
"Kamu yakin sudah merasa lebih baik, Ra?" tanya Raya meyakinkan.
"Iya, Pak" jawab Rara.
"Syukurlah, aku senang mendengarnya." Raya tersenyum mendengar ucapan Rara tadi.
"Bagaimana, Bapak bisa sampai tepat pada waktunya"
"Yang jadi pertanyaan ku adalah kenapa kamu bisa terjebak dengan lelaki mesum itu"
"Itu karena ... "
"Shina?!"
"Bagaimana Anda bisa tahu?"
"Rara... Rara ... Dunia ini begitu kecil. Mudah bagiku untuk mengetahui segalanya"
"Iya sih, orang seperti Anda pasti punya pengaruh yang kuat didunia ini. Tapi saya sangat berterima kasih atas pertolongan Anda kemarin"
"Hmmm..."
Raya tidak banyak komentar, mata nya jauh menatap ke luar jendela. Membiarkan Rara tetap berada disampingnya, menghabiskan waktu berdua.
"Johan adalah mafia film panas yang sedang dicari oleh pihak kepolisian sedangkan Shina terjerat kasus narkoba. Mereka berdua sedang mencari mangsa baru untuk bisnis haram mereka sekaligus menghancurkan masa depan dan karir mu, Ra."
__ADS_1
"Aku tak menyangka Shina akan melakukan itu padaku."
"Tentu saja dia punya motif, dia kalah dari mu pada saat audisi dan namanya tidak secemerlang kamu, Ra. Bahkan dia nyaris tak diperhitungkan orang dalam dunia hiburan ini. Itulah yang membuatnya ingin menjatuhkan mu, Rara," jelas Raya.
Rara memikirkan apa yang dikatakan Raya barusan. Dirinya dan Shina sama-sama ikut audisi dari nol, dari kota yang sama.
"Aku harap kamu lebih berhati-hati. Aku tak ingin terjadi sesuatu padamu," ucap Raya.
Tok...tok...
Cekreeeeekkk ...
"Permisi Tuan Muda, makan malam sudah siap di ruang makan."
Dia merasa mata semua orang dirumah itu tertuju pada mereka. Ya tentu saja tak ada seorangpun yang berani menata mereka, Rara berjalan bergandengan tangan bersama Tuan Muda rumah itu. Menuruni lantai dua dan menuju ruang makan.
Meja makan pun tersusun rapi dan cantik. Makan malam yang boleh dibilang mewah untuk ukuran makan malam rumahan. Maklum saja orang yang dihadapannya adalah seorang putra tunggal konglomerat yang terpandang di negeri ini.
******
"Habiskan makananmu, Ra. Aku tak mau kamu sakit karena tidak makan dirumah ini." Raya menggeser tempat duduknya mendekati Rara, dia menyupi gadis cantik itu sehingga Rara salah tingkah dibuatnya. Mau tidak mau terpaksa dia membuka mulut dan menerima suapan dari Raya.
Raya memperlakukannya dengan baik dan begitu lembut. Bak seorang putri raja, semua pelayan yang ada disitupun melayaninya dengan paripurna sebagai tamu istimewa Tuan Muda mereka.
"Apa Anda tinggal sendiri dirumah yang sebesar ini, Pak Raya?" tanya Rara.
__ADS_1
"Hmmm..."
"Sayang sekali .... "
"Apa?" Raya mengerutkan kedua alisnya.
"Anda adalah seorang pengusaha sukses. Dengan segala kemewahan yang Anda miliki tertu sangatlah mudah bagi Anda mendapatkan seorang perempuan. Maksudku kenapa Anda masih sendiri hingga saat ini?" celoteh Rara.
"Yah, kamu benar. Ini adalah rumah pribadiku. Papi tinggal dirumahnya sendiri. Kalau hanya sekedar perempuan, di jalan pun aku bisa menemukan perempuan cantik. Namun yang aku cari adalah perempuan yang layak aku jadikan seorang Ratu dirumah ini. Dan perempuan itu tidak boleh perempuan sembarangan. Dia harus bisa menjadi bagian dari hidupku. Menjadi penyempurna hidupku," papar Raya.
"Anda memasang karakteristik terlalu tinggi," cetus Rara tiba-tiba.
Hahhahahaaa.....
Raya tertawa mendengar ucapan Rara.
"Tidak, bukan seperti itu. Merekalah yang tidak bisa menjangkau hatiku."
"Tentu saja tidak ada yang berani."
Hahahahahahaha....
Lagi Raya terpingkal-pingkal di buatnya. Dan seisi rumah terkejut diabuatnya. Mereka tak menyangka seorang Raya Aditama bisa makan malam dengan seorang gadis dan tertawa selepas itu. Ini baru kali ini terjadi.
******
__ADS_1