Menembus Batas Cinta

Menembus Batas Cinta
Dua Hati Jadi Satu


__ADS_3

Raya menarik tubuh Rara, menjatuhkannya di dalam dekapannya. Raya menyandarkan tubuhnya disudut tempat tidur. Menghabiskan waktu berdua. Rara pun merasa sangat nyaman bersama Raya. Dia tak menolak saat Raya merangkulnya dan menyandarkan kepala nya di dada bidang laki-laki itu.


"Maaf ya, sayang .. tadi aku kasar padamu", ucap Raya sambil membelai rambut indah Rara.


Rara menggelengkan kepalanya. Di makin menyandarkan kepalanya lebih dalam lagi.


"Kenapa bapak merahasiakan nya dariku?"


"Hmmm... "


"Kanapa harus bersembunyi dibalik topeng tuan Misterius segala?"


"Tak semua yang kita beri harus diketahui orang, Ra. Aku hanya ingin melihat kamu bahagia. Itu saja sudah cukup bagiku"


"Tapi ini sangat berlebihan. Maksudku ini semua lebih dari cukup untukku, anda terlalu memanjakan ku, Pak"


"Kamu suka?",tanya Raya sambil tersenyum.


Lagi. Wajah Rara bersemu merah. Dia menyembunyikan wajahnya di balik dada bidangnya Raya.


"Aku suka melihatmu seperti ini, Ra. Aku suka padamu sejak pertama kali kita bertemu sembilan tahun yang lalu. Saat itu hatiku sudah memilihmu", ucap Raya jujur.

__ADS_1


"Bagaimana dengan Sella. Dia pasti akan sakit hati nantinya"


"Tidak ada tempat untuk Sella dihatiku. Jiwa dan ragaku hanya milikmu, Ra. Hanya kamu yang pantas berada didalam hatiku"


Seperti terbang Rara mendengar ucapan itu. Begitu lembut dan syahdu terdengar ditelinganya.


"Tapi..", wajah Raya berubah sedih.


"Tapi apa, Pak?"


"Tapi kamu membenciku, bukan. Apa masih ada tempat di hatimu untuk ku"


"Apa bapak yakin dengan pilihan, Bapak?"


"Bapak sudah ada disini. Dihatiku. Sejak lama. Tapi aku tak berani. Terlalu tinggi untuk kegapai. Aku takut sakit nantinya. Terlebih aku tahu kalau bapak sudah bertunangan dengan Sella. Aku makin tidak berani menapaki lagi perasaan ini. Aku takut", jelas Rara


Sungguh jawaban yang diluar dugaan bagi Raya. Dia bahagia mendengarnya. Senyuman manis terukir diwajah lelaki tampan ini. Dia memeluk Rara lebih erat. Kali ini dia bertekat tak akan lagi melepaskan pujaan hatinya itu.


******


Hari semakin larut, mereka berdua masih asyik dengan kebersamaan mereka. Rasa nyaman kedua hati yang seirama itu membuat mereka lupa waktu.

__ADS_1


"Kamu sudah mengantuk, Ra?",tanya Raya


"Hmmm..."


"Tidurlah. Aku akan menjagamu. Tak usah khawatir"


Rara tersenyum. Dia memejamkan matanya. Bagai mimpi indah sebelum tidur itulah perasaannya saat ini. Rara makin terlelap dalam tidurnya. Raya meletakkan kepala Rara di bantal perlahan-lahan. Dia menarik selimut sampai menutupi bahu Rara, lalu dia tidur di atas sofa hingga pagi menjelang.


******


Matahari pagi menyelinap melewati celah jendela. Rara mengeliatkan tubuhnya, menarik napas panjangnya. Dia menoleh ke arah sofa, Raya sedang tertidur pulas diatasnya. Rara mengambilkan selimut dan menyelimuti tubuh gagah lelaki pujaannya.


Pelan-pelan dia membuka pintu lalu menutupnya kembali, memastikan Raya tetap tertidur dan tak terganggu dengan suara pintu. Dia menuju dapur, dan menyiapkan sesuatu untuk sarapan pagi mereka. Tangan-tangan trampil Rara dengan sigap membuat masakan yang lezat.


Semua sudah tersaji di meja makan saat Raya bangun dan menemuinya di dapur.


"Kelihatannya lezat. Kamu pandai sekali mamasak"


Rara hanya tersenyum.


"Cicipilah dulu, baru bapak komentar. Kalau nanti rasanya tidak enak pasti bapak akan kecewa"

__ADS_1


Raya menarik kursi yang ada dihadapannya. Rara mengambil piring dan mengisinya dengan nasi goreng hangat, dan ayam goreng tepung krispi. Tak lupa sambal goreng nya. Lalu dia meletakkan segelas susu hangat di dekat Raya.


******


__ADS_2