MENCINTAI GURUKU

MENCINTAI GURUKU
Part 56


__ADS_3

Lastri membantu mbok memasak. Lastri meracik bumbu bumbu, karna sekalian ingin belajar, walaupun bisa masak, tapi hanya masakan sederhana yang di ajarkan oleh Ibunya dulu.


"Apa kabar mbok?" Bayu menyapa mbok Sarintem.


"Eh Aden..." kabar baik Den, Aden sendiri gemana?"


"Alhamdulillah sehat mbok." Simbok dan bayu saling tukar cerita, bayu memang akrab sama simbok, dulu ketika kecil simbok yang mengasuh saat ibunya bekerja.


Bayu melirik Lastri selama ini berharap bisa memandangi Lastri sedekat ini, tapi begitu dekat rasanya lidahnya kelu hanya untuk sekedar berbicara.


"Kamu ternyata sekolah di SMK Al Inayah ya Tri?" Bayu memecah kebisuan.


"Iya kak...Alhamdulillah mbak Nina memasukkan saya kesekolah itu, padahal biayanya sangat mahal."


"Tapi hebat!" loh, kamu bisa juara Umum." Saya dulu juga sekolah di situ, tapi SMAnya.


"Saya juga kenal sama anak SMA Al Innayah. Adnan namanya, kata orang orang anak pemilik Yayasan. Jawab Lastri.


"Oh Iya anak itu sangat pendiam bisanya setiap saya pulang selalu main kesini, cuma saat ini dia tidak tau kalau saya kesini, percuma juga di kasih tau," besok juga sudah balik ke Yokgyakarta.


"Kok buru buru kak" pulangnya?"


" Iya sebenarnya aku hanya mengantar teman, meninjau proyek di sisi.


"Oh gitu."


Mereka ngobrol panjang lebar kadang tertawa tawa, Bayu memang orangnya humoris , jadi betah siapapun yang mendengarkan ceritanya.


Setelah matang, Lastri menata masakan di meka makan, tentu saja Bayu mendadak menjadi rajin. Berkelit kesana kemari mengikuti kemana Lastri bergerak.


Kemudian mereka menikmati makan malam bersama, selama makan Bayu tidak hentinya memandangi wajah Lastri. Mbak Nina yang tau hal itu tersenyum sendiri. Lastri memang selalu makan bareng di meja makan, mbak Nina tidak membeda bedakan status.


"Saya keatas dulu ya mbak, mau belajar dulu."


"Oh ya belajar yang rajin," titah Mbak Nina.


******


Keesokan harinya, Lastri berangkat sekolah seperti biasa, mengendarai sepeda motor.


"Mbak, Lastri sudah berangkat ya? tanya Bayu.


"Sudahlah kan sudah hampir jam tujuh."


" Kok nggak mbagunin aku sih mbak, aku kan mau pamitan sama dia." Bayu kecewa.


"Ah lo makanya jangan di biasakan bangun siang jadi rizkynya di pacok ayam. Titah mbak Nina. "Sudah gue berangkat dulu ya..." mbak Nina kemudian pergi meninggalkan Bayu.


"Lo hati hati di jalan ya Bay?" Rencana naik apa lo? tanya Mbak Nina.

__ADS_1


"Bareng temen mbak, dia masih di bekasi nanti akan menjemput kesini.


Tin ...tiiin.


Bayu keluar, ternyata Arman sudah menunggu di depan.


"Masuk dulu broo." Ajak bayu.


"Lain kali saja, lebih baik kita berangkat. Jawab Arman.


"Ini Rumah siapa Bay?"


"Ini Rumah kakak gue, kalau yang kemarin tuh Rumah Ibu." jelas Bayu. Arman mengangguk.


"Eh ngomong ngomong cewek yang pernah gue temui di stasiun, sekarang kerja di Rumah kakak gue," benar benar jodoh." Bayu tersenyum simpul.


"Trus.." tanya Arman.


" Iya memang jodoh gue, bayangin aja gue ketemu dia di Stasiun, tanpa diduga" lalu gue jatuh cinta pada pandangan pertama." Lalu saat ini, dia kerja dirumah kakak gue." Bayu tersenyum mengingat wajah cantik Lastri.


"Trus.." lo sudah utarain kedia, perasaan lo?" Arman melirik wajah berbinar sahabatnya. Niatnya begitu, mau gue utaraiin perasaam gue." "Ah sial tadi gue kesiangan." Bayu murung.


"Oh dia sekolah Bay?"


Iya..." kakak gue tuh sayang banget sama dia, lalu dia di sekolahin, sama kakak di sekolah swasta yang favorid, tempat gue sekolah dulu." dan yang membuat gue tambah salut dia mendapat juara umum, banyak prestasi yang dia raih. Cerita Bayu panjang lebar.


Mendengar cerita Bayu, Arman penasaran, dia menjadi Ingat ceritanya mirip seperti Lastri pujaanya, tapi kan dia nggak bisa berantem. Monolog Arman.


"Tuh dia," kemarin gue lupa nggak fotoin dia".


Arman dan Bayu melajukan mobilnya pulang ke Yogyakarta, rencana dia nanti gantian nyetir mobil. Arman akan segera mengurus kepindahanya, mengajar di jakarta.


Disekolah.


Kriing..kriing.. bel istirahat berbunyi, anak anak berhamburan keluar.


"Ayo ke kantin, gue pengen baso yang pedas, ajak fera.


"Ayo.." fera melenggang di ikuti Lastri dan Yuyun. Sampai kantin, Yuyun dan fera memesan baso kesukaannya. Sementara Lastri seperti biasa saat ini dia hanya memesan minuman.


"Lo tuh kenapa sih Tri nggak pernah kaya kita kita pesan makanan apa gitu?" Tanya Yuyun.


"Iya... Lastri nggak asyik, timpal fera.


"Sudah kebiasaan, gue tuh dari SMP sebelum berangkat sudah sarapan," jadi tidak merasa lapar ." paling makannya nanti sepulang sekolah."


"Tadi pagi gue juga sudah sarapan dodol! timpal Yuyun. Yuyun memang badanya agak gemuk dan semok.


"Gue juga udah sarapan, selalu makan roti gandum dan minum susu, " timpal fera walaupun makan banyak tapi fera tetap langsing.

__ADS_1


"Gue boleh gabung nggak?" tiba tiba Adnan dan Nando datang.


"Oh silahkan kak, jawab mereka kompakan.


"Kakak mau pesan apa sekalian saya pesenin." tanya fera. fera memang sangat mengagumi Adnan, seperti cewek cewek yang lain."


"Biasa gue soto aja" jawab Adnan dan Nando. Tidak lama pesanan pesanan datang mereka meniknatinya.


"Gue perhatiin lo nggak pernah makan makanan padat, kenapa?" diet ya." Pertanyaan Adnan tanpa jeda.


"Nggak kok kak, ngapain diet menyiksa diri. jawab Lastri.


"Ciee..cieee.. perhatian." Goda fera dan Yuyun.


"Ah lo.." mulutnya pada lemes. kata Lastri.


"Aaah...Adnan! gue cariin ternyata lo di sini?" Angel datang dengan tidak tau malunya duduk di sebelah Adnan.


"Ihh ngapa sih lo duduk ndempet ndempet minggir lo?! Nando memang selalu kesal jika Angel suka godain sahabatnya. Sedangkan Adnan cuek tidak menimpali mereka. Adnan tetap santai menyantap makananya.


Angel melirik Lastri sinis, oh ini ternyata kata orang orang, cewek yang di sukai Adnan, pantas saja dia cantik sih, tapi awas aja kalau sampai merebut cowok gue monolog Angel. Angel mengepalkan tanganya.


"Kakak nggak makan ?" tanya Lastri pada Angel.


"Peduli amat lo! gue mau makan kek! nggak kek!!" Sinis Angel.


Lastri hanya diam, tidak menimpali kata kata Angel.


"Idiih dasar cewek nggak sopan!!" di tanya malah nrocos. Nando kesal.


"Kenapa sih lo?!" jadi cowok mulutnya kayak banci suka nrocos!!" Angel tidak mau kalah.


"Cabut! Adnan menarik tangan Nando tidak melanjutkan makan sotonya yang masih setengahnya, meninggalkan Angel dan kedua sahabatnya.


"Apa lo lihat lihat?! sinis Angel pada Lastri dan kedua temanya. Angel malu di perlakukan Adnan di depan orang ini. Angel melenggang meninggalkan Lastri.


"Jadi itu desas desus cewek yang di sukai Adnan, tunggu aja..." dia akan menyesal berani dekat sama Adnan.


"Sudah lah ngel," nggak usah cari masalah dech! nggak kapok lo sudah dua kali di scorsing. Nasehat Sherly pada sahabat Angel.


**Selamat membaca


Jangan lupa beri hadiah


Like


Coment


*****

__ADS_1


"Doain ya rheadher, akhirnya Buna tumbang juga. Buna mencoba menulis di tempat tidur sambil berbaring, untuk menghibur diri. 💪💪💪**


__ADS_2