
Lastri menangis tersedu sedu dalam pelukan sahabatnya. Yanty ikut terisak kapan sahabatnya ini akan menerima kebahagiaan. Selama ini Lastri selalu bersedih.
"Ada apa..."ceritakan padaku," siapa tahu, aku bisa mengurangi beban pikiranmu. Yanty menghibur sahabatnya. Lastri menceritakan semua yang di alaminya. sambil terisak. Lastri juga memperlihatkan Vidio. Karna tadi waktu Ibunya Arman marah marah sempat ia vidioin. Bukanya apa hanya ingin memperlihatkan pada Mas Eko karna hanya dia yang bisa menenangkan perasaannya.
"Kita jalan jalan aja yuk.." ajak Yanty menghibur sahabatnya. "Aku jadi penasaran.." sama embung tempat Wisata yang baru. kata Yanty.
"Sudah jangan bersedih, aku mau telpon Resty dan Wido" kita tunggu disini yaa... "Yanty seperti membujuk anak kecil.
Tidak lama 4 sekawan datang siapa lagi kalau bukan Resty Wido eh ternyata tambah satu orang lagi Rusman sepupu Lastri.
"Eh ngapa..? mukanya kok jadi encik.." sloroh Widodo. karna Lastri matanya sembab seperti orang keturunan. Yanty mengedipkan matanya memberi Isyarat pada Widodo, agar saat ini lebih baik diam. Widodo pun akhirnya mengerti. Mereka mempersiapkan makanan ringan, Widodo tidak ketinggalan Gitar yang selalu nempel di bahunya.
Setelah rapi mereka menaiki motor berboncengan. Resty bersama Yanty, Widodo bersama Lastri, sedangkan Rusman hanya sendiri.
Mereka sampai tujuan, mereka foto foto sana sisi sebenarnya Lastri tidak mau di foto karna mukanya saat ini sedang bengkak tapi masih tetap cantik.
"Eh kita naik kepuncak yuk."
Ajak Widodo, mereka semua mengangguk setuju. Naik kepuncak memang agak ngeri, jalanan terjal hanya bisa di lalui dengan berjalan kaki, kalau bukan orang yang punya nyali tidak akan ada yang berani.
Sampailah mereka di puncak bukit angin semilir sore membuat suasana makin asyik.
"Aaarrrrrgghh...Lastri menjerit melepaskan sesak di dadanya. Lastri berdiri di tepian tebing temannya agak ngeri juga. sekitar 1jam mereka sepakat untuk kembali kebawah.
"Eh kita makan apa nih..."Tanya Widodo
"Dingin, sudah sore kita makan baso aja.."Yanty dan Resty menimpali.
Mereka makan Baso, dari tadi Lastri belum sekalipun menyuap hanya mengaduk aduk Baso di depanya.
"Las dimakan doong.." suruh Yanty,
"Iya masak dari tadi di aduk aduk terus.." timpal Resty.
Di kedai sebelah ada 2 sosok lawan jenis yang sedang menikmati soto ayam. Widodo yang melihat, menyikut lengan Rusman, agar menoleh ke sebelah. Malah wanita itu menyuapi laki laki itu. Rusman ingin berdiri, mengepalkan tanganya siap menonjok laki laki itu, sebab biar bagaimana ia tidak ingin sepupunya di sakiti. Tapi Widodo melarangnya biar dilihat dulu sampai mana.
"Aku ke Toilet dulu ya...? Aku tunggu di mushola sekalian shalat ashar. Widodo jadi bingung maksut dia ingin menjaga perasaan sahabatnya malah gagal. Bagaimana caranya mengalihkan perhatian Lastri ketiga sahabat Lastri berbisik bisik.
Lastri terpaku melihat orang yang ia cintai kini sedang makan romantis di hadapanya.
__ADS_1
"Cekrek cekrek.. Lastri motret Guru dan temanya. siapa lagi kalau bukan Arman dan Tantri.Lastri memcoba untuk tegar dan tidak akan menangis. Toh Lastri sudah berjanji dengan Ibunya Arman, dia akan meninggalkan Arman.
Selesai makan, Arman dan Tantri berjalan menuju Rumah Panggung. Lastri mengikuti dari belakang. Lastri sengaja memakai Masker dan kaca mata hitam tadi tujuanya hanya ingin menutupi mata sembabnya, tapi ternyata malah ada syuting di tempat ini.
"Cekrek cekrek dirumah panggung Lastri memotretnya kembali.
Sampai ada sepuluh foto mereka yang Lastri abadikan. Lastri menjadi foto grafer dadakan.
"Las kamu tidak apa apa kan...! ketiga sahabatnya lastri ngos ngosan mengejar Lastri.
"Nggak apa apa kok." sekarang pulang aja ya..." tapi kita shalat dulu." Mereka semua sholat di mushola selesai shalat mereka berbincang bincang.
"Yaah, gitar ngganggur nih..." kita nyanyi dong Las." Ajak Widodo.
"Iya nyanyi lagu melow," di tinggal selingkuh cowoknya...." Lastri tersenyum getir.
"Kenapa sih...? hari ini kok nasipku sial ya.."
"Sudah, jangan di pikirin.." Yanty mengelus punggung Lastri yang telungkup di kedua lututnya, meskipun mencoba untuk menahan air matanya tetap saja luruh.
"Sabar Las, kita acak acak aja besok rambutnya Tantri..,,supaya kapok. Resty ikul kesal.
"Orang sudah jelas kok..! kita lihat pakai mata kepala sendiri. jawab Resty.
"Tapi aku yakin...! Pak Arman bukan orang yang seperti itu" tidak mungkin iya berkhianat, mungkin Pak Arman punya alasan lain. jawab Wido.
"Bela aja terus..!! jawab Resty ketus.
"Benar tuh Resty, apa lagi yang membuat kita kurang Yakin...? orang makan aja segala di suapin huh!. nyebelin...! Rusman ikut emosi
"Kok jadi kita sih yang pada berantem.." yang penting tuh kita menghibur Lastri..., masalah Pak Arman, Lastri ,Tantri.. biar mereka menyelesaikan sendiri" kita gak ada hak ikut campur." karna ini urusan pribadi. Yanti berkata panjang lebar.
"Ya sudah.." kita pulang." yang di katakan Yanty itu benar. Widodo mengajak teman temanya pulang. Mereka melajukan motornya dengan kecepatan sedang.
Sementara Arman dan Tantri masih berada di pinggir telaga Tantri masih asyik melihat Ikan ikan kcl.
"Ayo Tan pulang..! sudah sore nih... keburu maghrib
"Kamu tuh.." kalau jadi cewek yang kalem dong! jangan main tarik laki laki yang bukan siapa siapa kamu . aku jadi hawatir Tan.." kalau ada yang lihat saya sama kamu bagaimana...? saya gak mau ada yang terluka hatinya. Saya sudah punya pacar Tan jadi lain kali jangan seperti ini.
__ADS_1
Arman sangat gelisah, Raganya ada di sini tapi pikirinya berselancar mengarungi samudra. Membayangkan jika Lastri tau dia berada disini dengan gadis lain.
Arman belum tahu kalau Lastri sudah mengetahuinya dan di pastikan hubunganya dengan Lastri sudah berada di ujung tanduk.
Siapa yang menanam akan memetik buahnya itu istilah yang cocok untuk Arman. Masalah tempo hari yang Arman buat belum sempat minta maaf tapi masalah baru datang bertubi tubi.
Belum lagi masalah ibunya Arman yang sudah menghina Lastri .kesabaran seseorang pasti akan ada batasnya.
Sementara Lastri DKK sudah sampai tujuan, dan Lastri meminta untuk di turunkan di Rumah Ibu susi. Karna Lastri berjanji akan menginap dirumah Ibu Susi.
Tok tok tok
" Assalaamualaikum.."
:Waalaikumusallam,"
"Ceklek!
"Eh, kamu Las.., tumben kesisini.." ada angin apa nih..? Doni ternyata yang membukan pintu.
"Ibu ada Mas..? Bukan menjawab, Doni malah menatap lekat wajah Lastri , heran mengapa dia memakai Masker dan kacamata hitam.
"Ibu ada gaak..? tanya Lastri lagi.
"Ada, Ibu lagi mandi."
"Aku kekamar dulu ya Mas.."
Lastri akan menginap di rumah Doni, andai Arman besok tahu, akan menjadi masalah yang lebih Rumit. Tapi Lastri tidak peduli, masa bodoh apa yang akan terjadi terjadilah.
******
Readher , kisah ini memang benar adanya, bagaimana kehidupan Lastri di masa depan kita ikuti terus...Stay tuned.
***Happy Reading.
Mohon
Likek
__ADS_1
Coment***