Mencintai Kekasih Kakak Ku

Mencintai Kekasih Kakak Ku
Chapter 38


__ADS_3

"Maafkan saya karena Anda lama menunggu, Dokter." Ucap Dokter Indah dengan nafas yang terengah-engah setelah berlari dari kantin ke gedung mawar.


Dokter Cleo cukup terkejut dengan penampilan Dokter Indah yang sedikit berantakan.


"A-ah maafkan saya Dokter, Anda jadi..." Dokter Cleo menjeda suaranya, tangannya menyibak rambut Dokter Indah yang sedikit menutupi sebelah wajahnya.


Dokter Indah menelan ludahnya, apa yang dilakukan Dokter Cleo barusan membuatnya gugup. "Ti..dak apa, saya tidak apa Dokter." potong Dokter Indah cepat.


Dokter Cleo sedikit menyembunyikan senyumnya, saat melihat tingkah Dokter Indah yang lucu di matanya.


"Oh yah, aku sampai lupa Dokter. Saya memiliki kabar baik sekali." Seru Dokter Cleo tersenyum.


Dokter Indah menatap wajah Dokter Cleo dengan tanda tanya, apa yang di maksud kabar baik dari Dokter Cleo. Pikirnya.


"Kau tau, pasien yang beberapa waktu lalu saya ceritakan dia telah siuman." seru Dokter Cleo dengan sangat senang.


"Wah benarkah? itu memang berita yang baik Dokter. Selamat Dokter, usaha Anda tidak sia-sia sekali." ucap Dokter Indah ikut tersenyum bahagia, memang tidak ada yang sia-sia di dunia ini.


"hm, untuk itu aku memerlukan bantuan dari mu." ucap Dokter Cleo.


"Bantuan apa itu Dokter?" Tanya Dokter Indah menautkan kedua alisnya.


"Setelah Koma, dia perlu beradaptasi dengan lingkungannya. Dia tak bisa secara cepat mengingat kembali ingatannya, jadi butuh proses nya. Makanya saya meminta Dokter Indah untuk membantunya, saya cuma bisa meminta tolong pada mu Dokter." Jelas Dokter Cleo, meski sedikit tak enak hati pada Dokter Indah.


"Tidak apa Dokter, saya pasti akan membantu sebisa saya." Jawab Dokter Indah serius.


"Baiklah, aku akan memperkenalkan mu dengan dia. Mari masuk ke ruangnya." ajak Dokter Cleo.


Dokter Cleo mengajak Dokter Indah untuk bertemu dengan pasiennya yang berada di kamar 345.

__ADS_1


Clek.


Pintu itu terbuka menampilkan seorang perempuan yang tengah berbaring dengan kedua mata yang terjaga.


"Hai.. Kau sudah lebih baik?" Tanya Dokter Cleo mendekati pasien nya.


Dokter Indah mengekor dibelakang Dokter Cleo, entah kenapa jantung nya berdetak kencang.


"Aku membawa teman, kau bisa berkenalan dengan nya." Ucap Dokter Cleo.


Pasien itu melirik Dokter Indah yang masih diam di belakang Dokter Cleo, dia tersenyum canggung.


"Dia adalah Dokter Indah. Teman ku dari bangsal lain, kau bisa berbicara banyak dengannya." ujar Dokter Cleo.


"Hai senang bisa bertemu denganmu, saya Indah Dokter Ahli gizi." Ucap Dokter Indah sambil mengulurkan lengan kanannya ke arah pasien perempuan itu.


Pasien itu menatap Dokter Indah dengan ekspresi yang datar, kemudian menyambut uluran tangan Dokter Indah.


"Jika kau memerlukan sesuatu atau ada yang ingin kau tanyakan, bilang saja padaku. Kau tak perlu sungkan, oke?" Ucap Dokter Indah.


Pasien yang belum diketahui namanya itu menganggukkan kepalanya tersenyum.


"Syukurlah, dia tak canggung denganmu Dokter." Bisik Dokter Cleo di telinga Dokter Indah.


"Hahaha.. Iyah Dokter. Aku hanya sedikit gugup juga." Timpal Dokter Indah dengan suara pelan.


"Ah yah, Dokter Indah. Karena pihak rumah sakit belum mengetahui data keluarga Nona ini, kami sepakat memanggilnya Putri." jelas Dokter Cleo.


"Putri? Wah nama yang cantik sekali seperti orangnya sungguh cantik." Seru Dokter Indah. "Senang bertemu denganmu Putri." sapa nya.

__ADS_1


"Terimakasih..." jawab Putri tersenyum.


Setelah Dokter Indah mengobrol cukup lama dengan Putri dan Dokter Cleo, bunyi pesan masuk dari Handphone nya membuat percakapan mereka terhenti.


"Ah, maafkan saya." Dokter Indah menatap dua orang di depannya dengan canggung, lagi-lagi dia lupa mensilien Handphone nya. Dokter Indah merogoh handphone nya dan melihat ada satu notifikasi.


"Candra? Astaga." Dokter Indah menepuk jidatnya, dia melupakan Candra karena terburu-buru datang ke Gedung mawar. Anak itu pasti lama menunggunya, astaga kau bener-bener ceroboh sekali.


from Candra :


Ka Indah Kau di mana? Kenapa meninggalkan dompet mu di Kantin jika pergi? Aku akan menyimpan Dompet milikmu, aku akan kembali ke ruangan Ka Irine.


Dokter Indah melihat jam yang menunjukkan pukul 05 sore, hampir setengah jam dia membiarkan Candra seorang diri di kantin. Wanita itu bener-bener merutuki kebodohannya.


"Dari siapa?" Tanya Dokter Cleo, membuat Dokter Indah yang sejak tadi pikirannya melayang ke Candra jadi sedikit terkejut. "A-ah i-ini adik temanku, tadi aku bersamanya makan di kantin. Saat Dokter menelpon, aku lupa mengabarinya." Jawab Dokter Indah tersenyum canggung.


"Astaga, apa kau tadi sibuk? Maafkan saya Dokter Indah." Ucap Dokter Cleo tak enak hati. "Kau sebaiknya temui dia, aku jadi tidak enak. Kau bisa menemani Putri lain waktu, nanti ada Suster yang akan menemaninya." Seru Dokter Cleo.


"Baiklah, lain kali aku akan datang kembali." timpal Dokter Indah.


"Terimakasih Dokter Indah sudah mau berbincang dengan saya." ucap Putri sebelum Dokter Indah pergi.


"Sama-sama Putri, aku akan kembali lagi." Dokter Indah pun pergi meniggalkan Dokter Cleo dengan Putri.


"Sepertinya Dokter sangat menyukainya." suara putri terdengar lagi, saat pintu itu tertutup sempurna.


"Apa sangat jelas?" Tanya Dokter Cleo tersenyum.


"Sangat jelas." timpal Putri tersenyum.

__ADS_1


"Anehnya, kenapa dia tak menyadarinya." gumam Dokter Cleo dengan suara pelan.


Dokter Cleo Kemabli menatap pintu yang tertutup itu dengan pandangan menerawang.


__ADS_2