MENCINTAI GURUKU

MENCINTAI GURUKU
Part 63


__ADS_3

Lastri dengan kedua kakaknya sudah sampai di Rumah Ibu Susi. Suami Bu susi Doni dan Bu Susi sendiri mengajak ngobrol di ruang tamu.


"Wi buatkan minumam adik dan kakak kamu ya?"


"Tidak usah Bu, sudah habis minum kok jawab Dwi. Dwi memang bekerja dirumah Bu Susi menggantikan Lastri waktu itu. Doni dari tadi pandanganya tidak lepas dari Lastri. Walaupun Lastri sudah tidak ada di kampungnya, tapi Doni belum bisa muve on dari cinta pertamanya.


Doni saat ini sudah Lulus, lalu akan melanjutkan kuliah di kota Yogyakarta.


*******


Seminggu berlalu Lastri sudah tiba waktunya kembali ke Jakarta, Lastri naik Travel yang sudah di pesankan Mbak Nina tempo hari. Tibalah lastri di jakarta. Ibu Santi menitipkan hasil buah buahan dari kebun, sayuran dan juga bumbu dapur.


"Bawaan kamu banyak banget Tri? tannya Bayu dan Mbak Nina.


"Sebenarnya Lastri malu mbak, Mas, disini mbak Nina mau beli apa juga bisa, tapi Ibu malah nitipin banyak hasil panen mungkin nggak akan berguna buat Mbak Nina. keluh Lastri.


"Eh kok kamu bilang begitu sih, ini hasil tanaman organig loh Tri," kalau di sini mahal harganya. Jawab mbak Nina.


Mbok Sarintem akhirnya membereskan bawaan Lastri di simpen di dalam kulkas, kemudian Lastri Bayu, dan mbak Nina ngobrol di ruang keluarga.


"Mbak, besok Bayu mau ajak Lastri ke Bekasi ya."


"Ngapain ke bekasi? tanya Mbak Nina.


"Memang mau kemana ke Bekasi Mas? tanya Lastri. Sebab Lastri belum di beri tahu Mas Bayu akan mengajaknya ke bekasi.


"Main kerumah teman, minggu depan kamu kan sudah mulai masuk sekolah, pasti sangat repot, nggak ada waktu lagi buat jalan jalan." Jawab Bayu.


"Mau main ya main aja, tapi pulangnya jangan sore sore." Pesan Mbak Nina. Mbak Nina seneng juga kalau Bayu dengan Lastri saling mencintai.


Keesokan harinya, Bayu mengendarai mobilnya menuju Rumah temanya. Sepanjang jalan Bayu selalu memberikan guyonan guyonan kadang Lastri di buat cekikikan. Bayu senang sekali bisa mengajak Lastri jalan jalan, walau tinggal satu Rumah Bayu jarang sekali bisa ngobrol seperti saat ini, sebab pulang sekolah Lastri harus menyelesaikan tugasnya, sedangkan malam harinya Lastri harus belajar. Sehingga Bayu tidak berani mengganggunya.


Satu jam kemudian Bayu sampai di Rumah sahabatnya yang baru di kenal beberapa waktu yang lalu melalui Arman. Lastri kaget, Rumah berlantai tiga di pagar tinggi penghuni Rumah ini pasti bukan orang biasa. Bayu melangkah masuk di ikuti Lastri dari belakang, setelah Satpam membukakan pintu pagar.


Sampai di depan pintu, Wanita setengah Baya membukakan pintu di ikuti anak gadisnya dari belakang. Ceklek.


"Selamat pagi bu," Dimasnya ada? Bayu menyalami wanita itu.


"Ada nak ayo masuk?


"Dina?!


"Lastri?!


Lastri dan Dina saling tunjuk tidak menyangka mereka bisa bertemu di sini, walaupun waktu SMP mereka tidak akrap tapi Dina orang baik sering menyumbang bagi anak anak yang kesulitan keuangan.


Mereka menghambur saling berpelukan, Mama Dina dan Bayu terkejut karna mereka saling kenal.

__ADS_1


Belum sempat hilang rasa terkejutnya Lastri melihat pria yang sangat di kenalnya.


" Kak Dimas?


"Lastri ya..."


Dimas menepuk nepuk pipinya sendiri mimpikah aku?


"Hahaha Dina mentertawakan Dimas melihat wajahnya yang lucu saat bertemu dengan Lastri.


"Kenalkan Las ini Kakaku yang paling ganteng tapi jailnya orang satu RT di ambil sendiri." Sloroh Dina.Dimas menatap Dina tajam.


"Aku sudah kenalan sih Din waktu perpisahan," Kak Dimas kan hadir."


"Oh iya gue hampir lupa, waktu itu kan lo nangis nangis sambil nyanyi."


"Kalian saling kenal ?" Tanya Bu Marina Ibu kandung Dimas dan Dina.


" Ini teman SMP Dina dulu Ma, Dina kemudian menuntun Lastri mengajaknya duduk di Sofa. Dimas masih terpaku di tempatnya menatap Bayu dan Lastri minta penjelasan.


Tau tatapan Dimas Bayu buka Suara.


"Lastri tinggal di Rumah kakak gue." penjelasan Bayu tanpa di tanya. Dimas mulai mengerti kemudian mengajak Bayu duduk juga. Bu Marina kemudian masuk manggil Mpok Unah ARTnya agar membuatkan minuman dan cemilan.


Melihat tatapan Dimas ke Lastri Bayu sudah bisa menyimpulkan bahwa Dimas menyukai Lastri, Bayu merasa ada saingan lagi setelah Adnan. Bayu mulai gelisah.


Di SMK Al INAYAH jawab Lastri.


"Berarti mondok lo ya," setahu gue, sekolah lo itu kan pondok pesantren terkenal."


"Nggak! gue nggak mondok tapi gue tinggal di Rumah kakaknya Mas Bayu, Mbak Nina namanya.."


"Gue jadi pengen mondok deh. sebenarnya Papa pengen gue mondok dari kelas satu kemarin.Tapi gue masih berpikir, sekarang setelah ketemu lo gue jadi memantapkan diri pengen ikuti saran Papa."


"Kamu serius Din..kalau serius Mamah ingin urus semuanya. Titah Mama Marina.


"Beneran Mah.."Dina serius." Jawab Dina mantap.


"Nak Lastri mondok juga ya," Tanya Mamah Marina.


"Tidak Tante" saya sebenarnya tinggal di Rumah Mas Bayu, Bantu bantu di sana." beres beres Rumah membantu Bibi."


" Oh hebat kamu ya, anak seusia kamu sudah bisa belajar sambil bekerja. Puji Tante Marina.


"Ah tante berlebihan, sekarang tidak seberapa tante, dulu waktu masih SMP jatuh bangun hanya sekedar untuk mencari uang untuk bayar SPP. Lastri ingat dulu matanya berkaca kaca.


"Tapi Lastri hebat tante, dia sekolah di situ mendapat beasiswa timpal bayu.

__ADS_1


"Oh begitu! benar benar anak pekerja keras." Puji Tante Marina.


" Lo masih suka nyanyi nggak Las? Tanya Dina sebab Lastri dulu selalu bernyanyi bersama widodo.


"Masih, kalau di sekolah, tapi tidak sesering dulu sih."


" Ayo sekarang ikut gue." Dina menarik tangan Lastri membawanya ke gazebo taman belakang, Dina membawa gitar milik Adimas. Mereka bernyanyi riang sebenarnya suara Dina sember tapi karna ingin belajar jadi merasa percaya diri.


"Las ingat nggat lo sama Tatri? tanya Dina.


"Ingetlah cewek centil itukan?" Lastri kesal dialah yang membuat hubunganya dengan Arman putus.


"Ah nggak kok" centil gemana? orangnya baik kok, dia satu kelas sama gue sekarang."


"Bagaimana nggak? dulu menjelang perpisahan dia jalan jalan sama Pak Arman, trus manja! minta di suapin lagi? Ingat kejadian itu lastri jadi kesal.


"Hahaha lo cemburu ya.."


"Ahh lo ngledek lagi! gue beneran kesel nih?! ya iyalah gue sama Pak Arman baru ngungkapin perasaan masing masing," malah dia menjadi pengacau lagi."


"Lo salah paham aja kali Las, beneran dech dia baik kok."


"Nggak taulah!!" Sarkas Lastri.


Sementara di ruang tamu, Bayu dan Dimas saling bercerita.


"Jadi cewek yang lo temuin di stasiun itu Lastri?"


"Iya! kebetulan sekalikan," dia bisa kerja sama kakak gue."


"Terus lo juga sudah tau kalau Lastri itu ceweknya Arman?"


"Maksud lo apa?


"Jadi lo beneran nggak tau? Bayu menggeleng.


"Kalau lo suka sama Lastri, mendeng lo mundur sebelum lo kecewa lebih dalam, mereka tuh saling mencintai, gue sahabat sama Arman dari SMA. Arman bukan orang yang mudah jatuh cinta, sudah berapa kali gue suka sama cewek dari SMA, kuliah sampai kerja, tapi cewek yang gue suka pasti cintanya sama Arman. Hanya kenyataan pahit yang gue terima' tapi Arman tidak pernah membalas cinta cewek cewek tersebut. Bahkan waktu itu dia sudah di jodohkan sama Nyokapnya.


Tapi Arman tidak mencintainya hanya satu satunya cewek yang Arman cintai yaitu Lastri, tapi dasar Arman terlalu posesif membut mereka putus, tapi perlu lo tahu! sampai sekarang mereka masih saling mencintai.


"Halaaah.." lo?! janur kuning belum melengkung gaes.." gue nggak akan menyerah."


***Happy readhing.


Like


Coment

__ADS_1


Ditunggu ya***.


__ADS_2