Menembus Batas Cinta

Menembus Batas Cinta
Dia Yang Ada Didalam Hati


__ADS_3

Sinar matahari yang masuk dari sela tirai jendela kamar sangat menyilaukan pandangan mata Rara. Perlahan-lahan iya mengerjap-ngerjapkan matanya. Mencoba mengamati sekelilingnya. Dia mencoba bangun dari tidurnya. Perlahan duduk dan menyandarkan tubuhnya dikepala tempat tidur.


"Dimana ini?!" batinnya.


Kamar yang sangat besar dengan interior yang sangat mewah, bersih dan juga harum. Tempat tidur besar dan empuk membuatnya sangat nyaman berbaring diatasnya.


Tok ... tok ...


Cekreeeeekkk ...


Seorang pelayan datang membawakannya sarapan.


"Maaf, saya ada dimana ini?" tanya Rara pada pelayan wanita itu.


"Nona, sudah sadar? Nona ada dirumah pribadinya Tuan Muda Raya Aditama," jawab pelayan sopan.


"Pak Raya?" Rara mengerutkan kedua alisnya.


"Iya, Non"


"Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku bisa disini?"

__ADS_1


"Semalam Nona terluka dan tak sadarkan diri. Tuan muda membawa Nona kesini. Lalu kami disuruh menggantikan pakaian dan mengobati Nona. Kami diminta melayani Nona dengan baik," papar pelayan itu lagi.


"Dimana Pak Raya?"


"Dia sedang pergi Nona. Silakan dimakan sarapannya. Pakaian ganti Nona sudah saya letakkan diatas sofa. Jika membutuhkan sesuatu silakan panggil kami. Saya permisi, Nona."


Pelayan itu menutup pintunya dengan sangat hati-hati. Rara mengeser posisi duduknya. Dia mendekat kearah meja, lalu mengambil baki berisi semangkuk bubur hangat dan segelas susu.


Perutnya merasa lebih baik setelah menyantap makanan hangat itu. Dalam waktu sejejab sarapan pagi itu sudah dilahapnya dengan cepat. Dan dia tidak lagi merasakan nyeri di wajah ya.


Setelah merasa lebih baik Rara mengambil pakaian ganti yang disiapkan, serta selembar baju mandi yang ada disebelahnya. Dia menuju sisi kiri ruangan. Membuka pintu sebelah kiri dan menguncinya. Kamar mandi yang cukup luas. Bathtub yang mewah serta shower yang indah menghiasi kamar mandi itu. Rara memutar tombol air hangat, dari ujung shower air hangat mengalir membasahi seluruh tubuh ya.


"Segar sekali. Sungguh nyaman"


"Alangkah bodohnya kamu, Rara. Begitu mudahnya kamu terjebak oleh kekonyolan murahan seperti ini."


Seringai sinis terukir dari senyuman yang ada dibirnya. Rara benar-benar menyesal atas apa yang terjadi padanya malam itu. Andai saja Pak Raya tidak datang menolong nya, mungkin sesuatu yang buruk akan menjadi penyesalannya seumur hidup.


******


"Kamu baik-baik saja, Ra?" tanya Raya saat melihatnya keluar dari wardrobe.

__ADS_1


"Iya. Aku baik-baik saja," jawab Rara.


Raya mendekat. Tangannya menyentuh pipi Rara, meyakinkan bahwa tidak ada luka yang membekas diwajah perempuan itu. Rara merasa kikuk, canggung dan bingung harus berbuat apa. Dia membiarkan saja Raya mengusap lembut pipinya. Nafasnya merasa sesak, degub jantungnya makin terasa lebih kencang dari biasanya.


"Ya, Tuhan... Ada apa ini?" batin Rara.


Sungguh baru kali ini Rara merasakan getaran yang begitu hebat dalam dirinya. Seperti ada sebuah sihir aneh yang membungkus jiwanya. Bertahun-tahun ia mengenal Raya Aditama, baru kali ini dia merasakan apa yang dia rasakan saat ini.


Raya pun tak melepaskan pandangannya dari wajah Rara, tatapannya lembut. Jauh menembus lubuk hati Rara yang terdalam. Tangan Raya membelai rambut indah perempuan yang ada dihadapannya dengan begitu lembut, penuh kasih sayang.


"Seandainya kamu adalah milikku, Ra. Sudah ku peluk kamu dalam dadaku. Tak akan aku lepaskan lagi kau dari sisiku. Perempuanku," ucap Raya dalam hati.


Kali ini sepasang manusia berbeda jenis itu hanya diam saling bertatapan mata. Hanya mata dan hati mereka yang saling bicara.


Tok ... tok ...


Cekreeeeekkk


"Maaf Tuan Muda, ada hal penting yang ingin saya sampaikan pada, Anda." Hans datang memecah suasana romansa mereka.


"Baiklah, kita keruang kerjaku." Raya keluar dari kamar menuju ruang kerjanya.

__ADS_1


Hans mengikuti tuan mudanya menuju ruang kerja. Lalu mereka berdua berbicara sesuatu yang serius dan sangat rahasia. Ruang kerja itu kedap suara dan terpasang sisi tivi di depan pintu masuknya. Sebuah ruang privasi Raya Aditama.


******


__ADS_2