berbincang bincang. Dua orang itu memperhatikan Lastri dengan seksama.
"Adik tinggal dimana? kok saya baru lihat yaa..? tanya salah satu Ibu.
"Eh iya bu.., saya tinggal di rumah Ibu Sri." jawab Lastri tersenyum manis.
"Kamu cantik banget sih neng.." puji Ibu warung.
"Hehe Ibu bisa saja"
"Saya duluan ya bu.., Lastri membungkukkan badanya kepada Ibu yang berada disitu.
"Kamu saudaranya Ibu Sri? Tanya salah satu Ibu lagi."
"Iya bu saya saudaranya yang baru datang tadi malam.
"Oh sukurlah kirain pembantunya..soalnya pembantunya tidak ada yang betah, paling kerja seminggu sudah kabur. kata salah satu Ibu.
"Ya, bagaimana mau betah," udah pelit kerja di porsir mana crewet lagi hiii serem....Ibu yang satu lagi Comentarnya makin pedas.
Lastri segera pergi tidak menimpali Ibu ibu tadi yang penting dia pulang dan akan segera memasak sudah Adhan dzuhur perut sama sekali belum di isi.
SELAMAT MEMBACA KARYAKU YANG MASIH AMBURADUL.
***Like
__ADS_1
Coment jangan lupa***.