Mencintai Kekasih Kakak Ku

Mencintai Kekasih Kakak Ku
Chapter 67


__ADS_3

Lala berusaha sedikit demi sedikit menggerakkan kedua kaki nya, meski persendian nya terasa amat sakit Dia tetap memaksakannya untuk digerakkan.


"Aw, cepatlah! Kenapa, Kenapa kau tak segera bergerak?" Lala berteriak frustasi dengan kondisinya yang tak berdaya seperti ini. "Kau hanya beban untuk semua orang di sisi mu!"


Dengan rasa marah dan tak terima di hatinya, Lala tetap memaksakan Kaki nya untuk bergerak. Meski dia harus menyeret Kaki nya untuk bergerak, tetap dia lakukan.


"Ku mohon, bergeraklah." Rintihnya sambil menahan rasa sakit pada Kedua kakinya.


Lala tahu mengenai percakapan yang dilakukan oleh Dokter Cleo dan Irine saat itu, meski mereka mencoba menghindari dirinya dia tetap mencuri dengar tanpa sepengetahuan mereka. Saat mendengar itu semua, dunia nya seakan runtuh. Dia merasa tak punya harapan lagi, bagaikan mungkin Kaki nya tak bisa berjalan untuk selamanya?


Dia selalu menyangkalnya dan tetap berpura-pura seakan dia tak pernah mendengar percakapan tersebut, tapi ketakutan-ketakutan itu selalu datang menghantuinya.


"Astaga!" Lala mengerang sakit sambil memegang kepalanya yang berdenyut nyeri. "Ingatan sialan ini." Lala menggeram.


"Kimtan, Kimtan, siapa dia? Aku yakin pada ingatan ini aku selalu menyebut-nyebut namanya, seakan dia adalah orang yang aku kenal. Tapi, di sisiku tak ada orang yang bernama kimtan. Dan lagi, ketika menanyakan hal itu pada adiknya Irine dia seakan menghindarinya."


Lala berusaha mendapat ingatannya kembali, meski rasa sakit yang harus Ia terima. "Aku ingin mengingatnya dan tak ingin menyesalinya."


"Ka Lala."


Mendengar suara yang memanggil namanya, Lala segera menghapus kedua pipinya. Dia tak ingin, adiknya Candra khawtair mengenai kondisinya. Tapi bagaimana ini, dia tak bisa menggerakkan tubuhnya untuk kembali ke tempat tidur setelah dia memaksakan Kaki nya untuk bergerak dan berakhir jatuh ke lantai.

__ADS_1


"Ka Lala."


'Ah, sial' Adiknya telah melihat kondisinya. Batin Lala.


"Astaga!" Candra terkejut dan segera menghampiri Kaka nya yang terduduk di lantai tanpa menggunakan kursi roda. "Kakak, kenapa?" Meski pertanyaan ini terdengar bodoh, tapi pria muda itu benar-benar terlihat khawtair.


Lala menatap adiknya, suara nya saat menanyakan kondisinya terdengar getir ditambah tatapannya yang sendu. "Tidak apa, tadi hanya ingin mengambil kursi roda tapi Kaka malah jatuh." timpal sambil terkekeh mencoba terlihat biasa saja di depan adik bungsunya.


"Kakak kenapa tertawa! Ini kan bahaya, Kakak bisa memanggil Candra. Candra kan ada di samping kamar Kaka...."


"Cand..." Lala memotong ucapan adiknya, dia merengkuh wajah adiknya dan mengusapnya dengan lembut. "Terimakasih telah mengkhawatirkan Kaka dan Kaka baik-baik saja, singgung."


"Baiklah, aku akan mengendong Kaka ke tempat tidur." ujar Candra.


"Ka, aku sudah memasak untuk sarapan kita. Apa kakak mau makan di ruang tv atau di kamar?"


"Di Kamar saja, tolong bawakan makanannya yah."


"Baik Ka, tunggu dulu sebentar di sini."


"hm." Lala menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.

__ADS_1


...****************...


Di tempat lain. Arka tengah menghadap Tuan nya untuk memberikan tugas yang telah di perintahkan Tuan nya.


"Ini Tuan yang Anda minta." Ujar Arka menyerahkan map berwarna coklat pada Kimtan.


"Kau boleh keluar." Perintah Kimtan setelah menerima map dari Arka.


"Baik, Tuan."


Arka berjalan keluar dari ruangan Tuan nya dan menutup pintu itu dengan pelan.


Sejujurnya dia belum tahu apa isi dari map itu karena bukan dirinya yang melakukan pekerjaan itu tapi orang lain, Arka hanya berharap tidak ada kekacauan yang berarti.


...****************...


Setelah membuka dan membaca seluruh isi dari map yang diberikan Arka padanya, Kimtan menggeram frustasi dan langsung meremasnya.


"Kenapa sampai sekarang dia tetap berbohong? Apa tujuannya?" Desis Kimtan.


Sejujurnya dia tahu ketika mengorek lebih dalam lagi, dia pasti akan merasa sakit. Tapi dia tetap lakukan karena berharap gadis itu tak membohongi nya, tapi setelah membacanya Kimtan merasa kecewa dan sakit.

__ADS_1


"Sebenernya apa yang kau rencanakan Rin? Kenapa kau melakukan ini?"


__ADS_2