Menembus Batas Cinta

Menembus Batas Cinta
Munculnya Van Hoeberg


__ADS_3

Raya berencana akan melaksanakan resepsi pernikahan nya dengan Rara, tepat dihari ulang tahun Rara, dan juga karena Rara sudah menyelesaikan study nya dengan baik. Hans mendata semua tamu undangan yang akan diundang nya.


"Hans ... "


"Ya, tuan"


"Aku perhatikan, beberapa hari ini Rara terlihat murung dan gelisah. Apa kau tahu penyebabnya?",tanya Raya


"Saya akan cari tahu, tuan"


"Aku khawatir terjadi sesuatu yang buruk padanya"


Braaakk... Pintu ruang kerja Raya dibuka dengan kasar. Dari balik pintu muncullah seorang lelaki asing berbadan besar dan kekar.


"Apa kamu yang bernama Raya Aditama, si pencuri itu?",tanya laki-laki itu


"Pencuri?! Lancang sekali kamu", bentak Hans.


"Siapa kamu? Berani-beraninya masuk ruanganku tanpa permisi"


"Jawab pertanyaanku, apa benar kamu yang bernama Raya Aditama?!",tanya laki-laki itu lagi


"Iya, aku Raya, Raya Aditama ... !!", jawab Raya tegas.


"Bagus. Akhirnya aku menemukanmu"


"Siapa kamu??",tanya Raya

__ADS_1


"Aku Ernest. Ernest Van Hoeberg"


Raya terkejut. Dia mundur beberapa langkah dan memperhatikan dengan seksama laki-laki yang mengaku bernama Ernest Van Hoeberg. Jika memang benar dia adalah Ernest Van Hoeberg, artinya laki-laki yang ada dihadapannya itu adalah .... Bapak mertua nya.


******


"Wat wil je hierheen komen? Wegwezen hier!"1)


Rara tiba-tiba muncul diruangan itu. Dia begitu emosional.


"Hoe brutaal is je mond? Waar is je respect voor je vader" 2)


"Sejak kapan aku ini menjadi anakmu? Kemana kamu disaat aku menangis? Dimana kamu saat aku sakit? Jawab!!. Kamulah yang justru telah membunuh Russell dan Dave. Kamu membunuh mereka dengan keegoisan dan kesomonganmu. Jangan pernah menunjukkan lagi wajah mu dihadapanku!", Rara emosional dibuatnya


Wajah Ernest merah padam mendengar ucapan Rara, dia berjalan mendekati anak perempuannya. Dan tanpa basa basi dan belas kasihan, Ernest menampar Rara berkali-kali hingga gadis itu tersungkur.


Darah segar mengalir dari mulut laki-laki beringas itu. Raya membatu istrinya bangun. Megang wajah Rara yang lebam akibat pukulan tadi. Raya tak tega melihat istrinya seperti itu.


"Siapapun kamu, kalau sampai membuat Rara jadi seperti ini, kamu harus berhadapan denganku. Bersiaplah",teriak Raya


Raya memasang kuda-kuda. Rara memeluk lengannya. Mencegah suaminya bertarung dengan ayah kandungnya.


"Kak, jangan lakukan itu. Bahaya, Kak",cegah Rara


"Tenanglah, sayang. Aku tidak akan apa-apa. Aku tidak terima kamu diperlakukan seperti ini. Akan ku hajar dia. Diam lah disana bersama Hans. Aku yang akan melindungimu",ucap Raya


Hans membawa Rara menjauh. Raya yang sudah kalap menyerang Ernest bertubi-tubi. Dia sangat murka melihat istrinya diperlakukan seperti itu. Bagi Raya walaupun itu adalah ayah kandung Rara dia tidak perduli. Dan Ernest cukup kewalahan menghadapu Raya.

__ADS_1


"Hentikan Ernest!!", Benny datang menghentikan perkelahian itu.


"Paman Benny",Raya melihat ke arah pintu


"Kamu urus lah istrimu, Raya. Biar Ernest bagianku"


Raya menurut. Dia membawa Rara pergi dari ruangan itu. Ernest tidak berkedip sedikit juga, matanya masih tajam menatap mereka berdua.


"Aku mohon Ernest. Buanglah egomu. Aku tahu niatmu baik. Hanya saja cara mu salah. Kamu terlalu kejam pada putrimu sendiri"


"Ik geef niet om Benny, ik doe het op mijn eigen manier. Hier ben ik"3)


"Aan jou de keuze. Maar doe je dochter tenminste geen pijn! "4)


******


Terjemahan


1). "Kenapa kamu datang ke sini? Keluar dari sini!" 1)


2). "Lancang mulutmu? Di mana rasa hormatmu pada ayahmu"


3). "Aku tidak peduli , Benny, aku melakukannya dengan caraku sendiri. Inilah aku"


4). "Itu pilihanmu. Tapi setidaknya jangan menyakiti putrimu!" ​​4)


******

__ADS_1


__ADS_2