Mencintai Kekasih Kakak Ku

Mencintai Kekasih Kakak Ku
Chapter 29


__ADS_3

Setelah melakukan pembicaraan kemarin siang, Indah menyetujui dan siap membantu Dokter Cleo. Maka untuk itulah Indah berada di sini membantu terapi yang di lakukan Dokter Cleo, secara sigap Indah membantu dengan telaten. Padahal, dia merasa tak sedekat itu dengan Seniornya ini tapi setelah banyak melakukan pembicaraan kemarin, dia baru menyadari bahwa Dokter Cleo ternyata bersalah dari Korea Selatan.


"Sepertinya kau ingin segera pulang?" Seru Dokter Cleo, menatap sekilas juniornya sambil tersenyum.


"Maksud Dokter apa?" Tanya Dokter Indah bingung.


"Hahahaha." Dokter Cleo tertawa dengan reaksi wajah yang ditunjukkan oleh Dokter Indah, menurutnya terlihat imut seperti anak kecil.


"Kenapa Dokter Cleo tertawa? Memangnya ada yang lucu yah." Sungut Dokter Indah lagi, semakin dibuat bingung.


"Maafkan aku, ekspresi mu terlalu lucu membuatku jadi tertawa." Jawab Dokter Cleo.


Wajah Dokter Indah berubah menjadi murung. "Wajahku aneh yah Dok?" Tanya Dokter cantik itu kembali.


Dokter Cleo menangkap raut sedih dari Dokter Indah, sepertinya wanita ini salah mengira. Akh, dia benar-benar wanita yang polos sekali.


"Bukan seperti itu, wajahmu benar-benar imut." Seru Dokter Cleo tersenyum manis.


"Akh, benarkah itu Dokter?" Wajahnya kembali cerah, Dokter Indah secara tidak sadar tersenyum mendengar jawaban dari Dokter Cleo. "Aku senang mendengarnya." sambungnya.


"Kau pulang hari ini kan?" tanya Dokter Cleo.


"Hmm." Jawab Dokter Indah menganggukkan kepalanya tersenyum cerah. "Suamiku pasti menunggu." lanjutnya.


"Ah, begitu. ternyata kamu sudah menikah yah, tidak terlihat." Ujar Dokter tersebut, nada suara Dokter Cleo berubah jadi murung.


"Hahahaha, menurutku umurku termasuk sudah tua." Timpal Dokter Indah menggaruk pipinya merasa malu.


"Yah mungkin memang mataku salah mengira." Seru Dokter Cleo mengusap lembut kepala Dokter Indah.


Mendengar lelucon dari Seniornya, membuat Dokter Indah mengercutkan bibirnya. "Ternyata Dokter bisa bercanda juga yah." ucap Dokter Indah mencibir Seniornya.

__ADS_1


"Terimakasih Dokter Indah, kau sudah membantuku hari ini. Jadi aku tidak bosan, jika ada Dokter Indah di sini." Ucap Dokter Cleo sambil tersenyum.


Deg. Saat kedua matanya melihat senyuman Dokter Cleo, entah kenapa dia seperti melihat Idol Idol yang ada di TV itu. Uekh, jantungku serasa di hujani bunga-bunga.


"Kalo begitu Saya permisi Dokter Cleo, mari." ujar Dokter Indah pamit undur diri.


...****************...


Kimtan berjalan masuk ke dalam rumahnya dia menatap ruangan itu dengan sendu, Sudah hampir dua bulan dia belum menginjakkan kembali kakinya di rumah ini setelah pengangkatannya menjadi CEo. Meski dia tahu berkali Ibu nya menelpon untuk berkunjung sesekali, tapi dia abaikan begitu saja.


"Hohoho kau benar-benar datang, Kimtan." seru Tuan Bramasta.


Kimtan mendongakkan wajahnya, menatap dingin ke arah Ayah nya yang berjalan menuruni anak tangga.


"Itu keputusan bagus untuk mu mendatangiku, pada akhirnya kau tidak bisa lepas ...


"Tidak!" Sela Kimtan. "Aku datang kemari karena ingin menwarkan sesuatu pada Ayah." lanjut Kimtan sambil mengangkat sebelah bibirnya.


"Ayah sudah tahu Aku benar-benar menolak perjodohan itu." Ujar Kimtan menatap tajam ke arah Ayah nya. "Soal rencana Ayah mengenai kerja sama dengan perusahaan di Amerika Serikat."


"Lalu?"


"Aku akan menangani itu dan soal Investasi aku sudah menyelesaikan semuanya."


"Ekhem, sejak kapan kau mendapatkan Investasi itu?"


"Kemarin." Jawab Kimtan. "Saya sudah menyelesaikan semuanya, jika Ayah merima tawaran ini Saya akan langsung proses rencana selanjutnya." sambungnya.


Kimtan menatap Ayahnya yang terlihat tengah berpikir, dia sangat yakin Ayah nya tidak bisa menolak tawaran darinya. Karena di banding dengan perusahaan Ayah nya Intan, tawaran yang dia berikan lebih menguntungkan.


"Jika tidak kau gagal dengan rencana mu?"

__ADS_1


Heh, ternyata Ayah nya tidak semudah yang dia pikirkan. "Aku akan mengikuti rencana Ayah." jawabnya.


Tuan Bramasta tertawa lebar, tak salah dia memang Putranya. "Baiklah, aku akan memberikanmu waktu selama ...


"2 Bulan, setelah mendapatkannya aku akan langsung menyerahkan surat perjanjian itu pada Ayah langsung." ucap Kimtan memotong ucapan Ayah nya.


"Baiklah, aku akan menunggu kabar itu." Timpal Tuan Bramasta.


"Hn, kalo begitu Saya pamit undur diri." Ujar Kimtan beranjak dari duduknya.


"Ah, Sayang Kimtan." Seru seseorang membuat Kimtan menolehkan wajahnya ke arah sumber suara, di sana Eomma nya terlihat sedikit berlari ke arahnya.


"Mau ke mana lagi? Kenapa cepat-cepat sekali pergi lagi nya?" tanya perempuan paruh baya itu secara berturut-turut.


"Saya mau kembali lagi ke kantor." jawabnya singkat.


"Tidak makan siang dahulu di sini?" Tanya perempuan itu dengan wajah murung.


Melihat itu, Kimtan menjadi sedikit melunak. Dia juga tak bisa selalu mengabaikan Ibu nya seperti ibu. "Ibu hari ini sibuk?" tanya Kimtan.


"Eh?"


"Jika tidak sibuk, mau makan di luar bersama?" Tanya Kimtan mengajak Ibu nya untuk jalan bersama.


Ah, putranya mengajak jalan bersama? Uekh, Nyonya Bramasta tidak menyangka hari ini akan datang. Dengan antusias perempuan itu langsung menganggukkan kepalanya. "Tentu saja, Sayang. Ibu mau jalan bersama dengan mu, tunggu sebentar Ibu akan berganti pakaian terlebih dahulu."


Kimtan menatap punggung Ibu nya yang berjalan menuju kamarnya.


"Selamat menikmati waktu bersama Ibu mu." Ujar Tuan Bramasta berjalan melewati Kimtan. "Jangan bersikap dingin dengan Ibu mu, dia sangat menyayangi mu."


Kimtan tertegun mendengar ucapan Ayahnya, bohong jika dia tidak tahu perasaan Ibu nya. Tapi, entah kenapa dia tak bisa menutupi kekecewaan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2