
Pagi ini sambil ngobrol aku dan ketiga temanku sudah sampai di sekolah. Aku bergegas menuju kelas, sedangkan temanku biasa menuju kantin.
"Hoaaam...capek sekali sih... rasanya badanku seperti remuk semua. Aku pun tidur dulu masih ada waktu 30 menit lumayan pikirku dan akhirnya aku terlelap.
Author pov
" Assalamualaikum." tampak Guru tampan memasuki kelas.
"Waalaikumsallam." anak-anak menjawabnya kompak.
"Selamat pagi anak anaku semua..."
"Selamat pagi paak."
"Perkenalkan, saya wali kelas kalian, nama saya Arman Jaya Putra. Sudah ada yang kenal belum?"
"Wuioh... ganteng banget..." kata Rubby. "Coba... aku sudah SMA, aku sudah pantas kali ya? jadi pacar? sambung Ruby.
"Huuu... ngarep.." Celetuk Barnie.
"Halaah... pada ganjen ya, kalian anak cewek?" Timpal bayu.
"Sudah- sudah... kalian pada tenang ya. Saya selain mengajar di SMP ini, mengajar juga di SMEA TARUNA.
"Saat ini Kalian sudah kelas tiga, itu berarti harus sudah ada gambaran mau lanjut ke mana"
"Nah... mungkin nanti kalian ada niat untuk melanjutkan ke sekolah tersebut. Insyaallah kita akan bertemu kembali. Sekalian promosi ini yaa? hehe." Pak Arman terkekeh.
"Sekarang saya akan absen kalian satu persatu." Pak Arman membuka buku panjang untuk absen.
__ADS_1
"Oh ya,.. bentar bentar, kalau kami boleh tau? apa bapak, sudah ada calon?" Canda rubi.
"Huuuu..." suara anak anak riuh.
"Hehe... rahasia. Ini tidak perlu saya jawab disini ok! Tapi kalau ada yang mau tukar nomer ponsel nanti di luar... hahaha bercanda ya, takut ada yang cemburu."
Pak Arman kemudian membaca buku panjang lalu mengabsen satu persatu.
"Abimanyu."
"Saya Pak."
"Resmyaty."
"Hadir pak."
"Rara sumaryanti?"
"Rubyrubianti?"
"Saya pak."
"Sulastri..." Hening.
"Yang bernama Sulastri hadir?"
"Huuuu..." Anak anak mulai riuh.. "Tidur pasti tuh pak, sudah nggak aneh.." Jawab anak - anak.
"Las, bangun, Las." Yanti menepuk nepuk pipi Lastri.
__ADS_1
Sulastri PoV.
Aku mengerjap ngerjapkan mata, mengucek mataku, baru sadar kalau aku ternyata berada di dalam kelas. Tatapanku lurus kedepan, tiba-tiba Guru tampan itu menghampiriku.
"Kamu yang bernama Lastri?" Pak guru menatapku inten.
"Iy, iya pak?" Jawabku terbata bata.
"Maaf pak, saya ketiduran." sungguh aku terasa malu sekali.
"Lain kali... kalau mau tidur dirumah, bukan di sekolah, di sekolah itu bukan Hotel, tapi tempat untuk mencari Ilmu. Ngerti!" ucap beliau tegas.
"Huh, sial sekali" batinku.
"Iy, iya pak maaf.. " Aku sudah sering di tegur sama guru lain karena sering kepergok tidur di kelas sebelum pelajaran di mulai, tapi untuk kali ini aku sangat malu.
"Ya sudah, lain kali jangan di ulangi." Titahnya.
Pak Arman mulai menyampaikan materi, cara mengajarnya juga enak, beliau humoris tapi tidak mengurangi kewibawaannya.
Bel berbunyi tibalah jam pulang, kami berlarian keluar, kuperhatikan pak Arman masih membereskan mejanya, kami sekilas saling tatap. Aku menunduk, lalu berlari mengejar ketiga sahabatku.
"Resty.. Yanti.. Kamu tuh tega ya? Kenapa sih gak bangunin aku.."
"Hahaha... maaf, habisnya kamu pulas banget. Aku gak tega bangunin kamu." Mereka bertiga malah tertawa tawa gak jelas.
Aku berlalu pergi menghentak-hentakkan kakiku, dasar! teman gak perharian, biasa juga bangunin."
"Iihhh... Aku jadi malu, mana yang ngajar Guru baru lagi? Tapi benar juga ya kata orang orang kalau Pak Arman tuh Guru paling tampan di sekolah? huh, kenapa aku jadi malah mikirin dia ya? Oh ya Allah... apa yang aku pikirkan."
__ADS_1
Aku hanya menggerutu sendiri, mengingat-ingat tatapan Pak Guru tadi.
Bodo lah yang penting aku segera pulang masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan sesampainya di rumah nanti.