Menembus Batas Cinta

Menembus Batas Cinta
Aku Dan Kamu Selamanya


__ADS_3

"Kak ... "panggil Rara lembut


"Hmmm..."


"Kamu yakin mengumumkan pernikahan kita di depan publik tadi?"


"Tentu sayang, sudah saatnya dunia tahu kalau kami adalah milikku. Perempuan yang paling aku sayangi didunia ini. Ini adalah pengumuman resmi ku kepada publik"


Rara menyandarkan kepala pada bahu suaminya.


"Kak Raya terlalu baik padaku. Aku bahagia sekali Kak"


"Sudah seharusnya, sayang. Aku ini suami mu. Sudah sewajarnya aku melakukan itu pada istriku"


"Kak"


"Ya..."


"Boleh aku tanya sesuatu?"


"Tentu, saja boleh sayang"


Rara merangkulkan kedua lengannya pada leher suaminya. Raya menyambut kemanjaan istrinya itu, dia merangkul pinggang Rara. Mendekatkan wajahnya pada wajah cantik istrinya. Bibir nakalnya mencium pipi perempuan yang ada dihadapannya.


"Kamu mau tanya apa, sayang?!",tanya Raya


"Kenapa dulu Kak Raya memilihku? Bukankah banyak perempuan cantik disekitarmu?"


"Iya, juga ya. Banyak yang lebih cantik, Tidak seperti kamu. Adik kecil yang nakal"

__ADS_1


Rara memonyongkan bibirnya, dia mencubut pinggang suaminya.


"Aaauuww..iya ya ya ... sayang. Maafkan aku"


"Kak Raya ni, aku kan bertanya serius loh"


"Iya, sayang. Maafkan aku. Aku juga jawab dengan serius kok",ucap Raya


"Lalu?"


"Eehh..?"


"Lalu apa, Kak?!"


"Lalu apa nya apa?"


"Jawaban pertanyaan ku tadi, Kak?!"


"Ooo... itu. Jika aku memilih karyawan Aku tak pernah melihat seseorang dari penampilannya saja, aku menilai seseorang dari kemampuan dan loyalitasnya terhadap perusahaan. Tapi untuk urusan pendamping hidup aku juga tidak main-main, kalau bisa aku ingin istriku kelak yang akan menjadi ibu dari anak-anakku haruslah perempuan yang hebat. Tak penting berapa usia nya, keluarganya, ataupun wajah dan penampilan nya", jelas Raya panjang lebar.


"Aku memilihmu karena aku melihat bukan saja rupamu yang cantik, namun hatimu juga cantik. Dan aku yakin dengan pilihanku. Perempuan berhati bidadari yang ada dihadapan ku ini adalah pilihan Tuhan yang terbaik untukku", sambung Raya


Wajah Rara memerah malu, dia tersenyum sipu mendengar pujian suaminya padanya.


"Apa Kak Raya tidak malu bersama ku. Aku ini masih kekanak-kanakan, manja dan tidak cantik. Apa kata orang-orang nanti melihat kita?! Apa kata relasi bisnis Kak Raya nantinya kalau pengusaha sukses seperti Kak Raya mempunyai istri seorang artis yang biasa seperti aku?!",ucap Rara


"Memang apa perduli ku dengan omongan orang-orang. Ini adalah hidupku. Ini adalah pilihanku. Dan siapa bilang kamu artis biasa. Kamu sudah membuktikan kemampuanmu dan duniapun mengakuinya. Siapa saja yang berani mengusik mu akan berhadapan dengan ku"


"Dengar sayang, tidak ada batasan dalam cinta san kasih sayang. Yang ada hanyalah ketulusan dan kejujuran hati. Dan aku akan melalui apapun batasan itu demi dirimu. Sekarang angkat kepalamu, kamu adalah istri Raya Aditama. Hidupmu adalah tanggung jawab ku. Jadi aku harap jangan lagi memandang rendah pada dirimu sendiri. Aku tidak suka melihat istriku seperti itu", tegas Raya

__ADS_1


Jawaban Raya sungguh menohok hati Rara. Dia merasa sangat-sangat bahagia.


******


Semua persiapan resepsi sudah siap dan beres. Hans mengkoordinasikan semua dengan baik. Malam itu Rara mengenakan gaun malam yang anggun dan indah, sehingga semua mata tertuju padanya. Raya pun tak kalah gagahnya dengam stelan jas hitam nya.


"Pasangan yang sempurna", bisik orang-orang yang hadir dalam acara itu.


Joe yang hadir dalam pesta itu pun mengakui keserasian sepasang suami-istri itu.


"Selamat Rara. Sahabatku dan juga perempuan ku. Aku harus merelakan mu bahagia bersama laki-laki pilihan hatimu. Selamat tinggal cinta masa mudaku", perih rasa hati Joe melihatnya.


Namun dia harus mengikhlaskan nya. Demi besar cintanya pada Rara. Mencintai tak harus memiliki.


"Aku masih mencintaimu dalam hatiku. Dan aku mencintaimu dengan caraku sendiri", ucap Joe dalam hati.


******


"Sayang, kamu ada disini?",panggil Raya


"Aku hanya ingin melihat langit malam yang cantik ini. Aku meyakinkan dalam hatiku bahwa aku memilihmu dari dalam hatiku. Bersama mu melewati batasan-batasan cinta bersama. Aku bahagia Kak Raya. Aku mencintaimu sekarang, esok dan selamanya",jawab Rara


Rara mengambil tangan suaminya, meletakkannya dipipinya, lalu mencium punggung tanganya. Meminta restu dari suami nya yang tersayang. Raya mencium kepala istrinya, menyirami hati perempuan yang disayangnya dengam cinta dan kasih sayanh berlimpah. Perempuan yang dipilihnya untuk menembus batas cinta bersama, sampai akhir hidupnya.


"Bukan tanpa alasan kita dipertemukan. Tuhan mengirimu untuk menjadi sebagian dari jiwa dan ragaku. Terima kasih sudah menjadi bagian dari kebahagiaanku, sayang"


******


T. A. M. A. T.

__ADS_1


__ADS_2