Mencintai Kekasih Kakak Ku

Mencintai Kekasih Kakak Ku
Chapter 69


__ADS_3

Saat ini Irine tengah duduk di sofa yang gadis itu yakini adalah ruang tamu, entah berada di kediaman siapa saat ini karena yang Ia tahu tempat tinggal atasannya bukanlah di sini. Meski begitu, ruangan ini tak kalah mewah dengan apartemen milik Kimtan yang Ia ketahui.


"Kau kenapa?" tanya Kimtan yang tiba-tiba datang entah dari arah mana, Irine tak begitu memperhatikan fokusnya hanya pada suasana ruangan yang menurutnya luar biasa mewah.


"T-tidak a-apa." Jawab Irine dengan gugup, semburat merah terlihat jelas di kedua pipinya yang tersipu. "Tuan abis dari mana?" tanya nya.


"Hn, aku membawakan mu makanan." Ucap Kimtan sambil mengangkat beberapa kotak makanan yang sepertinya baru saja dia pesan entah dari restoran mana.


"Ah, begitu. Lagi pula aku tidak lapar ...


"Ini untukku kok." Sela Kimtan yang dengan santainya duduk di hadapan Irine yang tengah tercengang mendengar ucapannya barusan.


"K-kalo begitu lebih baik saya pulang saja." Ujar Irine, gadis itu merasa malu karena kejadian barusan.

__ADS_1


"Duduk saja, aku hanya bercanda." titah Kimtan, kedua lengannya sibuk membuka semua makanan yang telah dia pesan di atas meja. "Kita akan makan bersama, Aku tahu kau belum makan. Tidak usah sungkan, di sini hanya ada kita berdua."


Deg. Entah kenapa dari semua perkataan atasannya, fokus Irine hanya pada kalimat 'Hanya ada kita berdua' Ah sialan, dia merasakan hawa panas pada wajahnya.


"Apa kau hanya akan diam saja dan tak akan memakannya?" tanya Kimtan menatap dingin ke arah Irine.


Merasa di tatap dengan ekspresi yang tak bersahabat, Irine segera menyambar Supit itu dan sedikit-sedikit memasukkan sushi yang telah pesan oleh Kimtan ke dalam mulutnya. Uekh, dia tak bisa menutupi bahwa makanan ini benar-benar enak dan sesuai dengan lidahnya.


"Uekh. Uekh. Uekh." Irine menutup mulutnya, dia tak habis pikir malam ini banyak kejutan yang keluar dari mulut Tuan nya. "T-terimakasih untuk perhatian Anda Tuan, i-ini Saya sangat berterimakasih." Ucap Irine.


"Hn, ini tak seberapa. Aku bisa memberikan lebih dari ini." Bisik Kimtan, namun tak terdengar jelas oleh pendengaran Irine.


"Kenapa Tuan?" Tanya Irine.

__ADS_1


"Ekhemm. Tidak apa, lanjutkan saja makan mu." Ujar Kimtan.


Tanpa merasa curiga, Irine kembali melanjutkan menyantap makanan kesukaannya. Ini benar-benar seperti surga baginya.


...****************...


Entah kenapa Ka Lala beberapa hari ini sangat berbeda, tidak seperti biasanya. Candra merasa sangat mengkhawatirkan kondisi Kaka sulungnya tersebut, di tambah Kakanya Irine juga beberapa hari ini pekerjaannya menumpuk sehingga sering bekerja lembur.


"Seandainya aku bisa cepat lulus, mungkin saja aku bisa kerja dan membantu Ka Irine." Gumamnya dengan raut wajah yang sendu.


Memang Candra merasa kesal dengan situasinya saat ini yang masih menjadi beban untuk Irine, di tambah Kaka nya itu harus rela cuti kuliah lagi karena harus sibuk bekerja. Padahal, sepertinya Irine ingin segera menyelesaikan pendidikannya karena dibanding gadis itu temen-teman yang lainnya sudah menyiapkan untuk penelitian akhir kuliah mereka.


"Huft, aapa aku mencari kerja part time saja yah? hmm tapi, bagaimana dengan Ka Lala? Pasti dia juga merasa kesepian karena kita sibuk dengan urusan masing-masing."

__ADS_1


__ADS_2