
"Eh tunggu dulu Tri." Mbak Narsih, memegangi lenganku.
"Ada apa lagi mbak?" saya nggak jadi beres beres nih keburu sore tahu!"
"Gurumu ini kemarin pernah kesini loh." Mbak Narsih menunjukan foto Pak Arman kepadaku.
"Hahaha.." Mbak Narsir ngawur! masa Pak Arman kesini, orang tinggalnya aja di jokya kok."
"Eh nggak percaya kamu! ingat nggak waktu Mas Bayu kesini, ya ini orangnya, yang menjemput Mas Bayu." waktu itu aku lagi ngasuh Yoga di dekat kolam depan," terus dia membuka kaca mobilnya." sempat mengangguk senyum gitu sih sama aku."
Aku berpikir mungkinkah dunia sesempit ini, tapi mungkin juga. Bukanya mereka sama sama kuliah S2, dan sama sama kuliah di UGM. Ahh kalau pun iya, kenapa juga aku pikirin, ya sudahlah mending aku lanjut kerja. Aku segera kebawah melanjutkan pekerjaanku.
******
Waktu berlalu Lastri sudah naik ke kelas dua. Adnan sudah lulus dan saat ini sudah mendaftar ke salah satu perguruan tinggi. Sambutan meriah dari kepala sekolah dan kepala Yayasan bahkan Adnan pun turut hadir.
Mengumumkan bagi anak anak yang berprestasi. Bapak Kepala Yayasan memberi sambutan.
"Assalamualaikum warahmatullohi wabarokatuh.
Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT sehingga kita dapat hadir di tempat ini.
Pemberian bingkisan kepada murid yang ber prestasi.
Merupakan satu kebanggaan bagi saya pribadi selaku pimpinan Yayasan, saya bisa bertemu dengan anak anak yang berprestasi. seperti kalian.
Jangan ada kesenjangan di antara kalian kami tidak membedakan setatus di Yayasan ini, sudah menjadi tanggung jawab kami memberikan semangat, memotivasi, terciptanya dunia pendidikan di Yayasan ini.
Yang belum mendapatkan kesempatan teruslah belajar, semoga terus melahirkan anak anak yang berprestasi.
Kemudian Bapak walikelas masing masing kelas mengumkan anak anak yang mendapatkan Rangking satu, dua, dan tiga. Dari SMK, SMA, STM SMP dan juga SD.
Dan yang terakhir walikelas mengumkan bagi juara umum, Lastri dari SMK, Keny dari SMA dan Reyhan dari STM.
Tepuk tangan meriah dari anak anak. Bapak kepala Yayasan memberikan bingkisan kepada juara Umum dan juara 123. Kemudian para juara umum mendapatkan beasiswa hingga 6 bulan kedepan.
Bayu kebetulan sudah selesai kuliah, selain menekuni usahanya juga menjadi Dosen di salah satu Kampus dan saat ini Bayu yang mewakili mbak Nina mengambil Raport Lastri.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumussalam."
__ADS_1
"Eh Kak Adnan " apa kabar kak?"
"Kabar baik.." kamu makin cantik saja dech."
"Ehemm ehemm...deheman Bayu menyadarkan Adnan. Bayu menatap Adnan tidak suka, padahal mereka sering tidur bersama, seperti kakak dan adik.
"Eh kak Bayu kok bisa bareng Lastri sih."
"Kenapa nggak bisa?" Lastri kan tinggal bareng sama saya." Adnan merasa tidak enak, Bayu pasti akan menjadi sainganya.
"Gini kak Adnan, Mbak Nina tidak bisa hadir, jadi Mas Bayu yang menggantikan ambil Raport. Jawab Lastri. Ia paham kedua pria itu saling menegang.
"Sudah ya kak Adnan," saya pulang dulu." Pamit Lastri.
"Ohya hati hati ya Tri...kak Bayu."
"Iya jangan bandel kamu! kamu kan calon mahasiswa saya." Adnan hanya tersenyum. Bayu kemudian menjalankan motor milik Lastri.
Sampai di rumah Lastri duduk di ruang tamu bersandar si sandaran sofa. Bayu kemudian menyusul setelah memarkirkan motornya. Kemudian bayu ikut duduk di depan Lastri.
"Liburan ini rencanamu kemana Tri?" Tanya bayu tangannya tidak lepas dari benda pipih.
"Mau pulang dulu Mas...kangen sama Ibu sudah 1,5 th tidak bertemu."
"Nggak usah Mas.."
"Kenapa kamu nggak mau aku antar?" Aku cuma pengen antar sekalian kenalan sama keluargamu."
"Jangan! Nanti Mas di sidang sama pemuda terus di paksa nikah dech, ihh serem.
Bayu terkejut kemudian menyipitkan Netranya meletakan ponselnya di atas meja.
"Kok bisa begitu?" Tanya Bayu.
"Di kampungku ketat sekali Mas" tidak boleh wanita membawa laki laki orang jauh," apa lagi, Mas Bayu dari jakarta." Huh bisa bisa aku gagal meraih cita cita, gara gara di paksa nikah." Lastri begidik. Kecuai mereka sudah suami Istri." kata Lastri.
"Ya bagus lah jadi Mas tidak usah repot repot pedekate sama kamu bisa langsung nikah hehe." goda Bayu.
"Buk
Lastri melempar bantal kursi kearah Bayu yang sudah Ia anggap seperti kakak keduanya setelah mbak Nina. Lastri cemberut kesal.
__ADS_1
"Hahaha kok marah." kelakar Bayu. Bayu sudah sebulan tinggal di rumah Mbak Nina, bahkan tidak pernah pulang ke pasar minggu, kerumahnya sendiri. Karna hanya ingin dekat dengan Lastri tapi selama ini masih belum berani untuk mengutarakan isi hatinya.
"Nanti malam temanku akan ada pembukaan Cafe, kamu ikut aku menghadiri ya.." Nanti kamu akan Mas kenalkan sama dia." kata Bayu.
"Ya nanti saya Izin mbak Nina dulu." Jawab Laatri.
"Mbak Nina pasti bolehlah kan kamu perginya sama aku.
Malam harinya Lastri Izin sama Mbak Nina. Yang di bilang bayu benar. Mbak Nina Langsung mengizinkan. Selama ini Lastri tidak pernah keluar malam hari, lebih baik Ia gunakan untuk belajar. Ternyata memang benar Lastri mencapai dengan sempurna hingga mendapatkan beasiswa.
"Sudah siap?" Bayu terkesiap menatap Lastri, selama ini hanya melihat Lastri memakai celana jins, kaos, baju Rumah dan seragam sekolah tapi malam ini Lastri menggunakan Gaun panjang yang di belikan Mbak Nina tampak anggun dan elegan.
"Heh Matanya di kondisikan tuh!!" sergah Mbak Nina kepada Bayu. Awas macam macam!" Ancam Mbak Nina tapi jujur dalam hati Mbak Nina senang jika Bayu bisa memiliki Lastri.
"Siap Mbakku aku berangkat." Bayu tersenyum simpul.
"Saya berangkat ya Mbak." pamit Lastri serata mencium punggung tangan Mbak Nina.
"Kalau dia macem macem tonjok saja Tri." sloroh mbak Nina. Padahal Mbak Nina tahu adiknya tidak akan berbuat macam macam.
Bayu membawa Lastri dengan Mobilnya. selama di dalam mobil, Bayu tidak bosan bosanya melirik Lastri. Yang di lirik sibuk dengan ponselnya. Hanya sekitar 10 menit mereka sudah sampai tujuan.
"Bayu membukakan mobil Lastri, dengan anggunya Ia melangkah di salah satu Ruko berlantai tiga di bawah di gunakan steam mobil dan motor. Di sudut ruangan ada tangga menuju keatas.
Bayu yang hitam manis sementara Lastri berwajah putih seperti pasangan kekasih tidak ada yang menyangka jika Lastri baru kelas dua SMK.
Yang datang ke tempat Itu Rata pasangan kekasih, bahkan suami Istri. Selama sepekan Cafe ini di gratiskan. Bagian depan Cafe bertuliskan (Cafe Arti) Lastri menjadi ingat seseorang.
Flashback
"Mas...kenapa suka panggil aku Arti sih?"
"Arti Itu Nama kesangan dari aku." Arman dan Lastri.
"Hehe Mas Arman bisa saja...tapi keren juga sih."
Lastri tersipu malu.
Jangan lupa hadiahnya.
*Like
__ADS_1
*Coment.