
Arman menyimpan kado dari muridnya tidak terasa waktu sudah jam sebelas Ia segera mandi dan berkemas untuk menjemput pujaan hatinya.
Sementara di rumah Lastri, setelah kehebohan tadi pagi, Dwi dan Lastri sudah tampak biasa saja, memang sudah biasa keributan kakak adik dimana mana tidak akan bermusuhan terlalu lama. baru beberapa jam akan berbaikan kembali.
Santi Pov
Aku melihat anak - anak sangat bahagia, meskipun hidup dalam kekurangan, tapi kami saling menyayangi... kadang aku menangis, memikirkan anak anakku yang putus sekolah, tidak seperti teman - teman mereka yang dengan mudahnya mendapatkan apa yang mereka inginkan, dari kedua orang tuanya. sedangkan aku, tidak bisa memberikan apapun kepada mereka. Aku dulu sempat mengenyam pendidikan walaupun hanya sampai SD. tapi aku setelah menikah bertekat untuk belajar, aku mengikuti paket B dan Paket C dan bisa lulus dengan baik. tapi kenapa justru anak - anak ku yang hidup di jaman serba modern , kami sebagi orang tua tidak bisa memberikan yang terbaik. Aku selalu gigih ingin belajar dan terus belajar. Tapi kedua orang tuaku menjodohkan aku. Wataku, kegigihanku, kerja keras, sifatku yang aku miliki semua menurun ke Lastri.
Aku mengikuti perkembangan anak anaku semua aku lakukan sendiri , setidaknya ilmu yang aku dapat bisa untuk mengajari mereka. aku berkomitmen untuk membimbing anak anak walau melalui banyak tahapan yang rumit dan sulit.
Hingga kini, mereka mulai remaja mengalami pubertas, mereka sudah memulai perubahan fisik, tingkah laku, maupun emosionalnya. hingga hormon di usianya sudah mulai menyukai lawan jenis.
Kedua anak didepanku ini, Lastri dan Dwi mereka sudah sama sama mencintai lawan jenisnya.
Kadang aku hawatir anak seusianya masih labil tapi sebagai orang tua aku juga tidak bisa terlalu membatasi, yang penting masih menjaga norma norma agama.
Tadi pagi Lastri minta izin akan pergi jalan bersama Arman, kadang aku di hadapkan 2 pilihan Arman sudah dewasa dia sudah tau apa yang dilakukan orang seusianya. Sedangkan anaku masih terlalu dini untuk mengetahui hal yang tabu.
Tapi di sisi lain aku juga percaya bahwa Arman sebagai Guru dan tau mana yang baik dan mana yang buruk . Di usia Arman yang sudah 25 th dia sudah pantas untuk menuju jenjang yang lebih serius. sedangkan anakku?..kadang aku pusing memikirkan itu semua. aku hanya bisa berdoa semoga anak anaku mendapatkan yang terbaik. dan selalu menjadi orang baik.
Tok..tok..tok
Assalaamu' alaikum
Wa'alaikumussalaam.
"Oh nak Arman", masuk nak..."duduk dulu."
"Lastri ada buu..."
"Ada nak " saya panggilkan dulu yaa..."
Aku masuk kedalam, memanggil Lastri di kamar, dia tadi habis mencuci menggosok mungkin dia capek, aku masuk kedalam kamarnya dia sangat rapih. Memakai kaos longgar dan Celana jins pakaian santai anak muda, aku berdecak kagum anakku memang semua cantik dan ganteng tapi yang satu ini memang paling menonjol, dia pandai memadu padankan pakaian, Ibu Susi sering memanjakan Lastri membelikan baju yang bagus untuk anaku. Bibirnya merah alami tanpa polesan.
"Sudah rapi Las ?. tanyaku.
"Hehe, Ibu disini dari kapan...?
__ADS_1
"Barusan kok," Di cariin tuh sama Nak Arman."
"Oh" dia sudah sampai ya bu..?
"Sudah" kalau mau pergi hati - hati yaa..." . Ingat pesan Bapak sama Ibu." Aku mewanti wanti.Aku menangkupkan kedua tanganku ke pipinya lalu aku menciumnya, Kemudian memeluknya.
"Jagalah tubuh ini jangan sampai ada yang menyentuh" kamu ngerti kan!! maksut Ibu..!? Dia mengangguk.
"Tenang, Ibuku yang cantiiik.....". Ibu percaya dech sama aku." aku berangkat ya buu."
Aku menatap kepergianya selama seminggu ini dia sudah pergi 2 kali dengar Arman.Aku mengikutinya dari belakang.
"Saya pamit bu" Arman menangkupkan kedua tanganya.
"Hati hati nak Arman," jaga anak Ibu" pulang jangan kemaleman yaa." pesanku kepada mereka.
Author pov
Arman dan Lastri pergi ke wisata embung, mereka duduk di bibir Danau sambil menikmati cemilan yang di borong Arman, di Mini market waktu berangkat.
"Disini Indah juga tempatnya ya Pak." Lastri senang, selama ini dia jarang menuju tempat wisata.
"Oh, dimana Pak...?
"Di sini" di hati aku...! Arman menunjuk dadanya.
"Iiihh Pak Arman!" serius nih" Lastri mencubit tangan Arman. hehe , yang di cubit hanya terkekeh.
"Heemm, sudah berani cubit cubit sekarang ya?"
"Lagian! Pak Arman nyebelin! Lastri pura pura marah padahal hatinya membuncah."
"Nyebelin, tapi suka kaan...? Ayo! kita kesana" Arman menarik tangan lastri dan naik di atas Rumah Pohon.
"Waaa...bagus bangeeett..."bisa lihat kemana mana...? Lastri kegirangan. Lastri berdiri matanya trafeling kemana mana, Arman juga Ikut berdiri di selahnya. "Benar benar Indah" aku suka..." Kata Lastri.
"Aku mempunyai tempat yang paling Indah." yang ingin setiap saat aku kunjungi ," Arman melirik kesamping tersenyum kecil membuatnya semakin kereen.
__ADS_1
"Dimana...? Lastri mulai penasaran.
"Di sini." Arman menunjuk mata Lastri" dengan santainya. Lastri menunduķ meyembunyikan rasa malunya, dia seperti di awang awang saat ini.
"Ichhh." gombal terus" Lastri mencibir membuat Arman makin gemas. Begini ya?" waktu Bapak menemani mantan dulu" pasti selalu gombal."
"Stop..!! jangan bahas orang lain" kita lagi berdua.! Arman menatap Lastri tajam.
"Eh eh." Iya maaf " Melihat tatapan Arman Lastri menjadi takut.
"Ayo" kita cari makanan yang hangat." Arman menggandeng tangan Lastri. Ini pertama kali mereka bergandengan, Arman melirik wanita di sebelahnya. selama ini dia sama sekali tidak mau di gandeng, jangankan di gandeng, di sentuh saja tidak mau.Entah sengaja atau tidak Arman meremas tangan Lastri. Lastri baru sadar lalu melepaskan tangan Arman.
Mereka kemudian menuju kedai Baso. Arman memesan 2 mangkok baso dan 2 gelas jahe mereka menikmati hidangan yang tersedia.semakin sore Angin makin kencang menusuk pori pori kulit.
"Aaa..." Arman ingin menyuapi Lastri" Ayo doong..." pleas...
sekali aja." Lastri menerima suapan Arman jangan ditanya Lastri mukanya sudah tersipu malu. setelah menyuapi Lastri , Arman memasukan ke mulutnya sendiri. Lastri terbelalak kaget.
"Itukan !" bekas aku Pak."
"Iya terus..." kenapa kalau bekas kamu ?" Lastri makin tersipu.
" Jangan panggil aku pak kek." jadi kaya aku jalan jalan sama anakku," Arman mulai tidak nyaman sebab ini bukan di sekolah.
"Hehe" terus aku panggil apa?" tanya Lastri. "Panggil Mas dong!.
Setelah menikmati Baso dengan romantis, Arman membawa Lastri berkeliling di taman ( tapi Arman tidak memetik bunga mawar seperti di lagu loh soalnya bunga ini tidak boleh dipetik kwek kwek kwek )
"Puas main di taman, mereka menuju ke pusat oleh oleh. Arman membelikan Lastri banyak cemilan. Mereka memilih Topi buat Arman dan juga membeli gelang cuple untuk mereka ,Tidak Lupa, Arman mengabadikan di setiap momen, jepretan jepretan yang lucu Arman sengaja mematikan ponselnya karna i tidak ingin di ganggu.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mengikutinya sejak tadi.
Happy reading
**Jangan lupa.
Like
__ADS_1
Coment**