MENCINTAI GURUKU

MENCINTAI GURUKU
Part 16


__ADS_3

Setelah seminggu aku pulang dari Rumah sakit, hari ini jadwal aku kontrol, setelah di Roentgen tulang yang mengalami patah, aku tetep harus masing menggendong tanganku..kira -kira satu bulan bahkan lebih .


"Pak Arman besok saya mulai masuk sekolah ya."


"Kalau masih belum merasa sehat lebih baik jangan dulu, titah Pak Arman memandangku hawair.


"Tidak betah Pak dirumah terus saya bosan, lagian kan yang sakit tangan kiri saya, tangan kanan masih bisa saya pakai kok, jawabku.


"Sedikit lagi saya ujian tidak mau ketinggalan pelajaran kataku."


Iya" saya ngomong sekali jawabnya, berkali kali, dasar bocah!


Ia melirikku tersenyum begitu juga aku, kami saling pandang, jantungku berdebar. alamaak," apa ini yang orang bilang jatuh cinta,..? seketika aku sadar memalingkan wajahku kesamping..


Aku mengelus dadaku, ternyata Pak Arman memperhatikan.


"Kenapa dadamu?" Goda Pak Arman.


"Ah tidak apa2 Pak, ayo, jalan ,kataku karna sedari tadi kami masih berada di lobi Rumah sakit.


Keesokan harinya aku segera berangkat kesekolah di jemput sama pak Arman, hari ini ia memakai kemeja putih celana hitam, dan dasi hitam, Ya Allah,.. berwibawa sekali..


Aku segera naik ke atas Motor "pegangan ya' titahnya..


Bukan muhrim jawabku, hehe kami terkekeh.


"Iya kalau sama aku alasan begitu," coba kalau sama Doni pasti nempel-nempel." Ia melengos kesal.


"Sudah, jangan mulai pak katanya mau berangkat, jawabku, menenangkan.


"Pak Arman," kok saya takut ya,?


Pak Arman , memandangi wajah Lastri lewat kaca spion Lastri kelihatan gelisah.


"Kenapa? Arman menoleh kebelakang , kamu takut kenapa,? pertannyaan Arman sekali lagi..


"Saya takut Pak, nanti apa kata Guru - Guru...,apa lagi sama tunangan bapak,..,bukan tidak mungkin nanti ia akan bertemu kita,..belum lagi sama teman - teman, fen bapak,.


Pak Arman menoyor kepalaku.


"Sudah jangan banyak bicara,..keburu telat ini hari senin loh kita kan upacara,..titahnya.


..."Ihh Kenapa sih" Pak Arman suka banget noyor kepala,..nanti saya adukan ke komnas perlindungan anak loh,..ada seorang Guru SMP ARMAN JAYA PUTRA tega menganiaya muridnya,..hehe.....


Pak Arman turun dari motor dan berbisik.


"Kalau tidak mau di toyor di cium mauk,? seketika wajahku memerah tapi aku mencoba untuk menyembunyikan dengan menunduk,.


"Saya adukan lagi pak,..Seorang Guru SMP, melecehkan muridnya,..

__ADS_1


Pak Arman hanya menggeleng melihat kekonyolanku, ia tidak lagi menanggapi dan melajukan motornya..


Setelah sampai, aku nepuk-nepuk punggung pak Arman agar berhenti, ia menoleh ke belakang.


"Ada apa lagi?


"Pak saya turun di sini aja,ya."


"Kamu jadi keras kepala banget sih," ya sudah turun! titahnya.aku turun salim tangan, dan ia berlalu.


Lebih baik aku jalan sedikit dari pada membuat suasana yang tidak nyaman..jaga Imegs Guru akan lebih penting, pikirku, banyak hati yang harus aku jaga, apa lagi tunangan pak Arman..


"Setelah 10 menit aku sudah sampai di sekolah,melewati lorong - lorong, karna ini hari senin jadi sudah sangat ramai.


"Lastrii,..ketiga temanku ini sudah heboh menyambutku, siapa lagi kalau bukan Yanti, Resty, dan Widodo..mereka menghambur di pelukanku, kecuali Wido.


"Aku boleh ikut peluk nggak nih? kata Wido cengar cengir.


"Oh no,..jawab kita kompak.


■■■■■


Hari demi hari berlalu, sebulan kemudian aku kontrol ke rumah sakit di antar Pak Arman.


Menurut dokter bila segmen tulang bergeser tidak terlalu jauh dan tidak terjadi patah tulang terbuka, bisa jadi patah tulang di tangani dengan Imobilisasi, dari luar yakni dengan pemasangan gips, tidak perlu operasi, seperti yang aku alami saat ini..


Sebenarnya aku sudah tidak betah hanya berdiam diri tanpa melakukan apapun, tapi pak Arman selalu memberi semangat, masih banyak yang bisa aku lakukan yaitu satu, fokus belajar.


"Waktu luang ini jangan kamu sia siakan, harus terus belajar untuk menghadapi UN titahnya..


"Assalamu alaikum...Waalaikumsallam, ? ternyata ibu sudah menyiapkan makan siang di rumah, terdengar suara riuh adik adikku yang masih kcl-kcl..Sedangkan mbak Dwi saat ini menggantikanku bekerja di rumah Mas Doni.


"Nak Arman makan dulu ya,"..kata Ibuku..


" Baik bu jadi merepotkan ya" jawab Pak Arman.


"Hehe tidak repot nak malah Ibu yang selalu merepotkan Nak Arman..tapi maaf Ibu tidak bisa menyediakan makanan yang enak..


"Sama saja bu, saya penyuka segala makanan kok kami berdua segera menikmati makan siang.


"Pak ," enak nggak masakan ibu?


"Enak" enak banget malah, sepertinya pak Arman memang menikmati masakan ibu..


"Aku heran Las."


"Heran kenapa? tanyaku..


"Ibumu masih muda banget ya, tapi kok anaknya sudah pada besar - besar" ...Iya pak menurut Ibu, dulu ketika nikah baru umur 13 th..

__ADS_1


"Oh berarti kita sudah bisa nikah ya Ar, ia bicara tanpa menatapku,..Maksudnya" tanyaku heran.


"Iya Ibumu dulu nikah masih umur 13 th, berarti kan aku sudah bisa nikahi, kamu sekarang umurmu kan sudah hampar 16 th..


" Aku memukul tanganya pelan, ia terkekeh..


"Pak nanti kalau saya sudah sehat saya masakin buat bapak, kataku mengalihkan candaan konyol pak Arman..


" Memang kamu bisa masak? tanyanya lagi,


"Wuih bapak meremehkan kemampuan saya, secara akademik, bapak tau kan saya menguasai, nyanyi , nari, voli, ini di dalam sekolah pasti bapak sudah taulah..


" Kalau di luar sekolah, masak ,jahit ,salon semua saya coba jangan heran biuuuh" hasilnya puas..kata Lastri sombong..


"Sombong sekali kamu" Arman mencibir.


"Bapak masih belum tau ya, nanti saya potong rambutnya mau model apa,? Lastri menantang..terus nanti saya buatkan baju couple untuk kita berdua bapak tinggal pilih model..


Memang benar apa yang di katakan Lastri ia suka mencoba kegiatan apa yang ia sukai di sekolah maupun di luar sekolah, Lastri memang selalu rangking kelas ,nyanyi suaranya bagus, nari, voli cmesnya selalu unggul dari temannya..menjahit di rumah bu Susi ada mesin nganggur jadi tidak ia sia siakan untuk belajar malah Bu Susi dengan suka rela mengajarinya..


Makanya bu Susi shalut sama dia karna Lastri selalu ingin belajar tidak hanya di sekolah.


"Tapi saya takut sama tunangan bapak kalau masakin nanti yang ada saya di labrak..


"Kamu tuh yang di bahas tunangan melulu bikin mood rusak..kelihatanya pak Arman marah..


"Yach jangan marah pak, semua orang juga sudah tau kalau bapak tuh sudah tunangan dan sebentar lagi menikah..kata Lastri panjang lebar..


"Diam!! aku mau pulang" nanti pamitin sama ibu.Pak Arman berlalu rupanya memang dia benar benar marah..


"Lah bukanya memang sudah tunangan, terus kenapa harus marah, sebenarnya gemana sih hubugan dia," ach aku jadi penasaran..


Lastri masuk ke kamar niatnya mau tidur, ia menatap langit2 tapi matanya sulit untuk di pejamkan..kalau sudah marah begini Pak Arman suka susah berbaikan, ach bodo amatlah, pusing..


Di sebuah bukit Pak Arman melambaikan tanganya, kearahku.


"Pak Armaaan,..? aku memanggilnya. tapi Pak Arman terus mundur..aku berlari sekuat tenagaku sampai ngos ngosan..


"Pak Armaaan, tungguu...aku berhasil mendekat tapi begitu aku ingin menggenggam tanganya, ia mundur padahal di belakang ada jurang..Pak Arman terperosok..pak Armaaan..jangan pergiiii huuu.. pak Armaaan aku ikuuutt...huuu.


♡♡♡♡◇


Mohon tinggalkan jejak


Like


Comen


Vote

__ADS_1


__ADS_2