MENCINTAI GURUKU

MENCINTAI GURUKU
Part 41


__ADS_3

Lastri kembali kerumah segera memasak mie instan, supaya ada sayuranya Lastri mencampurnya dengan kubis. Setelah matang Lastri segera membawanya ke meja makan dan memanggil Nengrum. sebenarnya Lastri tidak berani makan mie instan yang sedari pagi perut belum terisi, tapi apa boleh buat sekali kali tidak apa apa.


*******


Dirumah Arman sudah dari kemarin sore Arman masih belum mau keluar kamar, Ibu Sulis sangat hawatir. akhirnya pak Burhan yang turun tangan.Selama ini hanya Pak Burhan yang bisa bicara dengan Arman dari hati kehati jika sedang ada masalah. Pak Burhan terpaksa mencongkel kamar Arman dengan linggis. Setelah terbuka Pak burhan mengisyaratkan agar Istri dan ARTnya meninggalkan mereka berdua.


Pak Burhan masuk melihat kamar Arman yang sudah berantakan seperti penghuninya, karna Arman lebih berantakan dari kamarnya.


"Haii..kenapa anak muda? Pak Burhan selalu memanggil anaknya begitu ketika anaknya sedang tidak baik.


"Cerita Sama Ayah," apa yang terjadi? Pak Burhan membelai kepala anaknya.


"Ayaah..huu..huuu..Arman bangun dan memeluk Ayahnya menangis tergugu seperti anak kecil yang minta mainan tidak di belikan. "Ibu Ayaah..


"Apa lagi yang di lakukan Ibumu? Kemudian Arman menyerahkan hp kepada Ayahnya.


Ayah terbelalak setelah melihat kelakuan Istrinya yang tidak punya perasaan.


"Sudah, jadi laki laki tuh" jangan cengeng." temui Lastri dan bicarakan. Pak Burhan menyemangati anaknya. Arman hanya menggeleng lemah.


"Masalahnya dia sudah pergi Yah.." Arman meremas rambutnya yang sudah acak acakan.


"Pergi kemana dia?" Arman menggeleng kembali.


"Sudah, sekarang kamu mandi terus makan." nanti kita bicarakan kembali. Arman menuruti kata kata Ayahnya, Dengan lesu Arman meraih handuk menuju kamar mandi, setelah mandi dan shalat dzuhur. keadaannya lebih tenang.


Di dalam kamarnya Pak Burhan sedang mengintrogasi istrinya. Pak Burhan kecewa pada Istrinya. Pak Burhan merasa gagal mendidik Istrinya selama ini Istrinya selalu egois dan tidak pernah menjaga lisanya, supaya tidak menyakiti banyak orang.


"Apa maksut Ibu melakukan semua ini? Pak Burhan membentak Istrinya.


"Koreksi diri bu..!! memang siapa Ibu sebelum bertemu dengan Ayah?" Jangan suka sombong." Aku bekerja keras selama ini hanya untuk anak anak" dan Alhamdulillah" Anak anak bisa tercukupi secara materi." tapi Ibu justru merusak semuanya.


"Apa masih pantas jika saat ini Ayah menasehati Ibu? yang sudah setua ini ?" Tidak...! Ibu bukan anak SD yang masih perlu nasehat. Tapi selama ini Ayah tidak bosan! kita sudah tua bu sudah waktunya Ibu bertaubat. Pak Burhan kesal dengan istrinya selama ini selalu susah di atur.


******


Malam hari Tante sri sudah pulang kerumah semua sudah kumpul kecuali om Bambang.


"Las kamu masak buat makan malam!! perintah tante. Tante menyerahkan sayuran dalam kresek.

__ADS_1


Lastri segera ke dapur meracik sayuran saat ini sudah jam 20 malam.


"Jangan pakai lama Las" kalau kerja tuh yang cepat! omel tante, Lastri hanya diam tidak menyaut karna membela diripun percumah.


Latri masak ayam hanya ada 5 potong dan membuat sayur sop. setelah selesai ia menyiapkan di meja makan. jam sembilan malam baru selesai masak.


Tidak lama Om Bambang pulang duduk di kursi dan melepas sepatunya.


"Kamu betah disini Las? Tanya Om bambang yang masih sibuk membuka sepatunya tanpa menatap Lastri.


"Hehe mudah mudahan betah om." jawab Lastri berbohong.


"Kok mudah mudahan? tanya Om lagi.


"Ya kan baru sehari Om,belum tahu apa yang akan terjadi besok." Jawab Lastri.


"Maksutnya? Om Bambang kali ini mendongak menatap Lastri, mencari kejujuran di matanya.


Melihat tatapan om Bambang Lastri menunduk. Om berdiri dan beranjak ingin membersihkan diri tapi berhenti disampaing Lastri.


"Kalau ada apa apa bilang om ya" jangan sungkan. Titah om Bambang.


Lastri hanya berdiri dan menyaksikan keluarga itu menjadi ingat keluarganya di kampung.


"Duduk sini Las makan bareng.." kata om Bambang.


Tante menatap Lastri tajam memberi isyarat agar tidak duduk di meja makan.


"Iya, sini dong makan Bareng ? ajak Nengrum.


"Siapa namanya? tanya Erna anak pertama om bambang.


"Lastri mbak. Ternyata anak om Bambang pada baik tapi Tante kok galak , mungkin anaknya ambil sifatnya Om.


"Nanti kalau daftar sekolah Lastri di ajak bareng ya neng" biar dia satu sekolah sama kamu, dia tidak punya kenalan siapa siapa," jadi kalian harus menyayanginya. Titah Om pada anak anaknya.


Tante Sri mbrengut kesal, tapi kalau ada suaminya tante Sri tidak berani bersuara.


Semua sudah selesai makan. Lastri membereskan piring dan mencucinya. Lastri ingin makan yang ada tinggal kuah saja, tapi tidak apa lah tadi siang hannya makan mie instan.

__ADS_1


"Las kesini! panggil tante. Lastri meletakan piring yang belum sempat terisi nasi, ia mengikuti tante ke kamar tamu.


Tante merebahkan tubuhnya di kasur.


"Pijit betisku! perintahnya tanpa dosa. Padahal saat ini sudah jam 11, Lastri mendengus kesal ia baru tau ternyata Istri Omnya adalah wanita yang kejam dan tidak punya perasaan.


"Cepat dong! tunggu apa lagi?" kemudian Lastri mulai memijit kaki tante menggunakan sisa tenaganya yang sudah habis terkuras tadi siang.


"Yang keras dong! kamu tuh tenaganya lembek amat sih.!! Lasti menekan lebih keras, tes air mata hanganya menetes di betis tante.


"Gak usah nangis cepat pijat yang keras. !!.Omel tante.


Waktu mununjukan jam 12 malam Lastri merilik muka tantenya ternyata sudah tidur. Lastri bangkit pergi tanpa menoleh ada perasan takut kalau tantenya memanggilnya kembali. Biar bagaimana ia harus istirahat untuk memulihkan tenaganya yang sudah terkuras.


Selesai dari kamar mandi menggosok gigi Lastri bergegas menuju kamar menguncinya dan menjatuhkan tubuhnya kekasur. Terpaksa makan malam pun ia lewatkan. Lastri tidak lagi bisa menahan air matanya.


Beginilah perjalanan hidupku entah apa yang akan terjadi besok atau lusa semuanya hamba pasrahkan kepadamu ya Allah.


Lastri memejamkan matanya, hingga terlelap.


Jam 3 pagi Lastri terbangun duduk sebentar perutnya terasa perih tapi ia abaikan.


Lastri kembali bergelut dengan cucian pokoknya harus cepat sebab jam 7 sudah harus bekerja di warteg.


Pagi ini Lastri sudah seperti tidak mengenal lelah semua ia kerjakan dengan cepat, mencuci, membuat sarapan dan beres beres.Lastri berpikir kalau hari ini membantu tante di warteg lalu kapan ia akan menggosok baju ini untung gosokan kemarin kemarin sudah ia selesaikan tadi siang.


Tepat jam tujuh Lastri sudah siap ikut berangkat ke warteg.


"Lastri mau kemana tanya? Om yang sudah siap dengan baju kerjanya.


"Biar bantu bantu di warteg pah." jawab tante.


"Jangan suruh kerja di warteg lagi Bu." kasihan dia kan" sudah mengerjakan pekerjaan di rumah!!. kata Om menatap Istrinya tajam.


SELAMAT MEMBACA


Jangan lupa


Like

__ADS_1


Coment


__ADS_2