Mencintai Kekasih Kakak Ku

Mencintai Kekasih Kakak Ku
Chapter 49


__ADS_3

Irine membuka pintu rumahnya pelan, tubuhnya terasa sakit semua setelah melakukan sedikit pesta di acara pernikahan temannya tadi.


"Hah, aku ingin tidur sejenak." ucap Irine sambil sedikit meregangkan tubuhnya.


Baru saja Irine hendak menutup kembali pintu rumah, lengannya tiba-tiba ditarik.


Irine menolehkan wajahnya, ternyata adiknya Candra yang menarik lengannya. "Cand, apaan sih?" ucap Irine tak terima ketika lengannya langsung di tarik.


Candra menarik lengan Kaka nya dan membawa Irine ke kamar miliknya. Setah menutup pintu, Candra langsung melepaskan lengan Kaka nya.


"Uekhh." Keluh Irine saat lengannya dilepas. "Kenapa kamu menarik lengan Kaka sih?" tanya Irine memegang pergelangan tangannya yang sedikit memerah karena ulah adiknya.


"Kaka dari mana saja? sudah beberapa hari tak pulang. Bahkan tak memberi kabar sekalipun, ka Lala nanyain Kaka terus." ujar Candra dengan mimik wajah yang menatap Irine serius.


Irine memalingkan wajahnya, tak berani menatap wajah Adiknya.


"Ka Irine." panggil Candra, menatap Kaka nya yang mengabaikan dirinya begitu saja.

__ADS_1


"Apa'an sih, Kaka baru pulang dari pernikahan teman kaka." jelas Irine. "Kaka lelah, sebaiknya lain kali saja dibahasnya. Kaka mau istirahat." suara Irine memelan, wanita itu terlihat lelah dari kedua matanya yang sayu.


"Ya sudah kalo Kaka tidak ingin menjelaskannya padaku, it's ok! tapi tolong jangan hilang kabar, di sini keluarga Kaka mengkhawatirkan Kaka." ucap Candra pergi meninggalkan Irine yang masih mematung ditempatnya.


Irine menatap sendu punggung adiknya yang menjauh, dia memang salah karena dia tak menghubungi adiknya. Tapi, dia. Dia tak tahu harus dari mana menceritakan semuanya, bahkan dirinya sendiri pun tak paham dengan kondisi yang terjadi padanya saat ini.


Lagi, Irine menghela nafasnya kasar. Dia terduduk lesu di tempat tidur adiknya. "Maafkan Kaka." bisik Irine lirih.


...***********...


Arka mencoba menarik gelas yang di pegang Kimtan. Sudah berapa botol minuman yang telah dihabiskan oleh Kimtan.


"Uekh, biarkan aku sendiri. Aku ingin minum malam ini dan wanita itu..." Ucap Kimtan sambil menunjuk Arka. "Dia jahat, dia tak pernah mengerti aku." Kimtan menepuk-nepuk dadanya. "Hatiku sakit." racaunya lagi.


"Sudahlah, Anda sudah mabuk. Sebaiknya saya antarkan pulang, besok kau ada rapat dengan direksi mengenai proyek penting mu itu." ucap Arka menyingkirkan semua minuman yang ada di meja.


"Pelayan." panggil Arka pada pria yang bertugas sebagi pelayan di bar.

__ADS_1


"Iyah Tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya Pelayan itu dengan sopan.


"Tolong bantu saya mengangkat Tuan saya." ujar Arka.


Pelayan itu menatap kondisi Kimtan yang terlihat mabuk parah dengan botol yang berserakan di atas meja. "Baiklah Tuan."


Pelayan pria itu langsung membantu mengangkat Kimtan, Arka mengarahkan Pelayan itu agar membawa Kimtan ke dalam mobil yang di parkir di ujung.


Setelah beberapa menit bersusah payah mengangkat Kimtan yang sudah mabuk parah, akhirnya Arka bisa bernafas lega telah meletakkan Tuannya di dalam mobil.


"Terimakasih sudah membantu." ucap Arka menepuk pundak pelayan tersebut, lalu dia merogoh sakunya dan memberikan beberapa lembar untuk pelayan muda itu.


"Ah Tuan, ini terlalu banyak." tolak pelayan itu dengan sopan.


"Tidak apa, ini ucapan terimakasih saya karena telah membantu membawa Tuan saya." ujar Arka menolak mengambil kembali uang yang telah dia berikan.


"Aa terimakasih Tuan, saya senang membantu Anda." ujar pelayan itu membungkukkan tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2