
"Kak, aku pergi kekampus dulu ya. Ada janji dengan dosen pembimbing siang ini?",ucap Rara
"Ya, sayang. Nanti Hans aku suruh mengantarmu",jawab Raya
"Tidak usah, Kak. Bukankah dia ada pekerjaan penting bersama mu hari ini di kantor. Aku naik taxi online saja"
"Apa!!!?",Raya terkejut
Raya meletakkan jas yang hendak dipakainya. Dia mendekat ke arah istrinya. Dia menarik pinggang Rara sehingga tubuh mereka mendekat, Raya mendekatkan bibirnya kedekat telinga Rara, sehingga istrinya itu bergidik geli.
"Kami jangan menjatuhkan nama suami mu, sayang. Masa iya, istri Raya Aditama harus kekampus naik taxi online. Kamu nakal sekali. Kamu mau membuat suamimu ini malu ya",bisik Raya
Raya makin mendekap istrinya, dia tak memberi kesempatan Rara mengindari kecupan lembutnya di lehernya.
"Kak .. ",panggil Rara
"Hmmm..."
"Nanti kamu terlambat meeting pagi ini"
"Aku tak perduli", Raya masih melakukan hal yang sama pada istrinya.
Rara memegang wajah suaminya dengan kedua telapak tangannya lalu merangkulkan kedua lengannya pada leher suaminya.
"Lalu aku harus bagaimana, Kak?",tanya Rara manja
__ADS_1
"Aku akan belikan kamu mobil, nanti Hans yang mengurusnya. Juga sopir nya. Jadi kamu mudah jika harus bolak-balik kampus atau saat manggung nantinya",jawab Rara
"Apa harus seperti itu, Kak?"
"Harus. Aku tak mau wajah cantikmu rusak terkena matahari. Jadi kamu tak boleh menolaknya. Apa kamu paham, sayang?"
Rara tersenyum. Memang suaminya ini terlalu protektif pada dirinya.
"Terserah, Kak Raya saja"
******
Benar saja sebelum Rara berangkat kekampus, sebuah mobil baru beserta supirnya datang menjemput Rara. Mobil itu atas nama Rara Pratiwi. Fasilitas mewah dari suaminya tersayang.
"Ya, sayang", balas singkat Raya pada pesan WhatsApp nya.
Rara bisa sampai dikampus dengan tepat waktu dan lelusa jika hendak bepergian. Hari ini dia ada jadwal menemui dosen pembimbingnya untuk ACC jadwal kompre nya. Lagi, diantara mereka Rara dan Harry lah yang paling cepat menyelesaikan kuliahnya. Harry sudah mengantongi tiket spesialis kedokteran di luar negeri. Rara belum memutuskannya. Namun dia sudah merasa bahagia dengan hidupnya sejauh ini.
******
(Studio Televisi - Glasi Resik)
"Mbak Rara, kita akan gladi resik satu jam lagi. Silakan Mbak Rara bersiap-siap", ucap kru televisi.
Dia menjadi pengisi acara dan nominasi dalam malam anugrah musik nasional malam ini. Acara akan dimulai pukul tujuh tepat.
__ADS_1
"Hi, Ra ... ",sapa Joe yang juga menjadi pengisi acara malam itu
"Joe? Bagaimana kabarmu? Lama kita tidak bertemu?"
"Kabarku baik, Ra. Oiya, selamat atas nominasi malam ini. Aku berharap kamu bisa menang",ucap Joe
"Aamiin. Terima Kasih doanya Joe"
"Aku senang kita bisa berduet lagi malam ini"
Rara tidak banyak komentar dia hanya menjawabnya dengan senyuman.
******
(Studio Televisi - Acara Anugrah Musik)
Duet antara Rara dan Joe masih menjadi fenomena menarik bagi para penikmat musik dan para penggemar mereka berdua. Raya berusaha menahan diri melihat kemesraan mereka berdua diatas panggung. Dia hanya diam sepanjang acara berlangsung.
Dan saat nominasi dibacakan, nama Rara Pratiwi keluar sebagai Penyanyi Favorit. Raya sebagai direktur utama naik keatas panggung memberikan plakat pada pemenang.
"Selamat sayang",bisiknya saat menyerahkan plakat juara pada istrinya diatas panggung.
Rara hanya tersenyum mendengarnya. Joe menghampirinya mengucapkan selamat pada Rara. Raya melihat hal itu. Lagi, dia mencoba mengontrol hatinya. Jika lebih dari ini dia akan terima akibatnya, batin Raya.
******
__ADS_1