
" Pak tawaran Om bambang tempo hari apa masih berlaku?.
"Masih Las, kemarin dia telpon Bapak! ingin memastikan kamu bersedia atau tidak?. Aku mengangguk.
"Baik Nak, kalau sudah setuju" nanti Bapak telpon Om Bambang."
"Apa sudah kamu pikirkan nak?" Ibu Santi berkaca kaca, ia tidak rela jika anaknya harus meninggalkanya.
"Saya sudah pikirkan Pak, Bu, mohon doanya yaa?.
Mas Eko dan Dwi hanya diam mereka sibuk dengan pikiran masing masing. Setelah makan malam, Mbak Dwi masuk kamar, sementara Mas Eko dan Lastri menuju saung depan.
Langit mendung menutup indahnya bulan seperti perasaan Lastri saat ini namun ia tetap bersabar menghadapi semua kesulitan dalam hidupnya.
"Yakin dek kamu mau ke bekasi?, tapi Mas gak mau dek kamu pergi ninggalin Mas.
"Iya Mas, aku sudah pikirkan matang matang."
"Maaf Mas hanya ini jalan keluarnya.." Lastri menunduk menutup kesedihannya.
"Katakan dek" apa yang terjadi?. Mas Eko tahu adiknya sedang banyak pikiran..."Dek kamu sudah tidak percaya sama Mas.." ada pundak Mas dek," untuk bersandar dan mengurangi beban pikiranmu."
"Hiks...hiks..hiks.
Lastri menangis tubuhnya bergetar, memeluk Mas Eko dengan erat, Ingin menumpah kan segala kegundahan hatinya. Mas Eko menghapus air matanya dan memeluknya lebih erat. Lastri menyodorkan ponselnya. Mas Eko langsung membuka Vidio dan foto foto Arman dan Ibunya.
"Sudah jangan nangis.., Pak Arman bukan orang seperti itu," mungkin ini hanya salah paham dek.
******
Keesokan harinya Lastri diantar Doni melihat Ruko tempat menjahit Bu Susi.
Sampai ditempat, Lastri di beri kejutan oleh Ibu Susi. Ruko yang lumayan besar sudah ada 12 karyawan disana, masing masing sudah ada tugasnya. Belum termasuk tukang bersih bersih dan Satpam. Semua karyawan sudah mengenal Lastri karna mereka penduduk kampung tersebut.
"Ayo sekarang ikut aku," Mas Doni menarik tangan Lastri kesebelah ruko.
Lastri diberi kejutan kembali, Ruko berkaca yang lebih besar. Toko pakaian yang begitu lengkap di bagian papan depan bertuliskan( Lastri Busana ) Lastri benar benar di sayang Sama Ibu susi sampai namanya di pakai buat toko pakaian itu artinya Ibu Susi sudah begitu lama menyayangi Lastri.
"Gemana kamu suka Las?. tiba tiba Ibu Susi datang menepuk pundak Lastri. "Ini semua buat kamu Las, semua pakaian yang di dalam Toko ini hasil dari jahitan sendiri, kamu yang mengelola Toko dan jahitan ini nanti akan jadi milik kamu. Ibu percaya sama kamu Las.
"Maaf bu bukan saya menolak tapi saya belum mampu untuk bertanggung jawab." sebaiknya Ibu percayakan pada orang yang lebih mampu.
Sebab Lastri sudah membulatkan tekatnya untuk meninggalkan Desanya. Tapi tidak akan memberitahu keluarga Bu Susi karna pasti akan melarangnya. Lebih baik berdiri di kaki sendiri dan tidak menyusahkan orang lain.
Merantau adalah pilihan berhasil atau tidak tergantung nasip, yang penting harus merubahnya.
*****
Seminggu berlalu acara perpisahan pun tiba di adakan 7 kelas 3 masing masing kelas 38 siswa.
Lastri sebelum memasuki Aula bertemu dengan Dimas.
"Mas Dimas?,
"Kamu? Dimas dan Lastri saling tunjuk.
"Mas wali siapa ya...,
"Dina..kamu kenal Dina..?
__ADS_1
"Kenal Mas dia kan sekelas sama saya.."
Saya duluan ya Mas..salam buat Dina takut nanti tidak bertemu. Lastri berlalu meninggalkan Dimas. Dimas masih terpaku melihat kepergian Lastri dengan dada yang berdebar debar.
Sementara Arman melihat sahabatnya mengapa Dimas bisa kenal dengan Lastri hanya bertanya tanya dalam hati. sebenarnya Arman ingin mendekati mereka tapi hubuganya dengan Lastri sedang tidak baik jadi lebih baik diam.
Pihak MC memberikan susunan acara.
"Assalaamu, alaikum warahmatulloh wabarokatu..Salam sejah tera untuk kita semua salam hormat kepada kepala sekolah bapak Ibu guru...orang tua murid ..dan...bapak ibu tamu undangan..dan teman temanku yang berbahagia..Alhamdulillah Allah telah memberikan kepada kita semua kesempatan untuk berkumpul di acara perpisahan sekolah.
Setelah pembukaan di adakan pembacaan ayat suci Al,Quran yang di bawakan oleh salah satu perwakilah kelas C beserta penerjemah.
Sambutan dari bapak kepsek.
Di lanjutkan dengan pentas seni tarian daerah dan puisi. dan bernyanyi.
Seni tari di tampilkan dari perwakilan beberapa kelas campuran.
"Acara selanjutnya.. kita akan panggilkan." penyanyi kita yang sudah tidak asing lagi...," SULASTRI..
"Kita berikan tepuk tangan untuk Sulastri dan pemain gitarnya Widodo...MC memberikan kesempatan.
Lastri naik kepanggung dan membungkuknya kepala.
"Terimakasih sudah memberi kesempatan kepada saya..,saya akan menyanyikan sebuah lagu" sebenarnya lagu Ini cocok dinyanyikan oleh seorang pria mungkin ada teman laki laki yang ingin bergabung dengan saya..? Tapi tidak ada satu anak pun yang ingin maju kedepan.
"Atau pak Guru mungkin..? Lastri memandang Guru satu persatu Lastri tau sebenarnya pak Armam yang mempunyai suara bagus tapi kali ini Lastri tidak peduli. Lastri sudah memberi kesempatan tapi tidak mau naik ya sudahlah Akhirnya Lastri mengajak pak Irfan naik kepanggung. jangan di tanya Pak Arman sudah ingin protes tapi tetap di tahan.
"jreng..jreng..jreeng
Resah dan gelisah menunggu disini.
Ingin berjumpa denganku walau mencuri waktu
Berdusta pada Guru.
Malu aku malu pada semut merah
Yang berbaris di dinding menatapku curiga
Seakan penuh tanya," sedang apa disini?"
"Menanti pacar," jawabku.
Sungguh aneh tapi nyata, takkan terlupa
Kisah kasih di sekolah dengan si dia
Tiada masa paling indah
Masa masa disekolah
Tiada kisah paling indah
Kisah kasih di sekolah
"Tepung tangan semuaaaa...itulah penampilan dari teman kita Sulastri dan Pak Irfan.
Acara di lanjutkan dengan sambutan Wali kelas yang di wakili Pak Arman.
__ADS_1
Sambutan dari perwakilan wali murid yang di wakili Adimas.
Sambutan dari ketua Osis.
Menyanyikan lagu perpisahan dari beberapa perwakilan kelas yang di pimpin salah satu siswi
Dan saat ini membaca puisi yang di bawakan oleh Lastri.
Langit biru tertutup awan kelabu.
Hati sunyi nan sepi
Karna cintamu telah pergi.
Terpuruk seorang diri
Mendung gelap gulita
sunyi sepi terasa
Merenung separuh jiwa
Karna cintamu telah tiada
Angin semilir menyejukan raga
Namun tak dapat aku genggam
Seperti cintami yang telah hilang
Kilatan guntur menyala indah
Namun dapat meruntuhkan kokohnya menara
Seperti cintamu yang telah mengikis harapanku
Hatimu mulai lelah
Raut wajahmu berubah
Temaram di akhir kisah
Puisi ala authorš¤£
Arman menatap Lastri sendu.
Yanty dan Resty menangis sebab mereka yang tau kisah sahabatnya semua yang hadir larut dalam tangis walaupun mereka tidak tau maksut puisi ditunjukan untuk siapa.
Dimas tercengang ia mulai tau apa yang terjadi antara sahabatnya dan wanita yang di cintainya Dimas rela Lastri bersama Arman asalkan bahagia tapi sepertinya tidak demikian.Entah ia harus senang atau sedih semuanya membaur memjadi satu.
Lastri tidak kuat menahan tangis ia turun dari panggung dengan linangan air mata. Tidak tahan lagi Lastri keluar dari aula tidak menunggu acara selesai..Arman rasanya ingin mengejar tapi itu tidak mungkin karna dia harus jaga sikap di depan anak anak dan Guru yang lain.
**Selamat membaca
Mohon
Like
Coment**
__ADS_1