Menembus Batas Cinta

Menembus Batas Cinta
Farewell Party


__ADS_3

Semua siswa sudah berkumpul di aula gedung pertemuan Golden Hotel di pusat kota, semua siswa putri memakai gaun yang cantik-cantik sedangkan siswa putra nya memakai setelan jas. Rara pun sudah berada di tempat acara sejak setengah jam yang lalu. Dia berkumpul bersama-sama teman sekelasnya.


"Rara ..."


Rara menengok ke arah sumber suara.


"Joe ..."


"Dari tadi aku mencari-cari kamu. Rupanya kamu ada disini"


"Iya, kelas kita memang kumpul disini, Joe."


"Kamu cantik sekali malam ini, Ra."


"Ah, kamu bisa saja. Terima kasih."


Rara dan Joe didaulat untuk membawakan sebuah lagu pada acara perpisahan sekolah mereka malem itu. Joe senang sekali bisa kembali satu panggung dengan Rara. Mereka menyanyikan lagu duet mereka, dengan penuh chemistry.


Semua orang yang mendengarkan pasti menyetujui bahwa merekalah pangeran dan putri pop negeri. Selain suara nya yang bagus, wajah mereka juga cantik dan tampan, kedekatan mereka pun banyak membuat lelaki dan perempuan patah hati.


Bak sepasang kekasih mereka sering terlihat menghabiskan waktu berdua.


"Acara yang sangat meriah ya, aku senang sekali," ucap Rara.


"Aku lebih senang karena bisa satu panggung lagi dengan mu, Ra. Kualitas vocalmu makin bagus. Aku senang melihatnya," puji Joe.


"Kamu berlebihan, Joe. Kamu yang makin bersinar. Bahkan sampai show ke negara tetangga. Hebat kamu, Joe"


"Bisa saja kamu, Ra. Kamu ga pernah berubah ya. Selalu rendah hati. Aku suka sikap mu yang seperti itu"

__ADS_1


"Wah ... Wah... Hari ini kamu terlalu banyak memuji ku, Joe. Malu aku jadinya"


"Oiya, ngomong-ngomong, selamat ya. Acara radio mu sukses. Banyak di gemari dikalangan remaja. Aku berharap kamu bisa masuk dunia televisi lagi"


"Aku juga berharap begitu, Joe. Tapi biarlah semua mengalir apa adanya"


Joe mengangukkan kepalanya, menyetujui pernyataan sahabatnya itu. Mereka menghabiskan waktunya bersama teman seangkatan mereka. Rara ingin menikmati masa-masa bersama teman sekolahnya untuk terakhir kali dalam almamater SMA.


******


Pukul sebelas malam acara baru selesai. Rara menuju lobi hotel seorang diri, dia menolak ajakan Joe yang ingin mengantarkannya pulang. Dia bermaksud memesan taxi online.


Tiba-tiba sebuah mobil berhenti di hadapannya. Rara mundur beberapa langkah. Dia masih trauma dengan kejadian sebelumnya.


"Selamat malam, Nona Rara?"


"Kamu? Bagaimana bisa tahu aku ada disini?"


Woow, satu buket mawar merah beserta kartu ucapannya.


"Selamat atas kelulusan mu, semoga ilmu yang kami dapatkan bisa bermanfaat untuk masa depanmu"


"Tuan menanyakan bagaimana langkah anda selanjutnya. Apakah anda akan meneruskan pendidikan anda ke bangku kuliah atau akan berkarir lagi didunia hiburan"


"Aku belum memikirkannya dengan serius, tapi aku rasa aku akan mencoba lagi keberuntungan ku didunia tarik suara. Semoga ada jalan yang terbaik"


"Baik. Akan saya sampaikan pada tuan muda"


"Sampaikan salamku serta rasa terima kasihku padanya atas segala kebaikannya selama ini. Aku tak tahu bagaimana cara aku membalas kebaikannya"

__ADS_1


"Baik, Nona. Akan saya sampaikan pesan anda. Silakan naik ke mobil. Saya akan mengantar anda sampai ke apartemen anda"


Rara tersenyum, utusan itu membukakan pintu mobil untuk Rara. Lalu mobil itu meluncur menuju apartemen Rara. Si Utusan Tuan Misterius itu mengantarnya sampai kedepan pintu kamar apartemen nya. Setelah itu dia memberi hormat dan berpamitan.


*****


Rara sudah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian. Sudah lewat pukul dua belas malam. Tapi matanya belum merasa mengantuk. Mungkin dia terlalu merasa sangat bahagia malam ini.


Drr....drrr...


Dering handphone terdengar dari arah meja di pojok tempat tidur. Rara bangun dan meraih ponselnya. Sebuah pesan WhatsApp masuk.


"Kak Rio?! Tumben. Ada apa ya?!"


Rara membuka pesan WhatsApp itu.


"Malam sayangku, sudah sampai dirumah? Bagaimana pestanya?"


"Malam kakakku sayang. Aku baru sampai. Pesta perpisahan nya sangaaaat menyenangkan. Aku bahagiaaaaa... Sekali"


"Kak Rio senang mendengarnya. Kalau kamu besok ada waktu, kita ketemu di Ritz Kafe. Bagaimana?"


"Boleh. Besok siang aku kosong. Sore aku ada jadwal siaran. Kalau mau sebelum jadwal siaran kita bisa ketemu, Kak"


"Oke. Deal. Ritz Kafe pukul sebelas"


"Siaaappp... Kakak!!!"


"Have a nice dream, my dear"

__ADS_1


******


__ADS_2