
Aku dan kak bayu menikmati bakso,setelah selesai kereta yang akan aku naiki sudah datang. Padahal aku berencana naik kereta yang ekonomi saja, eh ternyata kak bayu membeli yang Eksekutif.
"Dek Tri, sebenarya tujuanmu kemana," saya boleh minta alamatnya? Aku bingung mau jawab apa, mataku melirik Kak Bayu, dia memang benar benar ingin tahu. Aku hanya menggeleng.
"Atau gini aja? saya minta nomer hp mu, tukeran aja dech." dia sangat penasaran. lagi lagi aku menggeleng. Aku menunduk, walau kak Bayu terlihat orang baik, tapi untuk cerita kepadanya aku rasa tidak mungkin!
"Saya nggak punya hp kak "
"Ach masaak..Bayu menyipitkan matanya, dia pikir Lastri berbohong, cewek yang di minta no hp alasan seperti itu sudah biasa. pikirnya.
Sampai di Stasion tanah abang, ternyata sudah sore, karna drama perkelahian di Stasiun tadi.
"Kamu mau kemana Tri ?" dia mengikutiku.
"Oh emm nanti ada yang jemput kok kak," aku berbohong.
"Kamu yakin" ada yang jemput?
"Iya kak!.
Bayu pergi melambaikan tanganya, sekali sekali menoleh, seperti tidak tega tinggalkan aku.
Sebelum keluar Stasiun, Aku Shalat Ashar di mushala kecil dan sekalian numpang mandi di toilet Stasiun,sebentar bentar ada yang mengetok ketok, karna toilet memang Antri. Entah boleh atau tidak aku mandi di sini," yang penting aku sudah selesai dan keluar dari toilet.
"Woi !.. lama amat sih di kamar mandi.! pekik wanita tomboy yang terburu buru masuk mungkin sudah kebelet, kasihan juga dia."
Aku keluar dari Stasiun dan jalan kaki, tidak lama, aku Lihat ada pasar, aku mendongak plang besar bertuliskan pusat grosir pasar Tanah Abang Jakarta pusat. Oh ini pasar Tanah abang yang sering aku lihat di televisi.
Aku berjalan menuju pasar, aku bertanya kepada para pedanggang dari Toko pakean sampai ke penjual gorengan, barang kali ada yang membutuhkan pekerjaan. Tapi semua tidak ada yang butuh.
****
__ADS_1
Kita tinggalkan Lastri dahulu.
"Assalaamualaikum"
"Waalaikumussalam"
"Bay..ngapain lo kesini ? Dia adalah Bayu yang menemui kakaknya di salah satu Bank swasta.
"Gue dari bekasi tadi mbak."
"Trus ngapain lo kesini," bukanya langsung kerumah?" Tanya kakak Bayu.
"Trus kenapa tuh lengan lo, habis berantem lo," mau jadi jagoan" iya?" Crocos kakak bayu.
Bayu PoV
Aku tadi dari bekasi, dari rumah teman menginap di sana. Sebenarnya aku membawa mobil, karna mobil ada masalah, aku masukan kedalam bengkel. Aku berangkat subuh tadi. Dari bengkel aku mampir di salah satu Masjid, menunakan shalat subuh. Aku melihat gadis cantik menenteng tas pakaian, dan Tas kecil di slempang di pundak.
Aku terus mengamati dia, sampai dia di serang para preman, sebenarnya aku ingin membantu, tapi aku amati dulu sampai dimana,? Aku takjub melihat pertarungan gadis itu sampai kedua preman bisa terkapar. Salah satu preman menghunus pisau dari kantong. Aku segera bangkit membantunya.
Ketika dia mengobati lukaku jantungku berdebar debar tidak karuan. Sebenarnya tujuanku bukan Ketanah Abang. Melaikan ke Pasar rebo jakarta Timur. tapi aku ingin mengikuti gadis itu ke Tanah Abang, toh kakak ku juga kerja di sana pikirku.
Bayu PoV and
"Begitu mbak ceritanya? kalau mbak tau bagaimana dia tadi melawan preman biuh. takjub mbak. Bayu mengacungkan jempolnya dan memamerkan gigi putihnya. Pikiranya masih berkelana, bayangan gadis itu berputar putar di kelopak matanya.
"Gila lo ya" jadi lo ngikutin gadis itu sampai sini? dasar bucin lo." Trus..gadis itu tinggal di mana? pertanyaan kakak bayu tanpa jeda.
"Itu dia mbak, tadi gue pisah di Stasiun, katanya mau di jemput kakaknya.
"Sudah!" mau pulang gak lo," bukanya lo besok berangkan ke Yogyakarta ya.?
__ADS_1
Bayu mengikuti kakaknya pulang, sebab dia akan bersiap siap jam 5 pagi harus check in di Bandara Halim Perdana Kusumah. Sedangkan mobilnya di bengkel sudah di tempat yang aman sebab pemilik bengkel temanya sendiri.
****
Adzan Magrib berkumandang, sang surya tenggelam, menyibak tirai malam. Lastri masih berada di situ, sepanjang sore hingga magrib, putar putar cari kerjaan. Lastri ambil air wudhu dan shalat magrib di mushala tersebut.
Malam menjelang, Lastri merogoh saku, uang 200 rb yang ia selib kan di kantong baru terpakai 5 rb untuk sarapan tadi pagi. sedang ongkos dan makan siang Bayu yang bayar. Dia harus hemat biar bagaimana dia tidak tau apa yang akan terjadi esok.Lastri membeli nasi warteg, Nasi, lauk tempe dan sayur kangkung seharga 8 ribu.
Malam telah larut, banyak gelandangan yang tidur di emperan Toko. Begitu juga dengan Lastri, ia ikut tidur berbantalan tas pakaian. Tepat dini hari dia terbangun karna terasa tubuhnya ada yang mengusik.
Tas yang dia gunakan untuk bantalan di tarik oleh seseorang. Lastri terjaga, laki laki bertubuh krempeng ingin memgambil sesuatu dalam tas tersebut. Dengan sigap Lastri menarik tasnya.
Laki laki itu menatap Lastri tajam, Lastri tidak mau kalah. Laki itu seperti pecandu alkohol badan kurus mata cekung, muka beler dan rambutnya acak acakkan.
"Serahkan tas lo ! bentak laki laki itu.
Lastri waspada, laki laki seperti dia tentu tidak ada apa apanya, yang Lastri takutkan jika laki laki itu membawa senjata tajam. Laki laki itu ingin menarik tas Lastri tapi tenaga Lastri lebih kuat.
Terjadilah tarik menarik antara Lastri dan Laki laki itu.
"Serahkan tas lo.! atau gua habisin lo.! pria itu ingin memberikan bogem, tapi Lastri mengelak kesamping, kepalan tangan itu meninju tembok, dan darahnya muncrat.
"Awas lo tunggu pembalasan gue.! Pria itu pergi meninggalkan Lastri dengan tangan berdarah.
Lastri duduk bersandar di tembok di emperan Toko sambil membekap tasnya. Ia harus cari solusi dia tidak mau seperti ini terus, besok dia akan pergi ke perkampungan, mencari tempat cots dia berencana, siang harinya akan berjualan minuman di Lampu merah. Jualan AQUA cukup modal 50 ribu pikirya. ia harus pergi dari tempat ini.Walau bagaiman dia seorang wanita, dan sekuat sekuatnya wanita tetaplah hanya srempilan tulang laki laki. Lastri merenung dan tetap terjaga hingga Adhan subuh. Semoga pagi ini awal yang baik untuk dirinya itulah untaian doa shalat subuhnya.
SELAMAT MEMBACA
MOHON TINGGALKAN JEKAK
Like
__ADS_1
Coment