
Braaakkkk.
Aaaaaaa...
Di persimpangan jalan seorang gadis yang mengendarai sepeda jatuh terpental ke tepian jalan..
Arman terpakku tidak mampu berdiri, padahal luka yang ia derita tidak seberapa..
Warga berlarian menuju TKP, dengan tertatih-tatih Arman mendelati gadis yang tak sadarkan diri..
Astriiii...,maafkan akuuu,...huhuu..Arman meraung raung,
" Arman merengkuh tubuh Lastri, darah mengucur deras dari pelipis,tidak peduli kemeja putihnya berlumur darah..
"Asriii...tidaaakk...huuuu...
Arman menepuk-nepuk wajah Lastri tidak kunjung sadar.
Yach gadis itu Lastri, ia pulang dari Mini market.Warga berkumpul mereka ingin menolong, salah satu warga menarik Motor Arman membawanya letepian..
"Datanglah laki-laki yang masih lengkap dengan seragam sekolah, ia berlari membelah kerumunan,..
Lastriii...Ya Allah..
"Doni terkejut,melihat gadis yang di cintainya, sebagian mukanya penuh dengan darah, ia merogoh sakunya, mengambil tisu dan menyeka darah yang menutupi wajah Lastri.
Doni menatap Arman tajam!..Haiii...apa yang kau lakukan padanya,? Seandainya terjadi apa2 dengannya, aku tidak akan tinggal diam..
" Arman hanya menunduk, bagaimapun ia memang salah karna tidak bisa mengendalikan emosinya, menyebabkan muridnya tidak berdaya..
"Sudah-sudah ayo segera kita bawa kerumah sakit," Warga menengahi..
Doni dengan sigap, mengangkat tubuh Lasri dari pangkuan Arman dan membawa ke mobilnya,..Arman mengekori, sakit di tubuhnya yang baret - baret tidak ia rasakan..
"Doni merebahkan tubuh Lastri di jok belakang, di ikuti oleh Arman..Siapaa laki-laki ini,?...kena apa dia hawatir banget sama Lastri..Arman bergumam...
Doni mengendarai mobilnya membawa Lastri ke rumah sakit.
__ADS_1
"Arman sangat sedih..maafkan aku Lastri,..kamu selama ini sudah susah tapi aku malah menambah kamu lebih susah..
Arman membersihkan rumput bercampur tanah di tubuh Lastri, merapikan kerudungnya yang berantakan..Tanpa terasa air matanya meleleh..
"Doni memperhatikan dari kaca spion, hatinya terbakar, tapi saat ini ia harus tenang mengenyampingkan rasa egonya, yang penting saat ini Lastri cepat tertolong...pikirnya.
30 menit sudah sampai, Arman menggendong Lastri menuju UGD, perawat datang membantu Arman..setelah Lastri di tangani dokter, Suster membawa Arman untuk mengobati lukanya..
"Luka Arman tidak parah hanya lecet-lecet saja.Sedangkan Doni diluar gelisah, cemas, duduk, berdiri, jalan mondar mandir seperti gosokan..dadanya sesak ia kadang menjambak rambutnya sendiri.
Setelah luka Arman di obati, ia keluar menuggu di depan pintu lastri di tangani, mukanya sudah tidak sepucat tadi...Ya allah selamatkan gadis kecilku," ia tengadah berdoa kepada Allah.
"Doni menyusul Arman, duduk di sampingnya, Arman menoleh ke arah Doni, mereka hanya saling diam, tidak ada yang memulai biçara, mereka larut dalam pikiran masing masing..
" Celeekk...dokter keluar dari ruangan..
Dua orang orang yang sama-sama mencintai Lastri itu bangun dari duduknya.
Bagaimana keadaanya dok? mereka berdua bertanya serentak.
Siapa keluarganya,? ...dokter memandang dua pemuda tersebut.
dokter terkekeh melihat kepanikan dua pemuda tersebut..
Untuk luka - luka tidak terlalu parah, untung hanya luka ringan, ..
Untuk tangan kirinya mungkin ini agak parah, ia mengalami patah tulang ringan, atau di sebut tulang mleset atau sendi bergeser..tempat perlekatanya pada sendi, dokter menjelaskan pada mereka..Tapi untuk saat ini dia belum sadarkan diri..Nanti suster akan memindahkan ke ruang rawat..
" Dokter segera pergi meniggalkan mereka berdua.
Arman dan Doni mereka kembali duduk berdampingan, Arman menoleh kearah Doni,
Kamu siapanya Lastri? Arman bertanya.
Pacarnya,! jawab Doni tegas..
Deg
__ADS_1
Saya Gurunya, Arman menyodorkan tangan ya,maksut ingin berkenalan..
Sudah tau! jawab Doni datar.
Arman memperhatikan pemuda itu, ia masih mengenakan sragam putih abu - abu..Arman membaca nemtek, ternyata Doni sekolah di sekolahan dia dulu.
" Kemudian dua orang suster datang kearahnya,mendorong tubuh Lastri hendak di bawa ke ruang inap.
Arman dan Doni mengikuti dari belakang, sampai di ruangan Arman memperhatikan wajah Lastri,tampak pucat, tangan kirinya dipasang gips, kepalanya di perban mungkin untuk menutup luka di keningnya..Arman menjadi sangat bersalah..
Saya pamit pulang dulu, mau kasih kabar keluarganya...Doni izin tanpa melihat muka Arman.
Eh," tunggu dulu" Armam mencekal tangan Doni..
Doni berdiri menatap Arman
Ada apa,?..Tolong sebentar ya jaga Lastri , saya mau ke Toko pakaian itu, Arman menunjuk Toko pakaian di sebrang rumah sakit..Doni mengamati baju Yang Arman pakai, masih banyak noda darah...Doni mengangguk..
Setelah membeli baju, Arman membersihkan badanya, ia mengenakan kaos hitam dan kembali menemui Doni..
" Sudah kamu boleh pulang, terimakasih ya?,
Terimakasih buat apa?,..
Karna sudah membantu menjaga Lastri," kata Arman..Ya gak apa-apa ,...Lastri kan! pacar saya..jawab Doni pede
Sekarang saya yang titip tolong jaga pacar saya," .
Awaas ya!! jangan di colek-colek..Doni pergi, Arman memperhatikan kepergian Doni sampai hilang di balik pintu.
"Sekarang tinggal tinggal Lastri dan Arman diruangan itu.
Arman menatap wajah Lastri dengan lekat..Maafkan aku,..gadis kcilkuu..aku rindu canda tawamu, Arman sedih menatap Muridnya, Air matanya tidak bisa ia tahan, berapa tahun ini hanya kali ini, ia menangis lagi..
Cepat sadar gadis kecilkuu," besok kalau sudah sembuh, sekolah aku antar jemput yaa...aku gak rela kamu jalan berpanas- panasan setiap hari,...cepat bangun yaa,..ia meng usap-usap tangan lastri,mungkin karna kelelahan ia tertidur telungkup, di sampingnya..Arman terasa badanya remug, banyak sekali yang ia pikirkan, di sakiti mantan tunanganya, belum lagi besok harus menceritakan kepada keluarganya, sudah membuat anak orang celaka.
♡ ♡ ♡
__ADS_1
Sudah dulu ya, maaf tipo tipo, aku ketik habis subuh nglenggut-nglenggut tahan kantuk..
,