Menembus Batas Cinta

Menembus Batas Cinta
Perhatian Seorang Suami


__ADS_3

"Sayang, makanlah", Raya membawakan bubur hangat dan segelas susu kekamar.


"Kak Raya sudah makan?",tanya Rara


"Nanti setelah kamu habiskan makananmu"


Rara menyuapi istrinya makan. Rara tidak tega melihat suaminya repot mengurusnya saat dia tak berdaya seperti ini.


"Kak ...",panggil Rara


"Hmmm..."


"Aku membuatmu susah ya?! Maafkan aku"


Raya tersenyum sambil membelai rambut istrinya.


"Tidak, sayang. Kamu tidak menyusahkan aku",jawab Raya


"Kamu itu istriku, jadi sudah jadi hak mu untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayangku. Sudahlah, sayang. Jangan terlalu banyak fikiran. Makanlah yang banyak agar kamu lekas sehat", sambungnya lagi


Raya menyuapi istrinya sampai makanan yang dibawanya habis tak bersisa. Dia tahu istrinya masih shock dengan kematian Bapak nya. Sudah dua hari sejak kematian Bapak kandungnya Rara hanya mengurung diri dikamar.


******


Raya sedang membuka ponselnya dihalaman belakang rumah , sambil menikmati secangkir coklat hangat disore hari saat Rara turun dari kamarnya dan mencarinya.


"Kak ... "


"Ada apa, sayang. Kamu sudah baikan? Kenapa turun dari kamar?",ucap Raya

__ADS_1


"Aku sudah lebih baik, Kak. Jangan khawatir"


Rara duduk disebelah suaminya. Dia merasa bosan berada di dalam kamar seharian.


"Kak Raya, sedang melihat apa? Serius sekali"


"Aku sedang membaca portal berita online. Dalam nominasi anugerah musik asia, nama masuk dalam nominasi album terbaik. Selamat ya, sayang",Raya memberi selamat pada perempuan halalnya itu


"Terima kasih, Kak. Ini semua kan berkat dukungan dari Kak Raya. Kalau tidak aku tak akan berada pada titik ini. Aku sangat beruntung memiliki suami sepertimu, Kak"


"Tidak, sayang. Justru akulah yang beruntung bisa menikah dengan perempuan berhati emas sepertimu"


Hans datang mendekati tuan dan nyonyanya. Dia membawakan laporan yang diperintahkan kepada tuannya.


"Selamat sore, Tuan, Nyonya"


"Saya membawakan laporan yang anda minta kemarin, Tuan. Persiapain kita sudah delapan puluh persen. Tinggal finishing saja"


"Bagus. Aku senang mendengarnya. Terima kasih, Hans"


"Dengan senang hati, Tuan. Saya permisi dulu, Tuan, Nyonya",icap Hans sopan


Hans pamit meninggalkan Tuan dan Nyonyanya yang sedang menikmati suasana senja berduaan. Jarang-jarang mereka bersama seperti ini, pikir Hans.


******


"Tampaknya Kak Raya sedang ada pekerjaan penting",tanya Rara


"Ya, sangat penting. Buat kita berdua?"

__ADS_1


"Buat kita berdua? Apa itu, Kak?"


"Rahasia, sayang. Pokoknya sebuah kejutan terindah untukmu"


"Kejutan? Untukku?"


"Hmmm..."


"Apa sih, Kak. Jangan pake rahasiaan segala dong. Aku jadi penasaran"


Rara memeluk suaminya. Dia menyandarkan kepalanya dengan manja pada suaminya. Inilah yang membuat Raya gemes pada istrinya. Sikap manjanya yang membuat hati Raya meleleh.


"Kenapa, sayang?",tanya Raya lembut


Rara memegang kepalanya.


"Kepalaku sakit, Kak. Rasanya seperti berputar-putar"


"Sebaiknya aku antar kamu kembali kekamar, beristirahat lah. Aku tak mau terjadi apa-apa padamu nanti"


Raya membantu Rara bangun dari duduknya. Tiba-tiba Rara merasa kepala nya kembali berputar-putar. Dia hendak masuk kembali kekamarnya untuk beristirahat, rasa mual yang teramat sangat menyeruak dari dalam ulu hatinya. Namun ...


Brukk...


Dia terjatuh dan tak sadarkan diri kembali. Raya panik bukan main melihatnya. Dia berteriak memanggil Hans dan memerintahkannya untuk menyiapkan mobil. Raya membopong istrinya kedalam mobil. Hans sudah siap dibalik kemudi, melarikan kendaraannya ke rumah sakit terdekat.


Beberapa perawat ICU dengan sigap membantunya membawa Rara ke dalam ruangan. Tak lama dokter datang memeriksa keadaan pasien. Mengecek tensi darahnya, suhu tubuh dan mengambil sampel darah Rara. Raya benar-benar panik dibuatnya. Beberapa hari ini memang kondisi Rara sedang tidak baik, mungkin dia terlalu memaksakan diri bekerja, batin Raya.


******

__ADS_1


__ADS_2