Menembus Batas Cinta

Menembus Batas Cinta
Pindah


__ADS_3

Seantero negeri sangat mengenal sosok Rara Pratiwi, penyanyi pendatang baru yang sangat di gandrungi. Selain suaranya yang merdu, paras cantiknya juga merupakan kunci utamanya. Dia di puji banyak penggemar, terutama dikalangan kaum adam. Dalam waktu 3 tahun sejak penampilan perdananya dia bisa meraih penghargaan tertinggi untuk penyanyi pendatang baru berbakat.


Namun satu hal yang membuat citra baik Rara makin melonjak, dalam bidang akademis dia juga lulus dari sekolah menengah pertama dengan nilai yang sangat baik. Dan juga ia diterima di SMA favorite dikota. Untuk itu dia bermaksud pindah dari rumah pinjaman Si Tuan Misterius itu. Dia ingin mandiri dengan menyewa sebuah kamar kos kecil didekat sekolahnya. Dan jarak yang tidak begitu jauh dari pusat kota, jadi dia bisa bolak-balik studio, stasiun TV ataupun sekolah.


"Hai, Ra. Apa kabar?"


Sebuah pesan WhatsApp dari seseorang yang dia sangat kenal, Joe Simon.


"Hi, Joe. Kabarku baik. Bagaimana denganmu?"


"Kabarku baik juga. Senang rasanya bisa satu sekolah bahkan satu kelas lagi dengan mu"


"Tapi sejak semester kemarin aku jarang liat kamu, Joe. Sibuk kah?"


"Ada jadwal tour untuk album terbaru ku sekaligus promo buat launching video klip nya minggu depan"


"Hebat!"


"Apa yang hebat, Ra? Yang hebat justru kamu. Dalam waktu 3 tahun saja sudah bisa menyabet dua gelar penghargaan bergengsi loh. Prestasi yang luar biasa"


"Ah, kamu berlebihan Joe. Justru aku banyak belajar dari kamu, Joe. Aku banyak menerima bantuan dari mu"


"Hahahahahha, jangan banyak memuji aku, Ra. Bisa ge er nanti loh"


"Hmmm... Iya juga ya"

__ADS_1


Untuk beberapa saat Joe tidak membaca WhatsApp dari Rara, dia sedang sibuk shooting videoklip. Mereka memang cukup instens berkomunikasi walaupun hanya lewat media sosial ataupun surel.


******


"Apa anda yakin, Nona?" tanya utusan Tuan Misterius itu, saat Rara menyatakan keinginannya untuk pindah dari rumah itu.


"Iya, aku yakin. Aku hanya ingin lebih mandiri dan lebih fokus dengan hidupku. Karena disana semua akses untukku beraktivitas lebih terjangkau. Jadi aku harap keputusanku ini bisa diterima dengan baik oleh beliau"


"Baiklah kalau begitu, akan saya sampaikan apa yang anda katakan berusan. Tuan sangat berharap yang terbaik untuk anda, Nona Rara" ucap utusan itu sopan.


"Sampaikan rasa terima kasihku kepada, Beliau"


"Baik! Saya permisi dulu, Nona. Selamat malam"


******


"Selamat malam, Tuan" sapa utusan itu.


"Ada berita apa?"


"Seperti yang anda perintahkan sebelumnya, saya sudah menemui Nona Rara"


"Lalu??"


"Beliau ingin pindah ke kosan yang letaknya tidak begitu jauh dari sekolahnya. Karena dia butuh akses yang terdekat untuk karir dan pendidikan nya"

__ADS_1


Sejenak Tuan misterius terdiam


"Apakah disekolahnya itu ada aparteman yang layak untuk dia"


"Ada beberapa, Tuan"


"Belikan sebuah apartemen untuk dia. Dia tidak boleh tinggal di kosan sempit seperti itu. Aku tak mau melihatnya menderita. Lakukan yang terbaik"


"Baik, Tuan"


"Oiya, kau urus masalah sekolahnya. Pastikan dia dapat beasiswa full untuk pendidikan nya sampai dia tamat SMA nanti. Ingat! Lakukan dengan rapi, tanpa menyebut namaku"


"Baik, tuan" jawab utusan itu patuh.


"Bagaimana dengan Joe Simon"


Utusan tuan itu sedikit terkejut ketika Tuannya bertanya tentang Joe Simon.


"Apakah yang ingin Tuan ketahui tentang Joe Simon?"


"Bagaimana hubungan mereka berdua?" tanya Tuan Misterius.


"Sepanjang pengetahuan saya, Nona Rara hanya menganggap Joe Simon sebagai teman biasa, Tuan. Tidak lebih"


Si Tuan Misterius hanya terdiam, dari ujung telepon dia sedikit tersenyum puas mendengar penjelasan orang suruhannya.

__ADS_1


*****


__ADS_2