Mencintai Kekasih Kakak Ku

Mencintai Kekasih Kakak Ku
Chapter 60


__ADS_3

Sejak beberapa menit yang lalu, Kimtan memfokuskan kedua matanya ke arah lengan gadis yang berada di sampingnya.


"Irine." Panggil Kimtan, sontak membuat Irine menolehkan wajahnya ke arah pria di sampingnya.


"Ya..." Jawab Irine menatap wajah atasannya dengan datar.


"Sebaiknya kau kembali lagi ke hotel." perintah Kimtan membuat Irine menatapnya bingung.


"Eh?" Irine melirik orang-orang yang tengah sibuk berdiskusi di sekitarnya, lalu kembali menatap Kimtan. Sebenernya apa yang di maksud pria itu, kenapa dia menyuruhnya kembali? Padahal jelas-jelas rapat mereka belum usai.


Kimtan mendekatkan wajahnya lalu berbisik di telinga Irine. "Biar aku yang akan menyelesaikan rapat kali ini, Arka sudah memesankan tiket untuk kembali ke Jakarta sore ini."


Mendengar hal itu, Irine masih terlihat bingung. "T-tapi sepertinya Anda akan kerepotan." Gumamnya.


"Wajahmu pucat, sebaiknya kembali."


Irine terlihat berpikir sejenak, apa dia mengatakan hal itu karena mengkhawatirkan dirinya? Dia melirik sekilas ke arah Kimtan yang menatap dirinya dingin.


"B-baiklah, seperti apa yang Anda katakan." ujar Irine pada akhirnya, dia tidak bisa juga melawan kehendak Kimtan yang merupakan atasannya.


"Tuan-tuan, maafkan Saya. Sepertinya sekertaris Saya tidak bisa melanjutkan rapat kali ini, jadi Saya meminta izin untuk mengantar sekertaris Saya sebentar untuk kembali ke hotel."

__ADS_1


Seruan Kimtan membuat semua orang menghentikan pembicaraan nya dan menatap Irine dan Kimtan bergantian.


"Tentu, silahkan mengantar Sekertaris Anda terlebih dahulu." ujar salah satu pria berkebangsaan Inggris tersebut dan di setujui oleh rekan lainnya.


"Terimakasih, saya akan segera kembali." Ujar Kimtan menuntun Irine keluar dari restoran mewah tersebut.


Irine berjalan di belakang Kimtan. "Kenapa Anda mengantar Saya? Saya bisa kembali sendiri."


"Tidak! Aku akan mengantarmu."


"T-tidak perlu sebaiknya Saya naik taksi s......." Irine tak melanjutkan ucapannya. "Akhhh." pekiknya saat Kimtan secara tiba-tiba menggendongnya ala bridal style.


"A-apa yang Anda lakukan? Turunkan Saya." Cicit Irine, dia sangat malu ketiak semua orang memperlihatkan mereka.


Mendengar hal itu Irine hanya bisa membungkam mulutnya untuk tidak berkomentar apapun, dia juga menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Kimtan guna menghindari tatapan sekitarnya.


...****************...


Drrttt ... Drttt..


Belum juga dirinya sempat memakan hamburger yang siap dia lahap, ponselnya langsung berdering. Arka mengambil ponselnya dan melihat pesan yang masuk.

__ADS_1


Message :


Bos Kim.


Segera gantikan Aku, lokasinya berada di restoran XX tak jauh dari hotel. Usahakan untuk mendapatkan proyek dan investasi dari Mr. Hans.


Setelah membaca pesan dari Bosnya, Arka menghela nafasnya dengan kasar. "Kenapa tidak ada hari untuk tenang." Gumamnya sedikit kesal.


Meletakan kembali hamburger miliknya, Arka langsung mengetik balasan untuk Bosnya.


"Percuma saja jika Nona Irine yang ikut, pada akhirnya semua pekerjaan dilimpahkan padanya." Gerutunya, menatap penuh minat makanan yang telah dia pesan di hadapannya. "Nasib, nasib."


...****************...


Lima belas menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di kamar Irine.


"Tunggu sebentar, aku akan mengambil kompresan untuk mu."


"Tunggu." Irine menarik lengan Kimtan. "T-tidak perlu, bukankah Anda akan kembali lagi." lanjutnya.


"Jangan pikirkan hal itu." Kimtan melepaskan lengan Irine. "Tunggu di sini, aku akan mengambilnya." Lanjutnya pergi meninggalkan Irine yang masih tercengang di tempat.

__ADS_1


"Kenapa dia selalu memperlakukan Aku seperti ini?" Bisiknya tak percaya. "Tenanglah, ini dia lakukan mungkin karena tanggung jawab dia sebagai atasan." Elak Irine, mencoba tak memikirkannya lebih jauh lagi. "Jangan terbawa suasana Irine, dia seperti karena kau mirip dengan Kakakmu."


__ADS_2