MENCINTAI GURUKU

MENCINTAI GURUKU
Part 60


__ADS_3

Selesai ngobrol dengan Mbak Narsih, Lastri kembali ke kamarnya segera tidur dengan nyenyak.


Keesokan harinya setelah subuh Lastri ke dapur pamit sama simbok.


"Mbok Maaf ya..." seminggu ini mbok bakal repot dech, kalau Lastri tinggal, tidak ada yang bantuin." kata Lastri.


"Nggak apa apa jangan di pikirkan, kamu kan tiap hari selalu bantu mbok memasak" jadi tenang saja." Ini kamu sarapan dulu supaya nggak mabuk di jalan."


Simbok sudah buat sarapan komplit dan menyarankan agar Lastri membawa bekal, setelah sarapan Lastri menyiapkan bekal kemudian pamit sama Simbok dan juga Mbak Narsih.


Benar saja sesuai dugaan bos mereka belum ada yang bangun.


"Hati hati di jalan ya Tri." Doa simbok dan juga Mbak Narsih mereka mengantarkan Lastri ke depan.


"Terimakasih ya Mbok..Mbak Narsih," Lastri menyalami mereka berdua.


Mbak Narsih memperhatikan kepergian Lastri hingga tidak terlihat.


Jam delapan pagi keluarga Pak Dadang baru sarapan mereka berkumpul di meja makan.


"Lartri mana kok nggak ikut makan?" Bayu dari tadi gelisah mencari sosok Lastri.


"Sudah beragkat subuh tadi dia, Jawab Mbak Nina.


"Yah nggak pamit lagi dech..." sesal Bayu.


"Yakan! sudah pamit sama Mbak tadi malam," masa harus pamit sama kamu," apa lagi harus membangunkan kamu kalau tidur susah di bangunin" ya nggak mungkinlah dia mentingin bangunan kamu." Mbak Nina pura pura kesal.


"Lagian tadi malam kenapa sampai dia pulang duluan?" pasti kamu macam macam sama dia ya?"


"Nggak tau! gue juga bingung, kenapa tuh anak pulang duluan, sampai ninggalin gue sendirian." mereka akhirnya sarapan, selesai sarapan masuk kekamar masing masing.


********


Jam lima sore Lastri sudah sampai tujuan, isak tangis bahagia memenuhi seisi Rumah mereka, saling berpelukan melepas Rindu. Keluarganya berkumpul, kakak Lastri sudah pulang kerja.


Selelai magrib keluarga besar itu berkumpul di ruangan menggelar tikar.

__ADS_1


"Bagaimana ceritanya sampai kamu kabur dari Rumah Om Bambang nduk?" Tanya Pak Suryo.


"Sebenarnya Om Bambang orangnya baik Pak..." tapi Tante Sri itu yang jahat, kalau ada Om" tante pura pura baik, tapi kalau tidak ada om, Lastri di tindas. Lastri mulai meneteskan air matanya ketika mencerikan tinggal di Rumah Omnya yang di bilang keluarga itu.


"Sebelum berangkat kewarteg Lastri harus mencuci pakaian, dan beres beres Rumah. Padahal waktunya hanya di batasi sampai jam tujuh."


"Lastri nggak ada waktu untuk sarapan" kadang Lastri membeli Roti di warung depan seharga dua ribu, untuk bekal."


"Kadang Lastri nggak ada waktu hanya sekedar untuk makan Roti" pernah Lastri makan sambil sembunyi di kamar Mandi. Karna sudah tidak kuat menahan lapar," hiks hiks.


"Yaallah nduuk.." huuu...sampai segitunya kamu," Isak tangis Ibu Santi, Mbak Dwi juga menangis , Mas Eko menitikan air matanya, Pak Suryo merutuki diri sendiri. Lastri melanjutkan ceritanya.


"Sampai di Waerteg Lastri harus beres beres lagi sebelum jam delapan Warteg buka." salah sedikit Lastri bekerja Tante marah marah nunjuk mata Lastri."


"Di Warteg Lastri di suguhkan cucian cuian piring sampai bertumpuk tumpuk." Selama di warteg Lastri nggak pernah di kasih makan." hiks hiks.


"Kalau nggak kuat tidak usah di lanjutkan nduk." Titah Ibu santi dan Pak Suryo.


"Tidak bu.." Lastri akan lanjutkan." jawab Lastri.


"Tapi uangnya di rebut sama tante Sri, katanya keluarga pembantu tetap menjadi pembantu," tidak pantas untuk sekolah." hiks..hiks.


"Hari demi hari Lastri lalui dengan keprihatinan" badanku menjadi kurus kering," belum tentu sehari sekali Lastri makan.


"Hingga suatu ketika Usaha tante mengalami penurunan omset, terus menerus sampai akhirnya gulung tikar," begitu juga Om Bambang dari luar kota gajinya proyek tidak di bayarkan."


"Entah karma atau apa, tapi selama ini Lastri tidak pernah mendoakan yang jelek untuk keluarga om."


"Tante Sri mengamuk tidak mau menerima kenyatan," lagi lagi Lastri yang di salahkan," katanya Lastri anak pembawa sial hiks..hiks.


" Tante memecahkan barang barang perabot Rumah, ketiga anaknya menenangkan tapi tidak di gubris." Lastri bersembunyi di dalam kamar sempit, tanpa pikir panjang Lastri kabur lewat jendela, melompat dan berlari tidak tentu arah."


"Ya Allah ndukk maafkan bapak! Bapak dan Ibu memeluk anaknya.


"Nah mulai dari situ Pak ..bu..Lastri menjadi gelandangan sampai seminggu, melawan preman preman jalanan kadang hanya berebut emperan, sekedar untuk tidur," berebut makanan yang sudah Lastri beli, mereka akan merampasnya." untung Lastri bisa bela diri.


"Ya Allah tapi kamu tidak kenapa kenapa kan nduk?" Lastri tau maksut Ibunya, maksudnya bisa menjaga kesucianya.

__ADS_1


"Alhamdulillah Bu Lastri bisa jaga diri kok," utuh sampai saat ini." Mereka berpelukan lagi.


"Lalu bagai mana kamu bisa sekolah nduk?" Tanya Ibu.


"Di situlah bu."


"Lastri menolong Mbak Nina karyawati yang bekerja di Bank." ketika sedang di rampok" Lastri menolong hingga sekuat tenaga bu..."


"Hingga akhirnya Mbak Nina menawarkan pekerjaan sama Lastri bagian bersih bersih Rumah. Lastri senang sekali, saat itu yang ada di pikiran Lastri supaya tidur nyenyak karna sudah hampir tiga bulan Lastri kurang tidur.


"Kemudian Lastri bercerita keinginan untuk sekolah, lagi lagi mbak Nina seperti malaikat penolong. Mbak Nina menemui kepala sekolah di pompes tersebut." Ternyata pemilik Yayasan sahabanya Mas Dadang suami mbak Nina."


"Lastri mengikuti tes karna Lastri sudah tertinggal pelajaran." Eh Alhamdulillah Pak...bu..Lastri bisa Lancar mengerkan tugas dan akhirnya lastri di terima di sekolah itu.


"Sekolah disitu sekolah orang orang kaya bu..." tapi mereka menerima Lastri dengan baik" Akhirnya Lastri mendapatkan biasiswa sudah dua kali Pak..bu.."


"Ya Allah... maafkan Bapak ya nduk," Bapak sudah jahat sama kamu, hanya karna Bapak egois ingin memisahkan kamu dengan Nak Arman."


"Sekarang Bapak hanya bisa berdoa nduk mudah mudahan kamu sukses.


"Sudah tidak usah dipikirkan Pak..bu..semua sudah di atur, saat ini Lastri bisa tinggal di Rumah keluarga yang hangat. Seperti keluarga Mbak Nina, Lastri bisa berkumpul dengan orang yang hebat dan baik," mereka sangat menyayangi Lastri.


"Apa lagi mbak Nina Lastri sudah di anggap adik sendiri," Lastri di belikan motor untuk sekolah.


" Oh ya bu Lastri hampir lupa ini ada titipan dari Mbak Nina. Lastri menyerahkan amplop dari mbak Nina. Kemudian Lastri membongkar tas, ambil oleh oleh.


Membelikan kaos dan celana jins untuk Mas Eko dan Mbak Dwi. membelikan baju koko dan baju gamis untuk Bapak dan Ibunya. Lastri juga membelikan baju koko, kaos, dan celana untuk Catur adiknya Lastri saat ini sudah kelas enam SD.


"Ya Allah Las ini uangnya banyak banget?" ini kamu simpan saja ya untuk kebutuhan kamu."


Uang dari Mbak Mina pas di buka total ada lima juta.


***Bersambung


Like


Coment***

__ADS_1


__ADS_2