Mencintai Kekasih Kakak Ku

Mencintai Kekasih Kakak Ku
Chapter 25


__ADS_3

Mereka telah sampai di tempat janjian yang telah ditentukan oleh Kimtan kepada para Investor, memang awalnya mereka akan bertemu di perusahaan Bramasta Group. Tapi pria itu lebih mengusulkan untuk pertemuannya diadakan di K restoran yang terkenal mewah, banyak kalangan atas yang mereservasi restoran ini untuk acara-acara besar dan tentunya sewa untuk gedung sangat fantastis.


Irine sendiri tidak bisa membayangkan, berapa banyak uang yang dikeluarkan oleh pria itu hanya untuk pertemuan seperti ini.


"Irine, kau sudah mempersiapkan semua berkas yang telah aku minta padamu kan?" Tanya Kimtan, kembali memastikan bahwa semua berkas penting itu sudah dibawa oleh Irine karena Ia tak ingin ada kesalahan sedikit pun nanti di hadapan para Investor-investor nya.


"Saya sudah dua kali mengeceknya, semua sudah berada di dalam Map ini. Jadi Anda tak perlu mengkhawatirkannya karena ini sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai sekertaris Anda." Jawab Irine penuh dengan penekanan.


Setelah mendengar jawaban dari dirinya, pria itu berjalan mendahuluinya dengan aura yang mematikan. Bagaimana tidak, postur tubuh yang tinggi, wajah yang tampan bak pangeran Yunani. Ditambah senyuman yang selalu membuat wanita-wanita terpesona melihatnya, ketampanan seorang Kimtan benar-benar tak bisa diragukan lagi oleh siapapun. Bahkan media menyoroti dirinya sebagai pengusaha muda yang sukses yang memiliki pesona luar biasa.


"Ceh, dasar laki-laki yang suka tebar pesona." Cibir Irine menatap punggung Kimtan dengan sedikit kesal.


...****************...


"Hallo Mr. Kim sudah lama kita tak bertemu." sapa salah seorang pria yang berkumis tipis dan berpostur tinggi pada Kimtan.


"Cukup baik Sir." jawab Kimtan sambil membalas jabatan tangan pria itu.


Dari balik punggung Kimtan, sejak tadi Irine hanya memperhatikan. Dia tak berani mengeluarkan suara sedikit pun, jujur saja ini adalah pengalaman pertamanya bertemu dengan para petinggi seperti ini. Membayangkan nya saja dia tak pernah, apalagi.. Woah, Dia benar-benar speechless.


"Irine." Panggil Kimtan.


Merasa namanya di panggil, Irine langsung mendongakkan wajahnya menatap Kimtan yang berada di depannya.


"Kenalkan ini Sir Benjamin, dia merupakan salah satu Investor penting kita." Ucap Kimtan dengan senyuman ramahnya.


Kedua mata itu melirik ke arah pria yang bernama Benjamin. "Saya Irine, Sekertaris Tuan Kimtan." Ucapnya, memperkenalkan diri.


"Woah, you really beautiful" Puji Sir Benjamin pada Irine.


"Thanks you Sir, Anda tidak perlu memuji saya seperti itu." ujar Irine merasa malu karena pujian dari Benjamin.


Kimtan melihat percakapan intens keduanya merasa tak suka. "Hm, bagaimana jika kita memulai pembicaraan kita." ujar Kimtan.


"Tidak masalah, lebih cepat lebih baik. Bukankah kita bisa bersantai setelah itu Hahahaha.." Ujar Benjamin sambil tertawa.


"Yah, kau selalu seperti itu. Party And Party..." Cibir Kimtan.


'Sepertinya mereka cukup dekat' Pikir Irine yang memperlihatkan interaksi dan cara bicara keduanya yang santai.

__ADS_1


...****************...


"Apa kau mencinta seorang pria?" Tanya Kimtan secara tiba-tiba, membuat Irine mengernyitkan dahinya.


"Apa kau juga menyukai seorang i laki-laki?" ucap Irine balik bertanya, entah kenapa pembicaraan Presdir nya sedikit aneh setelah pertemuan mereka dengan Sir Benjamin.


"Hahahaha. Kau benar-benar lucu mana mungkin aku menyukai laki-laki. Jelas-jelas aku normal, buktinya saja aku mengecup dirimu siang tadi." Ucap Kimtan dengan santainya sambil tertawa membuat Irine tercengang.


'Astaga! Jika bukan Bos saya, sudah saya giling di penggilingan daging nih orang.' Batin Irine kesal


"Irine." Panggil pria itu lagi, kepalanya Ia sandarkan pada pundak gadis di sampingnya.


Irine menoleh ke arah Kimtan. Hah, kali ini dia bisa membiarkan Tuan nya seperti ini karena efek minuman.


"Hm." Jawab Irine seperlunya, karena Ia merasa kesal dengan Kimtan. Pria itu selalu membuatnya malu.


"Jika aku mencintaimu, bagaimana?" Kali ini nada suara Kimtan mulai serius.


Membuat Irine kembali terkejut, Ia tak tahu harus memberi respon seperti apa pada Pria ini.


"Aku berkata jujur." Lagi, pria ini berusaha menyakinkan Irine.


Irine menolehkan wajahnya, menatap Kimtan dengan wajah yang sendu. Kenapa pria ini tiba-tiba mengatakan hal yang sama lagi.


"Aku berkata apa adanya." Jawab Kimtan tak ingin menyerah, sebisa mungkin menyakinkan wanita ini. "Kau- Irine atau siapapun itu. Aku jatuh cinta pada mu, padamu." tegasnya.


Kepala Irine mulai berdenyut, Ia bingung dengan situasi macam ini. Mulai dari pria ini yang seenaknya datang, menganggapnya orang lain, mendekatinya, memerintah dirinya, dan sekarang menyatakan perasaan padanya. Irene tak mengerti, lalu- hatinya yang berdetak ini.


"Tuan, kita baru saja memenangkan hati para investor untuk berinvestasi ke perusahaan Bramasta Group. Saya tahu Anda senang dan Anda juga tengah berada dalam pengaruh alkohol, kali ini Saya akan memakluminya." Ujar Irine sedikit memundurkan langkahnya, mencoba menjauh dari Pria bernama Kim Kimtan.


Sekilas dia dapat melihat tatapan Kimtan yang tengah menatapnya dengan dingin, rasa gugup itu mulai melingkupi dirinya. Ditambah hanya mereka berdua di ruangan besar ini, meski bukan sekali dua kali mereka berada di ruangan hanya berdua saja. Tapi ini situasi yang berbeda, jadi wajar saja jika Ia merasa tak nyaman.


"Aku tidak bisa mengulanginya lagi Irine, apa yang aku katakan itu benar dari hatiku. Aku tidak pernah main-main dengan perasaan kau ataupun wanita lainnya." ujarnya dingin.


Nada suara Kimtan mulai berubah, mungkin Ia kesal dengan Irine yang juga tak menanggapi kata-katanya dengan serius.


"Akhir-akhir ini, pikiranku selalu dipenuhi olehmu. Bayanganmu, aroma tubuhmu, semuanya tentang kau selalu aku pikirkan yang membuatku tak bisa fokus untuk bekerja." papar Kimtan mengakui semua yang selama ini dia rasakan.


Deg. Irine terkejut dengan pengakuan Tuannya barusan, Pria itu memikirkan dirinya? Itu- mana mungkin.

__ADS_1


"Dengarkan detak jantungku!" Kimtan mendekat, langsung menarik lengan Irine untuk memegang dadanya yang terus berdegup setiap kali berhadapan dengan Irine.


"Aku yakin detak jantung ini tak akan bisa membohongi dirimu, Irine." Sambung Kimtan tersenyum sendu.


Lama-lama, Irine juga tak sanggup jika Kimtan menatapnya dengan tatapan seperti itu. 


Melihat situasi yang berpihak pada dirinya, Kimtan kemudian memeluk pinggang Irine. Lengan kanannya mengusap lembut pipi kanan Irine, sedikit menyingkirkan anak-anak rambut milik gadis didepannya yang menutupi sedikit wajah cantiknya.


Irine yang mengetahui kemana arah selanjutnya, Ia pun langsung berdiri dan melepaskan pelukan itu dari pinggangnya.


"Maafkan aku, aku harus pergi." Ucap Irine cepat-cepat menghindar.


Namun, sangat disayangkan Ia kalah cepat dengan Kimtan. Karena lelaki itu lebih dahulu menahan lengan Irine untuk tak pergi dari ruangan ini, meninggalkan pria itu.


"Ini belum selesai, aku tidak bisa melepas dirimu begitu saja." Kata Kimtan.


Benar saja, pira itu langsung menarik tubuh Irine, sehingga membuat tubuhnya kembali menghadap ke arah pria itu. Dengan perlahan dan pasti, Kimtan langsung menempelkan bibirnya dibibir Irine.


Lagi dan lagi, Tuannya selalu seenaknya memperlakukan dirinya seperti ini.


"Setiap detiknya aku merindukanmu, Aku ingin selalu berada di pelukanmu. Karena itu membuatku merasa nyaman, seperti berada di pelukan seseorang." Kata Kimtan seperti tengah membual, tapi pada kenyataannya yang Ia rasakan memang seperti itu.


Irine yang mendengar pengakuan dari Pria di depannya, entah kenapa membuat hatinya terenyuh. Ia tak tahu jika Kimtan akan mengatakan hal semanis ini padanya. Membuat Irine, menjadi terbawa suasana.


"Aku mencintaimu, Irine. Mencintaimu mencintaimu." Gumam Kimtan menatap bola mata Irine, suaranya begitu lirih dan tulus membuat Irine benar-benar tersihir oleh kata-kata dan perlakuan dirinya.


Kimtan kembali Mengusap kedua pipi Irine dan kembali mendekatkan wajahnya perlahan, kemudian mengecup bibir ranum Irine yang berwarna peach cerah.


Nyatanya kecupan itu bukan dari satu pihak, Irine yang terbawa suasana dengan tak terduga pun ikut membalas.


Bibir Kimtan merekah, membentuk garis bahagia di sana saat wanita yang Ia cinta membalas perlakuannya. Wanita ini benar-benar tak terduga, sangat manis dan lembut.


Merasa Irine memerlukan pasokan oksigen, Pria itu segera menjauhkan bibirnya dari bibir Irine. Sesaat persatuan itu terlepas, terdengar nafas Irine yang memburu.


"Aku Mencintaimu." Gumam Kimtan lagi sambil mengecup kening Irine berkali-kali, membuat kedua pipinya begitu merah padam.


Irine menjauhkan tubuhnya dan mendorong Kimtan secara pelan.


Sedangkan Pria itu tersenyum geli melihat respon wanita ini, dia benar-benar menggemaskan.

__ADS_1


"Mari kita pulang." Ajak Kimtan menggandeng lengan Irine, lembut. Tak lupa senyum itu selalu merekah pada tiap langkah Kimtan.


Irine? Jangan kalian tanyakan lagi. Karena wanita itu tak tahu respon apa yang harus Ia berikan pada kejadian beberapa menit yang lalu, Ia hanya menuruti instingnya atau perasaanya. Ia tak mengerti--


__ADS_2