MENCINTAI GURUKU

MENCINTAI GURUKU
Part 23


__ADS_3

Sudah hari ketiga Lastri Panas tak kunjung turun. Bu Susi dan Doni datang menjenguk."


Apa keluhan kamu Las?" Tanya Bu Susi pada Lastri. Lastri hanya menggeleng lemah, muka pucat badan makin kurus, sebab tidak ada makanan yang masuk.


"Ya Allah panas sekali badan kamu." Bu susi meraba dahi Lastri.


"Mbak Santi?" Pangil Bu Susi pada Ibunya Lastri.


"Kemarin sudah di bawa berubat ke mana mbak? Tanya bu Susi.


"Ke Puskesmas bu," tapi kaĺau tiga hari tidak ada perubahan hari ini suruh ambil darah."Jawab Bu Santi.


Tanpa buang waktu, Bu Susi membawa Lastri kerumah sakit yang paling lengkap fasilitasnya.


Doni menggendong Lastri membawanya masuk kedalam mobil. Di ikuti Bu Susi dan Bu Santi dari belakang. Kemudian Dwi ngos ngosan mengejar Ibunya.


"Bu biar aku yang ikut ya" Ibu di rumah saja kasihan adik adik" Ibu Santi menurut ,benar juga apa yang di katakan Dwi sebab yang paling kecil masih minum asi.


" Maaf Bu Susi saya jadi merepotkan." Bu Santi sangat sedih melihat keadaan anaknya.


"Sudah jangan di pikirkan, doakan saja semoga Lastri cepat sembuh. Jawab Bu Susi.


Satu jam kemudian, sampai di rumah sakit besar di kota Y. Doni menggendong Lastri menuju UGD. Dan di sambut oleh Suster Rumah sakit.


Setelah cek darah menunggu hasil dokter memanggil Keluarga Lastri.


"Bagai mana keadaan anak saya dok?" Tanya Bu Susi pada dokter. Doni mendengar mamanya memanggil Lastri anaknya, tersenyum riang.


"Anak ibu terkena DBD bu...." jadi harus di rawat inap. Untung secepatnya di bawa kemari sebab trombosit sudah turun sampai 400. Penjelasan dokter pada Bu Susi.


Lastri segera di bawa masuk kamar rawat inap segera di pasangkan infus. Dia harus bedrest bu." Soalnya trombositnya sudah sangat rendah, kalau bisa jangan bolak balik kamar mandi." Titah sang dokter.


Penyakit yang di sebabkan infeksi virus gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini suka di lingkungan yang kotor, dan air yang tergenang. Yang di jadikan sarang tempat untuk berkembang biak.

__ADS_1


Penderita DBD ( demam berdarah dengue) mengalami gejala yang kas, yaitu demam tinggi, nyeri otot dan sendi, dan juga penurunan trombosit.


Yang terinfeksi virus dengue ini gejala tidak langsung muncul melainkan 4 - 7 hari setelah gigitan dan dapat bertahan sampai 10 hari.


Setelah 3 hari di rawat keadaan Lastri mulai membaik. Trombositnya berangsur angsur naik. Doni yang sering bolak balik sepulang sekolah, ia sempatkan mampir dulu sekedar ingin tau perkembangan wanita yang di cintainya itu.


Selama Lastri sakit selama seminggu, Pak Arman belum sekalipun menengok. Sebenarnya Pak Arman sudah uring uringan ingin melihat gadis yang ia cintai, tapi Arshi sama sekali tidak memberi ruang untuk Pak Arman. Tentu saja kerja sama Ibunya untuk menjauhkan Arman dengan Lastri.


Hingga sore hari selesai mengajar. Pak Arman menuju parkiran Pokoknya hari ini aku harus bisa menjenguk Lastri ...begitu tekatnya.


Sampai di parkiran Arshi sudah duduk manis di jok depan menunggu Arman. meskipun Arman selalu marah marah tapi Arshi tidak menghiraukan.


"Turun kamu dari mobil saya!" Bentak Arman.


"Aku tidak mau Arman, bukanya Ibu sudah mewanti wanti agar kamu selalu menjagaku."


"Kamu bukan anak kecil yang selalu di jaga. turun!! Arman sudah sangat menahan emosi selama ini. Tapi tidak untuk saat ini.


Karna sudah tak mau menunggu lama, lelah juga berdebat dengan Arshi. Yang seperti muka tembok.


Mas tolong antarkan saya kerumah sakit ya,"


"Baik pak" Tukang ojek langsung mengantar Arman ke rumah sakit yang di tunjukkan Arman.


Selama Lastri dirawat, keluarganya gantian menjaganya.. Bu Susi meliburkan Dwi selama Lastri masih belum sembuh. Siang hari Dwi selalu menjaga, tapi kalau malam Bapak dan Mas Eko yang menunggunya. Bu Susi sesekali menengok dan semua biaya di tanggung olehnya. Bu susi menganggap Lastri seperti anak sendiri. Dulu sempat menentang anaknya untuk dekat dengan Lastri. Ia tak ingin anaknya berbuat yang tidak - tidak. Sebab biar bagaimana, Doni masih terlalu muda takut berbuat hal - hal yang tidak di inginkan. Jika suatu saat mereka berjodoh Bu Susi akan mendukung. Tapi tidak untuk pacaran karna saat ini mereka masih terlalu muda.


"Las, aku kekantin dulu ya" Mbak Dwi ingin makan siang. Setelah Lastri selesai makan dan minum obat.


"Iya mbak" jawab Lastri singkat.


Dwi keluar menuju kantin, setelah kepergian Dwi Arman datang dengan wajah kusutnya.Tapi masih terlihat tampan.


Arman duduk di tepi Ranjang tanpa di persilahkan.

__ADS_1


"Kenapa balik lagi mbak? Tanya Lastri dengan mata yang masih terpejam ia pikir mbak Dwi yang balik lagi.


"Astri gemana keadaammu?" Suara berat itu membuat Lastri terkejut ia membuka matanya melihat siapa yang ada di sampingnya saat ini.


Lastri mencoba tersenyum lemah tak menjawab pertanyaan Arman.


Armam memandang gadis yang di cintai itu dengan jarak dekat wajahnya pucat badanya kurus, pipinya makin tirus, tanpa ia sadar air matanya menetes.


"Ar, Maafkan aku ya..." Arman menggengam tangan Lastri tapi di tepisnya.


"Maafkan aku Astri," Selama ini aku selalu menyakiti kamu, selama mengenalmu hanya penderitaan yang kamu dapatkan, dan perlu kamu tau, semua itu karna aku mencintai kamu."Nanti kalau kamu sudah sembuh aku akan ceritakan semuanya."


Mendengar kata kata mencintai Lastri membuka matanya menatap Arman sekilas, kemudian mlengos. Arman yang biasa formal sudah menggunakan kata aku.


Lastri hanya diam, selama kehadiran Arman tidak ada kata yang terucap, air matanya tidak dapat ia bendung.


Apa tadi dia bilang cinta, mana ada cinta selalu menyakiti, hanya menjadikanku alat untuk balas dendam, dan mana ada mencintai tapi menampung wanita yang belum halal tinggal di rumahnya sampai berhari hari huh sungguh menyebalkan.


"Pergilah pak!" hiks hiks. Pergiii...."Lastri menangis tergugu tubuhnya bergoncang hebat. Ingin rasanya Arman menghambur memeluk gadis itu. Tapi ia tidak berdaya. Arman sangat sedih melihat gadis di depanya sangat rapuh.


Apa sudah tidak ada maaf untukku lagi Arti?" Aku mohon." Arman memohon menghiba.


"Pergilah pak, pergiii...."hiks hiks. Lastri menangis tersedu - sedu, memandangi kepergian Arman hingga hilang di balik pintu.


Jujur didalam hati Lastri, ingin berada di dekatnya. Tapi mengingat Arshi yang tinggal satu atap denganya membuatnya benci.


Apa iya segitu takutnya Arman sama Ibunya sampai tidak bisa tegas. orang tua harus di hormati tapi kalau sampai bertentangan dengan norma, orang tua juga perlu nasehat. Karna orang tua tidak selalu benar.


Sindrum patah hati bisa membunuh, jangan berjumpa jika tak ingin berpisah, jangan jatuh cinta jika tidak ingin terluka, jangan bersedih jalan kedepan masih panjang.💪💪💪 nasehat author 😥.


**Jangan lupa hadiah


Like

__ADS_1


Coment


Vote**


__ADS_2