
"Iya om, saya memang kakak angkatnya Lastri," gemana kabarnya Lastri Om?"
"Lastri baik, dia baru mau daftar sekolah" saya berangkat keluar kota," jadi nanti Istri saya yang urus semuanya."
"Oh gitu ya om," terimakasih ya Om."
"Assalaamualaikum,"
"Waalaikumussallam."
"Baik kok Mah, jadi Mamah tenang dulu dech ya."
"Iya Don, setidaknya kita sudah tau kabarnya," Mamah jadi lega.
****
"Las Om mau keluar kota, mungkin sekitar tiga bulan," jadi sekolahmu urus sendiri ya?" barengan aja sama Nengrum."
"Baik Om terimakasih sebelumnya."
"Ini ada 5 juta, 4 juta buat daftar" lalu yang satu juta buat tranfot," Om menyerahkan uang pada Lastri mereka tidak tahu ternyata ada sepasang mata yang mengintanya.
"Ini yang 500 buat pegangan ya..."
"Terimakasih om." Lastri memisahkan uang 500 ribu di kantong celana kiri, dan uang 500 ribu lagi di kantong sebelah kanan. yang 4 juta ia akan di simpan di kamar.
Om Bambang sudah pergi, Lastri senang sekali, besok senin ia akan minta izin sama tantenya ntuk mendaftar sekolah. Lastri berjalan menuju kamarnya, akan menyimpan uang dan setelah ini, Lastri akan berangkat ke Warteg. Tapi belum sampai membuka pintu tante Sri sudah berdiri di belakang.
"Berikan uangnya sama Ibu!!" Bu Sri merebut uang yang masih di genggaman Lastri, di ambil paksa olehnya.
"Tapi itu besok buat masuk sekolah bu?" Lastri menunduk tidak berani menatapnya.
"Tidak boleh!!, kamu nggak akan sekolah..!! orang seperti keluargamu, tidak seharusnya sekolah! Karna memang cocoknya menjadi pembantu!
"Tante..saya mohoon...hiks hiks hanya saya harapan Orangtua saya tante,"
Biarkan saya sekolah tante..hiks hiks.
"Saya akan biaya sendiri tante," saya akan membayar uang muka sendiri tante."
"Saya bilang nggak! ya nggak?" ngerti kamu!!
__ADS_1
"Lagian," kamu pikir bekerja disini akan menadapat gaji ..! Kerja gak becus dapat makan saja sudah cukup." Tante sangat emosi napasnya tersengal sengal.
Lastri bersujut dikaki tantenya, menangis tersedu sedu. Minggu depan sudah masuk sekolah, itu artinya hanya tinggal minggu ini kesempatan untuk bisa daftar sekolah, kalau sampai tidak bisa sekolah, hancur sudah harapanya.
"Mamah, ada apa ini?" mendengar ribut ribut, Nengrum keluar dari kamar.
"Mama nggak boleh begitu mah," biar Lastri sekolah, aku sudah ambil formulir buat dia. Nengrum menatap Mamahnya dengan rasa kecewa.
"Nggak! Tante menatap Nengrum tajam.
"Baik, kalau Mamah bersi keras," Neng mau telpon Papa." Nengrum melangkah kekamar ingin ambil hpnya.
"Berani telepon Papa..! Mamah akan kunci kamu di kamar..! Ancam tante.
Malam hari, Lastri sampai di rumah, setelah mengerjakan pekerjaannya, Ia merbahkan tubuhnya, ia bekerja dari jam tiga pagi sampai jam 11 malam, belum lagi kalau di suruh mijit tante gilanya, bisa bisa sampai tidur dini hari.
Lastri saat ini hanya bisa pasrah, air matanya sudah kering. Ia tidak akan memberi tahu keluarganya. Tentang keadaanya. Lastri menyimpan uang satu juta dari omnya. Lastri tadi sempat mengamankan, sebab Lastri sudah bisa membaca pikiran tantenya jadi Lastri antisipasi. Lastri membuka lemari akan mengganti pakaian, tapi foto Arman jatuh, Lastri mengambilnya mengecup dan didekap dalam dadanya, mengantarkan tidurnya kedalam mimpi.
Keesokan harinya.
Lastri rapuh, hancur semua harapannya. cita citanya telah kandas, semua sudah terjadi, menangis darah pun tidak akan merubah keadaan. Lastri bangkit menghapus Air matanya walau pun begitu ia tetap profesional dengan mata sembabnya ia berjalan kaki menuju warteg.
"Sudah sampai Las?" sapa bu Ijah.
"Sudah bu.., suara Lastri masih serak karna habis menangis.
Bu Ijah menatap Lastri prihatin, anak sebesar Lastri harusnya masih bersenang senang, tapi Lastri justru menanggung beban yang begitu berat.
Bu ijah jadi ingat anaknya yang di kampung, usianya seumuran Lastri, saat ini dia kelas 3 SMP tapi bu Ijah tidak mengizinkan anaknya untuk berkerja, yang penting sekolah, biarkan Ibu Ijah sendiri yang akan fokus mencari uang.
"Kenapa?" bu Ijah membelai kepala Lastri.
"Hiks hiks...bukan menjawab, Lastri justru menangis semakin kencang.Bu Ijah merengkuh tubuh Lastri di pelukanya. Lastri mendongak menatap bu Ijah, mengurai pelukanya.
"Saya nggak boleh sekolah bu.." hancur semua harapan Bapak saya bu.." hiks hiks.
"Memang om kamu kemana? Bu Ijah tau kalau Pak Bambang orang yang baik, beda 180 derajat dengan Istrinya. Pak Bambang selalu bijak dalam mengambil satu keputusan. sering kali tante Sri berbuat ulah kepada karyawanya, tapi Om Bambang selalu menyelesaikan dengan mengambil jalan tengah.
*****
Sore harinya Nengrum masuk kekamar Erna.
__ADS_1
"Lagi apa kak?" nggak ngapa ngapain," lagi libur mah bebas, baca novel online kereen..Erna mengacungkan jempolnya.
"Ih kakak gila novel," Nengrum menyebikkan bibirnya. Nengrum memang tidak senang membaca, ia lebih suka menggambar dan ber imajinasi dengan membuat animasi kartun. kadang membuat gambar dan di jual ke para penulis buat cafer novel.
"Yeach biarin." sirik aja lo" wlee." Erna menjulurkan lidahnya.
"Ihh.. jangan suka melet melet kak aurat tau?"
"Ihh..lo bawel dech, bikin konsentrasi gue hilang aja," mendeng keluar sana lo," usir Erna pada adiknya.
"kaak..
"Heemm.
"Neng kasihan sama Lastri kak ," Erna memutar bola matanya.
"Kenapa memang?" kali ini Erna serius dan meletakkan ponselnya diatas bufet.
"Kemarin Papah memberi uang sama Lastri." buat daftar sekolah" eh malah di ambil sama Mamah." "Tadi neng lihat, Lastri kekeh ingin sekolah, malah pengen biaya sendiri," tapi Mamah malah marah marah," terus menurut kakak gemana..?"
Erna mengangkat tanganya keudara, lalu mengibaskan.
"Mau gemana lagi..?" kita hanya pasrah dek, mau melakukan apa pun, jika Mamah sudah buat keputusan," gak bisa di ganggu gugat." kalau kita melawan, bisa bisa kita di kunci di gudang." seperti waktu itu, kita membela mbok Inem, eh malah gue di kurung di gudang sampai 3 hari."
"Haahh..kenapa siih?" papah harus keluar kota..?
"Selama ini hanya Papah yang membuat Mamah takut" tadi aja Neng mau telpon, malah mau di kunci dikamar." Nengrum menggerutu kesal.
"Sudah lah dek" gak usah kita pikirin, yang penting kita pantau aja supaya Mama gak nyakiti Lastri.
Nengrum meninggalkan kamar kakaknya, ia kasihan sama sepupunya, tapi tidak bisa berbuat apa apa. Baru dua minggu Lastri disini badannya sudah kurus. Andai Papanya tau pasti ia akan marah. Mamah memang selalu memaksakan kehendak. bukan hanya pada Lastri dan Asisten asistennya yang lain.
Tapi sama anak pun akan bersikap sama.
*BERSAMBUNG
Like
Coment
Jangan lupa*
__ADS_1