MENCINTAI GURUKU

MENCINTAI GURUKU
Part 53


__ADS_3

Pagi yang cerah, secerah hati Lastri, mengawali langkah dengan pasti menuju sekolah. Kesempatan tidak akan datang dua kali, maka Ia tidak akan sia siakan. Ingin ia raih harapan dan melakukan yang terbaik. Dalam hidup kadang melelahkan, tapi Ia yakin akan ada persinggahan yang membuat Ia melepaskan lelah.


"Assalamu alaikum."


"Waalaikum sallam."


"Sendirian saja?" sapa Adnan ketika Lastri baru turun dari ojol.


"Sama Ojeg kali kak? bukannya sendirian." hehe.senyum lastri membuat dada Adnan berdisco.


Adnan menggaruk kepala yang tidak gatal, salah tingkah yang Ia rasakan saat ini.


"Kenalkan Namaku Adnan."


"Saya Lastri kak, nama saya jelek ya kak" nggak sekeren Nama orang kota. tapi saya suka Nama pemberian orang tua saya" membuat saya selalu beruntung.


"Kata siapa Namamu jelek, Namamu bagus kok." Jawab Adnan. Tapi artinya apa ya Tri?" sebenarnya Adnan nggak mau tau arti Nama Lastri, cuma alasan dia aja supaya bisa ngobrol lebih lama.


"Nama Lastri dalam bahasa jawa Artinya Istri dewa. Ia melambangkan pesona dan karisma, Ia adalah seorang yang glamor dan Ingin mencari pusat perhatian, berani mengutarakan gagasanya dan bekerja keras untuk mewujutkan seorang pemimpin yang tulus.


"Hahaha kamu lucu ya? kenalanya panjang banget, tapi nggak apa apa aku suka. kata Adnan.


"Lah tadi kakak kan tanya Artinya."


"Hehe, tapi Itu Istri Dewa kak, bukan saya, kalau saya hanya gadis kampung." Jawab Lastri.


"Eh saya masuk dulu ya kak," bentar lagi bel."


"Ok! selamat belajar." Jawab Adnan


"Selamat belajar juga kak." Lastri berjalan dengan langkah semangat menuju kelas.


Sementara Adnan menatap kepergian lastri dengan senyum yang merekah.


"Wanita langka, harus akku perjuangkan! Adnan mengepalkan tangannya mengangkatya keatas dan menariknya kebelakang...yes! Adnan berlalu menuju kelasnya juga .


"Tri tumben baru sampai lu biasanya Paling awal?" Tanya Yuyun.


"Tadi ngobrol dulu sama kakak didepan."


"Kakak? Yuyun mengerlinkan matanya. kakak yang mana maksut lu?"


"Kaka yang waktu kemarin lu bilang anaknya pemilik yayasan itu loh."


"Kak Adnan maksud lo?" cecar Yuyun.

__ADS_1


"Iya tadi sempet kenalan, katanya Namanya itu." Jawa Lastri.


"Tu kan apa gue bilang?" dia tuh memang suka sama lo!


"Elah lo Yun, orang kenalan doang lu bilang suka."


"Ah lo jadi cewek kurang peka..." dia tuh banyak yang suka, tapi nggak pernah dia nanggepin malah boro boro di tanya, di lirik juga kagak." timpal Yuyun.


"Elah lo lebay amat sih Yun, udah ah bentar lagi masuk lo? Eh fera kok belum nongol ya.


"Iya ya, tumben! tuh dia yang di omong baru nongol. jawab Yuyun.


"Ngapa lo pada ngomongin gue ya?" kata fera sambil menyimpan buku di atas meja.


"Lagian tumben lo kesiangan?" kenapa memang." tanya Yuyun. Biasa... tadi motornya cuma satu, di pakai ngantar adik. biasanya gue diantar Ayah, tapi Ayah sekarang lagi diluar kota.


"Lagian hari gini kok masih bingung motor " naik Ojol aja kaya gue, beres semua. Timpal Lastri.


Mereka bertiga ngobrol panjang lebar dan bel berbunyi lalu melanjutkan mata pelajaran hingga waktu Istirahat datang.


Di depan kantin seorang pria clingak clinguk mencari seseorang. Ya dia adalan Adnan sudah nongkrong 10 menit pujaan hatinya belum datang. padahal istirahat hanya 15 menit.


"Puk.." Nando menepuk pundak Adnan dari belakang, gue cariin dari tadi ternyata disini lo?" kenapa lo gelisah amat." tanya Nando.


"Nggak apa apa gue, cuma kurang napsu makan aja. Adnan masih clingak clinguk.


"Au ah cabut!! " Adnan kesal sendiri sebab Lastri nggak kunjung datang. Mereka pergi menuju kelas. sampai di kelas, Trio Angela sudah berada di depan pintu.


"Haii.." beb, kemana aja tadi goe cariin nggak ketemu?" Angela ingin memegang tangan Adnan, Adnan menghindar.


"Apa sih lo? beb beb" dasar wanita nggak jelas! sinis Nando. Sementara Adnan tidak menanggapi langsung duduk, di tempatnya.


"Awas lo dasar manusia nggak punya adab ! emang gue tanya sama lo tadi? sinis Angel.


Kring..kring..


Bel masuk berbunyi pelajaran segera di mulai, masing masing anak fokus mengikuti pelajaran. Beda dengan Angel selalu berbisik bisik dengan temanya. Maka tidak heran jika nilai Angela selalu jeblok.


Waktu sudah siang anak anak sudah pulang Lastri menunggu ojol di depan sekolah.


"Bareng kakak saja Tri!" Adnan tiba tiba sudah ada di samping.


"Maaf kak lain kali ya, sudah pesan ojol kok tinggal nunggu.


"Besok tidak usah pesan Ojol ya kakak siap kok jadi ojeg kamu.sloroh Adnan.

__ADS_1


"Kakak bisa aja dech." ya udah ya kak ojegnya udah datang.Lastri segera mengenakan helm.


"Hati hati ya Tri.." Sungguh kamu buat gue penasaran gue akan kejar lo sampai dapat.


Adnan mengikuti lastri di belakang, ketika sampai lampu merah ada dua laki laki yang menarik tas salah satu Ibu di atas motor.


"Copet copet...copeeet pekik seorang Ibu.


"Bang saya turun dulu ya."


"Eh mau kemana neng di sana lagi rawan ada begal." teriak Bapak Ojeg.


"Copeett...copeett.teriak Ibu tadi. tapi pencopetnya kabur menggunakan motor.


"Pak kejar orang itu!" perintah Lasri ayo pak cepat!" bentak Lastri.


"Gemana ya..." Bapak teh nggak bisa berantem."


"Aahh bapak kelamaan.."Lastri minta kunci motor tukang ojeg dan membawa kabur motor mengejar pencopet sedangkan abang tukang ojek membonceng di belakang.


Adnan mengikuti Lastri dari belakang bingung apa yang akan dilakukan Lastri. sedang Ibu pemilik tas terisak duduk lemas di pinggir jalan.


Lastri mengendarai motor ngebut untung pencopet bukan lewat jalan Raya melainkan jalan tikus di tempat yang sepi, pencopet menepikan motornya.


"Hai !!" kembalikan tasnya!! " bentak lastri.


" Hahaha dua orang pencopet terbahak bahak. berani sekali lo" gadis manis?" tapi boleh juga ya sekali sekali lawan anak kecil.


"Cepat kembalikan tasnya jangan bacot lo!!" teriak Lastri.


"Lastri maju ingin merebut tas milik Ibu tadi, tapi penpecopet mencengkram tangan Lastri. sedang kan tukang ojek tubuhnya gemetaran Adnan melihat apa yang akan Lastri lakukan.


"Lastri menepis tangan sang pecopet tiba tiba Lastri menendang lutut pencopet karna tidak siap tersungkur ke jalanan. Pencopet yang satu beram dan meninju wajah Lastri. Lastri mengelak tidak terelakan pencopet meninju tiang listrik. Darah mengucur deras.


Kesempatan itu tidak disia siakan lastri menarik tas yang terlilit di lengan pencopet lastri segera berlalu. Pak cepat ayo." tukang ojeg menyalakan motornya dan pergi.


Adnan tidak habis pikir Ia pun segera melajukan motornya.sepanjang jalan pikiran Adnan berkelana masih tidak yakin pemandangan yang barusan ia lihat.


******


Assalamualaikum..maaf up selalu telat kesibukan di dunia nyata begitu banyak.


Jangan lupa


Like

__ADS_1


Coment


__ADS_2