
Sampai di kantin biasa aku hanya pesan Ic teh manis, lain dengan ketiga temanku ia selalu memesan makanan berat.
Kami sedang tertawa - tawa candaan Widodo selalu membuat kami tergelak.Kami melihat bu Arshi tunangan Pak Arman menuju kantor SMP entah ada keperluan apa aku tidak tau..
Yanti menyikutku, mengkode supa aku melihatnya..tapi aku masa bodo tidak peduli itu bukan urusanku.
Tak lama kemudian pak Arman dan Bu Arshi keluar berjalan dengan tergesa - gesa..Pak Arman menatapku,ia memberikan senyum terbaiknya aku memalingkan wajah walau bagaimana, ada rasa tidak rela di hatiku melihat ia berjalan sama bu Arshi.
Padahal kalau di pikir - pikir aku yang egois, tau kalau pak Arman sudah bertunangan. sebenarnya aku ingin membuang jauh rasa ini, tapi aku manusia biasa yang punya perasaan , pertemuan pertemuan yang tidak bisa aku hindari membuat perasaan ini makin tumbuh subur..
Siang datang menjelang sore, aku menuggu pak Arman agak jauh dari sekolah, karna selama aku sakit pulang pergi selalu bersama pak Arman.
Biasanya aku pulang jam 5 sore karna ikut bimbel, tapi kali ini tidak ada bimbel jadi jam 2 aku sudah pulang..
Aku menuggu pak Arman sudah 3 jam 😕😕😕 tapi belum ada tanda - tanda pak Arman menjemput, Huh kalau aku tadi jalan kaki pulang sudah sampai 2 jam yang lalu..
Aku kembali lagi kesekolah keadaan sudah sangat sepi, aku memberanikan diri mencari pak Armam di SMK, aku baru ingat kalau tadi, pagi pak Arman seperti ada acara di sini, mungkin acaranya belum selesai.
"Terpaksa aku kekantor mungkin ia masih di sana pikirku, sebab di tempat lain sudah sangat sepi, sampai di depan kantor aku mendengar sayup sayup laki - laki dan perempuan sedang berbincang..
Kebetulan pintu kantor tidak di kunci tok tok tok
Aku mengetuk tiga kali tidak di buka, aku buka pintu kantor yang hanya terbuka sedikit..
Aku melihat pemandangan yang mengejutkan Bu Arshi sedang memeluk pak Arman dari belakang, hub, aku membungkam mulutku sendiri mata suciku ternodai,, aku mundur tidak sengaja kursi di belakangku jatuh...Gubraak..Pak Arman dan Bu Arshi menoleh ke arahku..
Aku putar balik berlari sekuat tenagaku, suara nyaring sepatuku menggema, karna keadaan memang sangat sepi..
Dadaku terasa sesak tapi mencoba untuk tidak menangis di depan aku melihat tukang kebun masih membersihkan rumput..
"Permisi pak," tukang kebun menoleh ke arahku, "eh si adek kok belum pulang, tukang kebun berdiri jalan ke arahku..pulang sendiri dek? tanya tukang kebun.
"Iya pak.
" Weh ayu - ayu kok muleh dewe wes wanci magrib nanti di culik colong wewe loh..hehe.
__ADS_1
"Bapak bisa aja.kataku.
"Hemm ..suara dehem ternyata pak Arman sudah berdiri di belakangku, dia menarik tanganku dengan kencang, membawaku ke parkiran saking kencangan tanganku sampai memerah..
Aku mengibaskan tanganya, pak Arman memutar badanku, aku hanya menunduk, menahan air mataku..
"Maaf ," katanya..
"Maaf untuk apa,? tanyaku.
"Semua tidak seperti apa yang kamu lihat,"
Aku menghela napas , berbalik badan menuju pagar, tangan kananku aku rentangkan di pagar..
"Tidak apa - apa pak, hubungan antara kekasih adegan seperti itu sudah biasa, sudah bukan hal tabu bagi orang dewasa seperti Pak Arman..apalagi pak Arman sudah menuju ke jenjang yang lebih serius.
"Hanya saja jika ingin melakukan seperti itu- lakukan ditempat yang pripasy pak..
Aku segera berlalu meninggalkan pak Arman, ia.hanya bengong seperti sapi ompong..
Pak Arman mengejarku.
Dalam membina hubungan, kecocokan satu sama lain adalah hal yang penting..tidak hanya itu hubungan perlu di rawat , karna cinta saja tidak cukup untuk menjaga sebuah hubungan..
Pak Arman menuntunku, menuju motor , ia melajukan motornya tapi bukan ke arah pulang,
"Mau kemana ini pak sebaiknya kita pulang sebentar lagi magrib, lataku.
"Tenang aja dekat mushola kok," nanti kita shalat di situ saja titahnya.
"Nanti Ibu mencariku pak," padahal itu hanya alasanku saja, karna aku sudah lelah berdebat denganya..
"Ibu tidak bakal nyari kamu soalnya kan tahu kamu perginya sama aku..huh andai ibu tau kelakuanmu pak Ibuku tidak akan mengizinkan aku pergi sama kamu.
"Ibumu saja selalu percaya sama aku , tapi kenapa kamu sulit untuk mempercayaiku?
__ADS_1
Aku tidak mau lagi menimpalinya apa lagi kami berada di atas motor yang harus teriak - teriak..
Kira - kira 10 menit kami sudah sampai ternyata ia membawaku ke taman,
Aku duduk di kursi panjang di susul Pak Arman, ia duduk di sampingku kami hanya saling diam, meskipun tempat ini indah, rasanya sudah tidak menarik bagiku, yang aku ingin hanya pulang dan menumpahkan air mataku yang sejak tadi sudah aku tahan..
Walaupun tempat tidurku kasurnya sudah lepek dan gepeng, yang tidak layak untuk di pakai, tapi kenyaannya bisa membawa mimpi indah..
Pak Arman turun dari kursi dan jongkok di depanku, Ar aku minta maaf..pleass..
Aku menatap matanya berkaca kaca, seperti banyak kesedihan, ingin rasanya aku menangis tapi lagi - lagi aku harus menahanya, aku berdiri memunggunginya, ia ikut berdiri menyejajariku..
"Marah untuk apa Pak, kapan selama ini saya pernah marah, bukankah bapak yang selalu marah - marah, malah kadang saya bingung apa sebabnya..Saya selama ini selalu memahami, tapi lama - lama saya capek..pak..hiks hiks..
"Pak Arman harusnya bisa bedakan antara hubungan murid dan Guru, atau sama kekasih bapak, Selama ini pak Arman punya masalah sama tunangan bapak kan," tapi saya selalu Bapak jadikan pelampiasan kemarahan hiks hiks..
Airmataku tidak lagi bisa aku bendung.
"Dulu sebelum saya kenal bapak saya bebas bergaul dengan siapapun dengan mas Doni dengan pak Irfan dan masih banyak lagi, memang aku belum dewasa pak tapi saya bisa jaga diri untuk menjadi dewasa aku tidak harus menunggu usiaku 25 th..
"Aku tahu batasan untuk berteman karna bapak saya selalu mengajariku sejak kecil dengan norma norma Agama dan perlu bapak tahu, aku bukan bu Arshi yang biasa peluk sana sini..aku juga bukan munafik aku manusia biasa yang mempunyai nafsu, tapi Insyaallah saya akan menjaganya..
Pak Arman hanya diam entah apa yang ia pikirkan ,besok tidak usah antar jemput saya,saya bisa pulang pergi sendiri..
"Dan satu lagi jangan pernah bapak temui saya sebelum persoalan bapak dan ibu Arshi selesai..permisi dan termakasih untuk semua..
Aku berlalu pergi tidak lagi mendengar teriakan
pak Arman memanggilku.
😢😢😢😢
Haii Readher buna nulis ini memang benar benar nyata, aku nulis part ini sambil mewek ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
**Jangan lupa
__ADS_1
Like
Coment**