MENCINTAI GURUKU

MENCINTAI GURUKU
Part 55


__ADS_3

"Sepertinya gue familier nama itu?" Bayu mengingat ingat nama Lastri.


"Nama siapa malsut lo?" tanya Arman.


"Lastri... kayaknya gue pernah dekat gitu, sama dia." Telunjuk Bayu berputar menunjuk dahinya mengingat tapi masih belum ingat juga.


"Elah lo, Nama Lastri tuh banyak kali? jawab Arman.


"Oh ya gue Ingat..."Gue ketemu di Setasiun, dia jago bela diri, mengalahkan tiga preman sampai kebirit birit. Bayu mengingat ingat tersenyum sendiri.


"Ah lo..." Itusih Lastri yang lain, lastri yang gue kenal nggak bisa bela diri, dia tuh lemah lembut, cantik. Arman membayangkan Wajah kekasihnya, membuat rindunya membuncah.


Ketiga pemuda itu larut dalam pemikiran masing masing. Mereka tidak menyadari bahwasanya terjadi cinta segi enam, seperti yang readher bilang.


Setelah mengintruksi pimpinan projeg pembngunan Ruko, Arman dan ketiga temanya meninggalkan lokasi tersebut. Bayu dan Dimas baru saling mengenal tapi mereka sudah saling akrab.


"Lo ikut main ke Rumah gue ya?" ayo men.." sekali kali. Ajak Bayu.


"Iya Dim lagian sudah lama loh kita nggak ketemu." Arman menimpali.


Mereka bertiga pulang kerumah bayu, menginap di sana, mereka ngobrol panjang lebar bayu membuatkan teh panas, ketiga pemuda itu Anti rokok, apalagi alkohol, jauhkan yang jauh, paling hanya minum kopi itupun tidak sering.


Arman membangun Ruko di pasar rebo, Bayu tinggal di Pasar minggu, Lastri di Cijantung mereka saling berdekatan sebenarnya. Sedangkan Dimas tinggal di bekasi paling jauh.


******


Seminggu berlalu, hari ini hari sabtu, sekolah libur.


"Tri mbak boleh minta tolong tidak?" begitulah Penina, walaupun dengan ART tidak pernah memerintah dengan kasar, selalu minta tolong jika memerlukan sesuatu. Apalagi dengan Lastri Penina tidak menganggap orang orang lain, sudah seperti adik sendiri.


"Boleh mbak, ada apa?"


"Kamu ke Swalayan ya, membeli susu dan keperluan dapur, nanti malam adik mbak mau datang. Biar mbok masak kesukaan dia." kata mbak Nina.


"Baik mbak.." saya berangkat ya."


"Iya hati hati Tri..jangan berantem." Nasehat mbak Nina.


"Hehe ya tergantung mbak..." jawab Lastri enteng. Mbak Nina hanya menggelengkan kepalanya. Lastri mengeluarkan motor dari garasi, yang biasa Ia pakai ke sekolah, dia di fasilitasi motor sama Nina.


Lima belas menit kemudian, Lastri sudah sampai di Swalayan, Lastri menarik troli dan mengambil barang produk yang di perlukan.


Lastri ingin meraih pampers dari Rak atas tapi tidak sampai, kemudian tangan seseorang mengambilkan dan meletakkan di kranjang tanpa memperhatikan wajah Lastri. Lastri menoleh.


"Kakak..." Lastri terbelalak melihat siapa di depanya.


"Lastri..."Bayu tidak kalah kaget.

__ADS_1


"Hai.."kita jodoh ya," bisa bertemu di sini." sloroh Bayu.


"Kamu apa kabar Tri?" Bayu terasa mendapatkan Durian runtuh bisa bertemu Lastri di sini.


"Alhamdulillah kak baik." kakak sendiri apa kabar?" Tanya Lastri lagi.


"Alhamdulillah sehat.." Bayu melirik belanjaan Lastri ke kranjang banyak kebutuhan rumah tangga apa lagi ada pampers, jangan jangan sudah menikah? pikir Bayu.


"Kakak belanja apa ?"


"Ini saya besok mau balik ke luar kota, tapi pengen main dulu kerumah mbak, tapi tidak enak kalau tidak bawa buah tangan.


"Kakak tinggal di mana ?" di pasar minggu."


"Mumpung inget kita tukar nomor ya supaya persahabatan kita berlanjut."


"Oh boleh."


Mereka tukeran no ponsel kemudian menuju kasir.


Lastri belanja habis satu juta, Bayu ingin membayar belanjaan Lastri, tentu saja Lastri menolak.


"Jangan!" ini bukan belanjan Lastri, ini punya bos nanti Lastri di marahi."


" Punya bos, maksudnya?"


Mendengar penuturan Lastri Bayu manggut manggut.


"Makan dulu ya.." saya tlaktir! kata bayu.


" Nggak usah kak, lain kali aja, kalau kelamaan keburu di telepon bos."


"Saya antar pulang ya.." Dengan berbagai cara Bayu masih ingin lama bersama Lastri, tapi lagi lagi Lastri menolak, Bayu akhirnya menyerah mungkin hanya sampai disini pertemuanya dengan Lastri.


"Saya bawa motor kak." Jawab Lastri.


Akhirnya mereka berpisah di parkiran, Lastri mengendarai sepeda motornya, Bayu membuntuti dari belakang, Bayu ingin tau wanita yang di temui ini tinggal di mana. Supaya suatu saat nanti Bayu bisa berkunjung ketempatnya. 15 menit Lastri sampai dan menurunkan belanjaan dari Motor di bantu mbok sarintem.


Bayu terkejut, ternyata Lastri tinggal di Rumah kakaknya, berjuta perasaan singgah di hatinya. ( Bayu lebay)


Lastri segera kedapur meletakkan belanjaan, segera di bereskan mbok Sarintem, Lastri segera kekamar atas sekedar beristirahat sebentar.


"Assalamualaikum.."


"Waalaikumusallam."


"Bagus ya!" disini sudah seminggu baru main kesini ngapain aja lo." Sewot Mbak Nina.

__ADS_1


"Sebenarnya Bayu cuma sebentar di sini Mbak, mengantar teman yang akan buka usaha di sini.


"Nah!" apa lagi hanya sebentar," harusnya kamu kesini dulu dong !


"Iya iya..Mbakku yang cantik..." sekarang kan sudah di sini jangan ngomel terus dong."


"Kapan sampai Bay?" Mas Dadang baru keluar dari kamar.


"Sudah hampir seminggu Mas, gemana kabar Mas?"


"Baik!" Jawab Mas Dadang singkat, memang begitu Mas Dadang orangnya seperlunya, jarang bicara jika tidak di tanya.


Bayu clingak clinguk mencari keberadaan Lastri, dari tadi sosok Lastri belum terlihat.


"Ngapain sih lo?! dari tadi clingukan ?"


"Mbak, tadi ada cewek masuk ke sini?" kemana ya."


" Lastri maksud lo?" istirahat di kamar kali, biar aja dulu." ngapa?" naksir lo, jangan macam lo sama dia, dia sudah gue anggap adik mbak, jadi awas aja lo?" buat dia sampai nggak krasan di sini. Omel Mbak Nina.


"Dia tuh gadis yang aku temui di Stasiun itu mbak , nggak nyangka bisa ketemu disini."


'Gitu, Mbak sudah menduga sebab waktu bertemu pertama kali ciri cirinya persis seperti yang kamu ceritakan."


"Dia punya pacar belum ya mbak?" Bayu penasaran.


"Mana gue tau!" awas..." dia masih kelas satu SMK," biar dia belajar serius, jangan di ganggu! semangatnya luar biasa, itu anak kemarin mendapat juara umum." lalu, di bebaskan SPP sampai enam bulan." hebatkan dia?! mampu bersaing di sekolah itu, padahal kamu aja dulu belum pernah mendapat Rangking. Tutur mbak Nina panjang lebar.


Tak..tak..tak Lastri menuruni tangga, Ia melihat siapa yang sedang ngobrol dengan Mbak Nina.


"Kak Bayu?" Lastri membelalak.


"Hehe iya, saya bilang kita kan jodoh jadi di mana mana kita bertemu. sloroh Bayu.


" Ini adik Mbak, Tri..." yang jahilnya super, jadi ati ati sama dia." canda Mbak Nena.


"Hehe tenang saja mbak berani jahil sama Lastri ada bogem." Lastri mengepalkan tanganya. Mereka tertawa bersama. Lastri segera kedapur ingin membantu Mbok sarintem menyiapkan makan malam.


"Mbak aku kedapur dulu, mau nemui mbok Sarintem, sudah lama nggak ketemu," kangen!" cerocos Bayu.


"Alaah..."bilang aja mau ndeketin Lastri." Alesan lagi kangen sama Simbok. Cibir mbak Nena.


***Bersambung


Like


Coment***

__ADS_1


"


__ADS_2