
Pak Armam mengantarkan Lastri ke SMK muhamadyah, sepanjang jalan mereka bersenda gurau, tidak terasa mereka sudah sampai di sekolah. Di Sekolah tampak ramai, meskipun kelas 3 sudah selesai ujian, tapi belum Libur kenaikan kelas.
"Mas Arman.."Panggil Lastri manja.
"Apa?" Jawab Pak Arman singkat.
"Saya maluu.." Lastri malu karna banyak anak anak yang memandangnya, terutama anak laki laki. Lastri kalau tidak memakai baju SMP memang sudah seperti anak kuliahan, dilihat dari fostur tubuhnya walaupun wajahnya masih sangat Imut. Mereka berjalan menuju kantor.
"Asalaamualaikum..
"Waalaikumussallam..
"Arman?...
"Dody..? Arman dan Dody saling menunjuk.
"Haii.." apa kabaar..? mereka saling berjabat tangan, teryata Dody teman SMA Arman. karna jam mata pelajaran, semua Guru mengajar di kelas masing masing, keadaan kantor sangat sepi hanya ada Pak Dody Guru piket dan TU.
Dody memandangi Lastri dari atas sampai bawah. Lastri menjadi gugup dan salah tingkah, merasa di perhatikan.Armam yang menyadari Lastri tidak nyaman. menyadarkan sahabatnya.
"Hallo..?Arman menggoyangkan telapak tanganya di didepan muka Dody.
"Kenalkan ini cewek gue" Arman tidak lagi formal memanggil sahabatnya, sebab di kantor juga tidak ada orang lain.
Dody menatap Arman dan Lastri bergantian, sebab setahu Dody Arman sudah punya tunangan.
"Cewek lo cantik Ar" Dody berbisik ketelinga Arman. hehe Arman terkekeh.
"Iya doong" gue.." Arman menepuk dadanya sendiri.
Setelah bercanda ria Arman minta formulir pendaftaran.
"Buat siapa lo ambil formulir? tanya Dody. sebab setahu Dody, Adik Arman sudah kuliah bahkan Hampir selesai.
" Ya buat cewek Gue lah.." memang siapa lagi ??.
"Jadi" Mbak ini baru mau masuk SMK ?" Dody menatap gadis di samping Arman tidak percaya.Lastri makin tidak enak mendengar percakapan dua sahabat itu, segera melenggang menuju Ruang TU dan mengambil formulir. Lastri membayar 100 rb kemudian keluar.
"Mas, aku tunggu di luar ya.." Kata Lastri. Arman mengacungkan jempolnya ke arah Lastri.
"Seriusan Ar, cewek lo masih SMP ?"
__ADS_1
"Iya, memang kena apa ?" lo dari tadi penasaran amat sih" tanya Arman.
" Bukanya dulu lo sudah tunangan Ar, lalu bagaimana ceritanya sampai lo bisa pacaran sama anak SMP?" Arman tidak menjawab pertanyaan sahabatnya. Yang penting saat ini sudah bisa bebas dari Arshi ia sudah sangat bahagia.
"Tapi, tidak apa apa sih cantik.." Gue juga mau Dody menggoda Arman.
"Klepok... Arman memukul bahu Dody dengan buku yang ada di mejanya.
"Hehe..kalem bro, kaleeem...Dody tertawa garing.
"Eh, ngomong ngomong bagaimana kabar Dimas?" Tanya Dody.
"Dia baik, sudah sebulan nih gue nggak keluar sama dia" Jawab Arman.Memang sudah sebulan Arman tidak bertemu dengan Dimas. Arman tidak tahu kalau Dimas sedang bersedih saat ini.
"Kapan nih lo, mau kumpul gue ikut yaa.." kata Dody.
"Malam minggu dech ya..." nanti gue kabari Dimas. Jawab Arman. Gue pamit ya, cewek gue nunggu.
"Ok! Ar...Have fun.
Sementara Lastri duduk diluar, di kursi panjang pinggir taman. Menatap bunga mawar kesukaannya.
"Haii, kak" anak laki memakai seragam putih abu abu, menyapa Lastri dan menghampirinya.
"Lagi nunggu siapa kak? Tanya anak Laki laki itu. Anak laki laki itu duduk di kursi yang sama, di sebelah Lastri. Kulitnya putih, ganteng sepertinya dia orang kota.
"Lagi nunggu teman dek," kik kik kik... Lastri tertawa dalam hati, menertawakan dirinya sendiri. Karna ia memanggil anak SMK ini adik.
"Kenalkan kak nama saya Riko, Laki itu menyodorkan tanganya ingin berjabat tangan tapi Lastri menangkupkan tanganya dari jauh.
"Oh cewek alim ternyata. Riko membatin.
"Hemm.
Suara deheman membuat mereka menoleh, Pak Arman menatap Riko degan tajam. Menyadari hal itu, Lastri segera narik tangan Arman.
"Dek, saya duluan ya.." sampai ketemu lagi...? Lastri dan Arman berlalu maninggalkan anak laki laki yang sudah tidak bisa berkata lagi.
Ternyata sudah punya pacar Rio nyengir menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Hahaha...Lastri terbahak terbahak.
__ADS_1
"Heh! kenapa sih" ketawanya begitu amat? anak perempuan kok ketawanya begitu.Arman kesal baru ditinggal sebentar dia sudah ngobrol dengan laki laki lain, belum lagi Lastri tertawa bahagia, membuat, Arman makin kesal.
"Hahaha....up, Lastri menutup mulutnya, karna dapat plototan dari Arman.
"Hehe..yang bener saja diakan! anak SMK, sudah kelas dua lagi" maasak, aku di panggil kakak. "Mungkin karna aku sering jalan sama Pak Arman kali ya? jadi kelihatan tua." hehe.. Lastri terkekeh.
"Iya! cari yang muda sana! Arman kesal Iya berlalu meninggalkan Lastri menuju parkiran. "
Lastri menggeleng mengejar Arman yang sedang cemburu.
"Idih, cemburuan melulu" kalau tidak boleh kenal sama orang," biar saja aku dirumah terus" tidak usah sekolah. Lastri mulai tersulut.
"Iya, tadi Dody baru lihat sekali sudah lirik - lirik," bocah ingusan baru lihat sekali sudah cengengesan" Bagaimana nanti kalau tiap hari? Gerutu Arman.
"Makanya..? tidak usah sekolah, dirumah saja" mulut mulut dia," kalau tanya masak aku tidak jawab! Kalau dia tertawa, ya biarin dia tertawa" memang aku suruh nyumpal mulut orang tertawa. Lastri menghentakkan kakinya. kemudian pergi naik angkutan, tidak lagi mempedulikan Arman yang sedang berkobar api cemburu.
Arman hanya terpaku melihat kepergian kekasihnya ingin mengejar tapi percuma karna angkutnya sudah berlalu. Arman melajukan motornya menuju Rumah Dimas.
Sementara di rumah Dimas. Dimas hari ini tidak kemana mana, mau kekampus tidak ada kelas, mau ke bengkel rasanya malas, ia hanya miring kanan miring kiri kadang telungkup tidak ada semangat.
"Kakak kenapa sih" Dina tiba - tiba masuk tanpa mengetuk pintu.
"Sopan santun sedikit apa? kalau masuk kamar tuh ketuk pintu dulu."Dimas sudah sering kali memberi tahu adiknya kalau masuk suruh ketuk pintu dulu, tetap saja nggak di gubris. Semenjak kejadian Dimas mimpi lalu di vidio in sama adiknya Dimas lebih waspada.
"Ya ellah kakak.." biasanya nylonong juga nggak kenapa kenapa?" Kenapa kakakuu.."yang ganteeng.." Dina memijat kaki kakanya ia tahu pasti kakaknya lagi ada masalah.Dina memang paling pintar ambil hati kakaknya.
"Perpisahan kapan Din,? Tanya Dimas.
" Minggu depan kak, ada undanganya sih.."tapi aku belum sempat kasih ke kakak," Nanti kakak hadir ya.."Mewakili Mamah. aku tampil loh kak, menari tarian Yogya. Terus hari sabtu thor ke Yogya udah dech, selesai tugas. Dina bercerita panjang lebar.
"Nanti kalau sudah thor langsung pulang ke Jakata sama kakak aja, tidak usah nunggu Mamah.
"Terus kuliah kakak bagaimana? Dina makin penasaran.
"Nggak tau nih males, mungkin nanti ambil cuti aja dulu, kalau enggak ya pindah kuliah dijakarta. Jawab Dimas.
Dina makin penasaran apa yang terjadi dengan kakaknya sebab yang Dina tahu Dimas paling bersemangat tapi tiba tiba mau cuti kuliah.
***Happy reading
Ayo dong hadiah
__ADS_1
Like
Coment***.