
"Bapak..Ibuu..jaga kesehatan ya" jangan sedih lagi, doakan Lastri sukses yaa."
"Pasti nduk tanpa kamu minta Ibu sama Bapak selalu doakan kamu." Jawab Bapak.
"Haii Mas Eko..Mbak Dwi..apa kabar..Lastri melambaikan tanganya.
"Baik..Jawab Mas Eko dan mbak Dwi kompak.
"Mas Eko, gemana kabarnya Pak Arman?"
"Haiis, kamu yang di tanyakan Arman, bukanya Masmu yang ganteng ini. Gerutu Eko.
"Hehe, Mas Eko cemburu ya.." aku kan sudah tau keadaan Mas Eko, makin ganteng seperti Aktor Dude Herlino." Sloroh Lastri.
"Gemana doong..kabarnya Pak Arman?" Lastri penasaran sebab kakaknya kerja di sana.
"Orangnya pindah ke kota, dia kuliah lagi disana." "Apa aku minta nomermu aja ya, nanti aku kasih sama dia," kalau dia lagi pulang ke kampung?" Tanya Eko.
"Tidak usah Mas," biar dia usaha sendiri mencari aku.
"Huh kamu tuh Rindu tapi gengsi tau tidak!? kata siapa Arman tidak nyariin kamu! selama kamu pergi dia selalu kebingungan." Dia sebenarnya mau kasih nomer ke Mas, tapi Mas pikir buat apa? kamu juga tidak ada kabar.
"Woy...ini kok jadi melow sih mikirin Arman? jadi aku nggak di anggap nih? Doni yang dari tadi diam mendengar obrolan tentang Arman hatinya kesal.
"Maaf Mas Doni.." terimakasih ya..hanya Mas Doni yang selalu tolongin aku. Ngomong ngomong bagaimana kabar Mamah Mas?"
"Mamah baik.." sekarang merasa lega, mendengar kalau kamu baik baik baik aja." Kemarin aku kasih tau foto kamu.
"Ya sudah Mas, aku tutup dulu ya... sudah lama juga ternyata kita ngobrol.
"Ya, kapan kapan telepon lagi ya.."
Malam semakin larut, Lastri segera memejamkan matanya. Ia terlelap dalam mimpi Indahya.
*****
Sebulan berlalu Arman sudah mendapatkan lokasi yang strategis untuk memulai usahanya.Saat ini Arman sudah memesan barang nya untuk membangun usahanya di jakarta. Selain ingin melebarkan sayapnya. Arman juga ingin mencari keberadaan Lastri.
"Lalu kapan lo mau berangkat kejakarta broo?" Tanya bayu. Arman masih memikirkan waktu yang pas agar jangan sampai meninggalkan kewajibanya di sekolah.
"Untuk meninjau lokasi, dalam waktu dekat mungkin gue akan kunjung kesana, tapi untuk mulai membangun, Insyaallah libur smester. Jawab Arman.
Bisnis Usaha cuci Mobil dan motor makin gampang dan menjamur karna selain munculnya mobil LCGC yang murah, kenaikan pendapatan orang Indonesia juga membaik. Menyebabkan jumlah kendaraan roda empat maupun roda dua melejit tajam maka usaha pencuci mobil laris manis meski banyak saingan.
__ADS_1
Arman sudah mulai merinci dengan matang dan menganalisa keuntungan mencuci mobil. Untuk karyawan Arman akan merekrut tenaga kerja dari Daerahnya dan mencari orang yang handal untuk mempromosikan usahanya.
"Ayo masuk bro," Arman dan Bayu segera memasuki kelas dan mengerjakan tugas yang akan di berikan Dosenya.
Hari minggu tiba, Arman melajukan mobilnya dan pulang ke rumah orang tuanya untuk minta Izin membuka usahanya.
Assalaamualaikum.
Waalaikumsallam.
"Ayah sedang apa?" Arman mendekati Ayahnya yang sesang sibuk di ruang kerjanya.
"Biasa mengecek hasil penjualan hasil kebun. jawab Ayah.
"Lalu bagaimana hasilnya yah?" Arman meneliti rentetan hasil jual panen dari kebun, yang di sodorkan Ayahnya. Arman hanya manggut manggut.
"Lalu kapan kamu mau membantu perkebunan Ayah le?
"Maaf Yah, tapi biarkan Arman mulai membuka usaha sendiri yah," suatu saat nanti Arman akan memantau perkebunan dari kejauhan.
"Lalu apa rencanamu?" Tanya Ayah.
"Arman ingin membuka usaha Steam mobil Ayah. Arman akan membuat Ruko yang berlantai tiga.
"Yang paling atas nantinya akan Arman pakai buat buka usaha Cafe.
"Kamu mau buka usaha di jakarta itu artinya kamu akan meninggal Ayah?
"Maaf ya yah" biarkan Arman mandiri, Insyaalah Arman sering tengok Ayah dan Ibu. lalu Rumah yang di kota, biar Rani yang menempati untuk sementara.
"Sudah sana, temui Ibumu! titah Ayah. Ayah kembali mengenakan kaca matanya lalu kembali memeriksa keuangan hasil kebun.
Sementara Arman segera menemui Ibunya yang sudah dua bulan Ia tinggalkan.
"Ibu sedang apa?" Tanya Arman melihat Ibunya yang hanya duduk sendiri di gazebo.
"Kamu Ar, kapan sampai?" Arman kemudian ikut duduk di sebelah Ibunya.
"Baru sampai bu.."Ibu sehat?" Arman melirik Ibunya lekat melihat ada gurat kecewa di wajah Ibunya, Arman tau kepergianya membuat Ibunya terpukul, tapi walau bagaimana Arman harus melanjutkan hidupnya. Hidup dalam tekanan Ibunya bertahun tahun membuat Arman menjadi keras.kadang Arman melampiaskan pada orang terdekatnya.
Tidak jarang Arman marah sama Lastri jika keinginan tidak di penuhi, selama ini Lastri selalu mengalah, Arman saat ini ingin memperbaiki semuanya.
"Yaah seperti yang kamu lihat secara fisik Ibu sehat, tapi hati Ibu yang merasa sakit. jawab Ibu.
__ADS_1
"Untuk apa kamu pulang?" tanya Bu Sulis ketus.
"Maaf Bu, Arman ingin mulai membuka usaha baru dijakarta, Arman minta doa Ibu" semoga semuanya Lancar.
Bu Sulis menoleh kaget menatap anaknya, Ia berpikir saat ini saja dia ditinggal tidak begitu jauh masih bisa setiap minggu pulang, rasanya sangat kehilangan, apalagi harus di tinggal Kejakarta sungguh Ia tidak Ikhlas.
"Untuk apa kamu harus jauh jauh kejakarta?" kalau hanya ingin usaha, mengapa tidak melanjutkan usaha Ayahmu," kalau hanya uang disini bisa cepat kamu dapatkan! apa lagi kamu sudah menjadi Guru disini." Lalu untuk apa" kamu harus pergi?"
"Maaf Bu, Arman mau mencoba hal yang baru yang bisa lebih menantang agar Arman menjadi pribadi yang mandiri, masalah Guru ini pilihan dan cita cita arman, tidak akan pernah Arman tinggalkan. Arman akan mengajukan surat pindah mengajar, jika sudah waktunya. Jelas Asman pada Ibunya.
"Lagi pula masih lama Bu, Arman harus menyelesaikan pendidikan S2 dulu, setelah lulus nanti Arman masih punya cita cita untuk menjadi Dosen, masih banyak hal yang harus Arman lakoni maka dari itu, Arman minta doa dari Ibu.
"Kalau itu sudah menjadi keputusanmu Ibu bisa apa?" Walaupun Ibu tidak mengizinkan pasti sifat keras kepalamu tidak akan merubah semuanya." kata Ibu Sulis.
Arman merangkul pundak Ibunya, moment seperti ini sudah lama tidak mereka lakukan, karna watak mereka yang sama sama keras kepala.
"Iya Bu, dan watak keras kepala Arman di turunkan oleh Ibuku ini hehe. Arman dan Ibu terkekeh bersama.
Ibu dan anak itu akhirnya mencair, semenjak perjodohan Arman dengan Arsy yang di paksakan Ibunya dulu keseharian mereka selalu selisih paham, Arman terpuruk, sifat Arsy yang arogan membuat Arman menjadi semakin benci.
Sebenarnya Arman pribadi yang hangat, tapi keadaan yang membuat Arman mempunyai dua kepribadian Arman yang humoris tertutup oleh watak keras kepalanya yang di turunkan Ibunya.
"Sudah, ayo kita makan" sudah lama Ibu tidak makan bareng sama kamu," panggil Ayahmu gih."
"Baik Bu, Bu ada satu lagi yg belum Arman beritahu Ibu, Arman sudah beli Rumah di kota dan saat Ini Arman tinggal sama adik.
"Iya Ayahmu sudah cerita.
Arman dan Ibunya berjalan bergandengan
menuju meja makan .
Lastri yang dulu kalem berubah menjadi sosok yang centil dan kuat.
Arman sang Guru Idola.
BERSAMBUNG
**Haii readher di saat merebaknya virus Corona semoga kita selalu di beri kesehatan.
__ADS_1
Jangan lupa Like
Coment**