
Rara makin tak dapat menahan airmatanya mendengar cerita Rio. Kenyataan yang sangat menyakitkan baginya. Raya yang duduk bersisian dengannya memeluk Rara, menyandarkan tubuh gadis pujaannya itu pada pelukam didadanya. Hatinya tak kuat melihat Rara yang bermandikan airmata. Dia mencoba mentransfer kekuatan pada perempuan kesayangannya itu. Membelai lembut rambut indahnya, menenangkan hatinya dengan kecupan hangat di kepalanya.
Rio memperhatikan perlakuan calon adik misannya itu pada Rara. Sebenarnya dia ingin sekali melakukan hal yang sama, namun dia berfikir untuk saat ini Raya lah orang yang tepat untuk itu.
"Sebelum Dave pergi ke Belanda dia menitipkan ini padaku. Video photo editor yang dibuatnya untuk mu. Dia ingin kamu tabah dan kuat mengahadapi kenyataan yang barusaja kami dengar, Dek"
"Kenapa tidak sejak dulu kalian ceritakan ini padaku? Kenapa harus disembunyikan?",ucap Rara
"Kami menunggu saat kamu siap untuk menerima kenyataannya. Saat kamu menikah nanti kamu pasti akan mencari ayah kandung mu. Saat itulah kami rasa kamu siap untuk mengetahui kebenarannya. Namun kami yak menyangka akan secepat ini",jelas Rio
"Walaupun begitu cepat atau lambat akan sama saja. Toh kamu juga harus mengetahui nya. Kak Rio minta maaf, tidak dapat berbuat banyak untuk membantumu. Bahkan Papa sendiripun tak sanggup untuk meluluhkan hati paman Ernest",tambah Rio lagi
"Jadi ayah kandungku masih hidup, Kak?", tanya Rara
Rio menarik nafas sejenak. Mengatur hatinya mengatur irama jantungnya.
__ADS_1
"Iya. Paman Ernest masih hidup"
"Dimana dia?", tanya Rara
"Siberia"
"Jadi dia membuangku begitu saja? Benarkan, Kak?"
Rio tak menjawab. Namun matanya membenarkan apa yang dikatakan Rara barusan. Sejak lahir bahkan saat dikandungan Paman Ernest sudah meninggalkan putrinya. Sampai saat ini pun dia tak pernah bertanya ataupun menemui Rara. Dia seolah sudah tak perduli dengan putri kandungnya itu.
******
"Kak ... "
"Ya, sayang ..."
__ADS_1
"Kak Raya masih mau menerimaku? Aku ini anak yang tak diinginkan orang tuanya. Anak sial yang membawa kehancuran dalam keluarga nya. Aku takut jika Kak Raya bersama ku nanti ... ", ucap Rara
Raya meletakkan jari telunjuknya di ujung bibir Rara, sehingga dia tak dapat meneruskan ucapannya.
"Sayang, dengarkan aku ... aku tidak perduli siapa kamu, bagaimana masa lalumu atau siapa keluargamu. Yang aku tahu adalah masa depanku ada bersamamu. Mulai hari ini, seterusnya dan selamanya akulah yang akan menjaga dan melindungimu. Aku tak perduli apapun itu , yang aku tahu masa depan adalah milik kita berdua",papar Rio
"Terima kasih, Kak"
******
Benny kembali dari Siberia dengan hasil yang mengecewakan. Dia gagal membujuk Ernest datang menemui dan menghadiri pernikahan putrinya. Pernikahan Rara dilakukan sebulan kemudian, hanya dengan dihadiri keluarga inti mereka dan beberapa keluarga lainnya. Acara ini sengaja tidak di ekspose, Benny meminta Raya untuk bersabar sampai Rara menyelesaikan kuliahnya. Yang penting secara agama dan hukum negara mereka sudah sah sebagai suami istri. Untuk acara resepsi besarnya akan dilaksanakan setelah Rara menyelesaikan pendidikannya.
"Selamat ya Ra, akhirnya kamu mendahului kami semua", ucap Juna selesai akad nikah.
"Iya, kamu membuat aku iri, Ra", sambung Janna.
__ADS_1
Semua sahabat Rara datang menghadiri akad nikah dan resepsi sederhana Rara Pratiwi, artis besar yang sangat terkenal. Mereka turut berbahagia melihat sahabatnya akhirnya bisa menemukan tambatan hatinya.
******