Menembus Batas Cinta

Menembus Batas Cinta
Penemuan Rahasia Masa Lalu


__ADS_3

Besok malamnya Benny pergi menuju Siberia. Mencari Ernest Van Hoeberg ayah kandung Rara. Rara menginap beberapa hari disana bersama bibi Josie dan Rio.


"Bibi Josie..."


"Ya"


"Ada yang bisa aku bantu?"


"Maaf nih merepotkanmu, bisa kau tolong membersihkan gudang belakang. Aku sedang membereskan agar terlihat sedikit rapi"


"Baiklah, Bi"


"Ngomong-ngomong kamu tidak ada jadwal hari ini?"


"Tidak Bi, besok pagi aku ada Offair di kota dan sorenya aku ada kuliah tambahan. Hari ini bisa bersantai sebentar"


"Waduh, bibi jadi tak enak nih. Mempekerjakan artis besar untuk beberes rumah ... "


"Apasih, Bi. Jangan merendah ah. Pamor bibi yang tak oernah hilang. Aku harus banyak belajar dari bibi"


Josie hanya tersenyum kecil. Dia lalu larut dalam kesibukkannya di gudang belakang. Josie Hendrawan adalah aktris besar dimasanya, bintang layar lebar top yang punya penggemar di seluruh negeri bahkan sampai luar negeri. Dia memulai debutnya sejak SMP. Dan dia menarik diri dari dunia keartisan sejak menikah dengan Benny Hendrawan di usianya yang baru 25 tahun. Disaat puncak popularitasnya.


Dan sekarang sepertinya keponakannya tersayang mengikuti jejaknya. Walaupun dia di dunia tarik suara namun nama besar Rara tidak bisa di anggap remeh.


"Bi ...", panggil Rara

__ADS_1


"Hmmm..."


"Bagaimana perasaan bibi dulu saat paman Benny melamar bibi?"


"Hmm.... Anak nakal. Kamu mau mengodaku nya?!"


Hahahahah....


Rara tertawa.


"Bukan itu maksud, Rara, Bi"


"Bagaimana dengan pangeran pujaanmu? Apa dia benar-benar serius dengan hubungan kalian? Aku dengar cerita nya dari Rio. Bibi ikit senang, sayang. Semoga dia jadi yang pertama dan terakhir buatmu", ucap Josie


"Terima kasih, Bi"


Dia mengambil sebuah kursi dan menyusun kotak-kotak tua yang ada disitu. Lalu memisahkan barang-barang yang rusak dan tak bermanfaat lagi. Tiba-tiba perhatiannya tertuju pada sebuah koper tua dibalik lemari. Koper tua besar berwarna coklat iti tertutup debu yang sangat tebal. Rara membersihkan debu yang menutupinya.


Koper tua itu unik, sepertinya buatan luar negeri. Iseng melihat bentuk nya yang unik, Rara mencoba membukanya. Karat yang menumpuk pada kuncinya agak membuat Rara kesulitan membukanya, namun klik... koper itu terbuka.


Berkas-berkas tua yang berusia lebih tua dari nya, buku-buku berbahasa Belanda lalu sebuah album foto tua. Dia sangat tertarik melihat album foto itu, ini mungkin milik paman Benny, fikirnya.


Satu persatu lembaran album itu dilihatnya, diamatinya, tidak ada satupun yang dia kenal. Poto seorang anak laki-laki yang duduk dikursi roda, lalu ada juga seorang anak laki-laki lain yang sepertinya lebih muda berada di sebelahnya. Mata keduanya kebiruan. Kulit nya pucat, seperti orang asing. Beberapa foto wanita bule berambut coklat bersama kedua anak laki-laki tadi.


"Siapa mereka?", gumam Rara.

__ADS_1


Dibagian belakang album itu ada sebuah poto yang agak sedikit baru dan dibelainya tertulis kata-kata berbahasa Belanda.


"Mijn lieve kinderen, Russell en Dave. Van Ernest Van Hoeberg en Eliza Van Hoeberg"


Rara memperhatikan apa yang tertulis disana. Tapi dia tertarik melihat nya. Dia mengamati dengan cermat, itu adalah foto kedua anak tadi, seorang laki-laki dewasa dan perempuan berkulit lebih gelap. Mata Rara membelalak melihat wajah wanita itu.


"Emak ...!!!", serunya.


Rara menyimpan foto itu didalam saku bajunya. Dia merapikan lagi koper itu dan mempercepat pekerjaannya sebelum Bibi Josie datang.


******


Dalam kamarnya Rara mengambil ponsel didalam tasnya. Dia membuka aplikasi penerjemah otomatis dari ponselnya. Mencari tahu apa maksud tulisan itu. Maklum bahasa Belanda nya tidak begitu bagus. Dan ...


"Anak-anakku terkasih, Russell dan Dave. Dari Ernest Van Hoeberg dan Eliza Hoeberg"


Begitulah hasil terjemahan aplikasi yang dia buka.


"Anak?"


"Anak siapa? Apa maksud nya ini? Eliza. Nama emak memang Eliza, Eliza Husein. Ya, Tuhan.. ini bukan guyonan bukan"


"Aku harus mencari tahu kebenaran ini!!"


Rara mencari tahu data diri Ernest Van Hoeberg dari seorang temannya yang bekerja dikedutaan Belanda. Dan hasil yang dia dapat sungguh mengejutkan. Berkas-berkas itu dikirimkan lewat email ke ponsel Rara.

__ADS_1


Gematar seluruh tubuhnya mebaca scaning berkas yang diterimanya itu. Tak terasa air mata nya mengalis. Isak tangisnya tak terbendung lagi.


******


__ADS_2