
Rapat dewan direksi PT Internasional Green Wold Grup dimulai tepat waktu. Grup perusahaan yang bekerja dalam bidang ekportir dan pengolahan hasil perkebunan teh dan kakao. Tiga perusahaan besar yang menjadi satu. Salah satunya adalah PT Green Leaf perkebunan teh terbesar di barat kota. Perusahaan itu dulu di dirikan oleh Deman Hoeberg kakek buyut Rara. Setelah anaknya meninggal dunia, Stave Hoeberg, kakek kandung Rara meninggal, perusahaan dipegang oleh Ernest Hoeberg. Namun saat Ernest pergi, Benny Hendrawan mengambil alih kepemimpinannya.
Saat ini Benny menganggap Rara sudah layak menjadi penerus perusahaan keluarga menggantikan posisi ayahnya yang entah kemana. Siap tidak siap mau tidak mau Rara harus memegang amanah itu. Namanya masih tertulis dalam surat warisan keluarga Hoeberg. Untuk itulah Benny meminta Rara melanjutkan kuliahnya, dia dipersiapkan untuk menjadi seorang pemimpin perusahaan kelak.
"Saya minta kerjasama dari semua divisi untuk membantu CEO baru kita dalam memajukan perusahaan terutama PT Green Leaf Company (GLC) Dan tidak lupa juga untuk memperbesar dan memperlebar sayap PT Internasional Green World Grup sebagai induk dari tiga perusahaan ini", ucap Rio lantang pada dewan direksi.
Semua memberi ucapan selamat pada Starla Hoeberg, sebagai pimpinan tertinggi PT GLC. Dalam perusahaan Rara memakai nama Starla Hoeberg bukan Rara Pratiwi si artis papan atas.
"Mohon kerjasama dari semua devisi dalam membantu saya memajukan perusahaan ini", ucap Rara pada akhir pidato perdananya di depan dewan direksi.
Semua orang yang hadir bertepuk tangan menyambut gembira CEO baru diperusahaan mereka. Rara saat ini harus membagi waktunya untuk suami, perusahaan dan pekerjaannya sebagai penyanyi terkenal. Seperti seorang yang memakai tiga topeng dalam kehidupannya.
******
Rara masih berada diruangannya. Memperhatikan layar ponselnya. Sesungguhnya hatinya merasa tidak tenang sebelum mengetahui kabar dari suaminya.
Drrr... Drrr...
Sebuah pesan WhatsApp, dia berharap itu adalah kabar dari suaminya.
__ADS_1
Klik ... Rara menekan aplikasi WhatsApp nya. Membuka isi pesannya.
"Mohon maaf nyonya, tuan sedang dalam perjalanan bisnisnya untuk beberapa hari kedepan, jadi beliau belum sempat mengabari anda"
Pesan dari Hans.
"Baiklah. Sampaikan padanya untuk jaga kesehatan dan jaga diri baik-baik. Terima kasih, Hans"
"Baik, Nyonya. Nanti akan saya sampaikan"
Rara merasa sedikit lega, mendengarnya. Artinya suaminya dalam keadaan baik-baik saja. Dia kembali larut dalam kesibukan barunya. Dia belajar menjadi seorang yang bertopeng tiga. Rio sudah sejak lama mempersiapkan Rara baik secara mental ataupun kesiapan teknis menjadi seorang pimpinan perusahaan. Rio sangat yakin adiknya bisa melakukan hal itu.
"Apa kamu gugup, sayang?", tanya Rio.
Hahahahaha...
"Kamu bisa belajar dari suamimu nanti"
Rara hanya tersenyum.
__ADS_1
"Kalian baik-baik saja?",tanya Rio
"Eeh..."
Rio mendekato adiknya.
"Kenapa diam. Kak Rio tanya apa hubungan kalian baik-baik saja? Aku melihat beberapa kali kamu memperhatikan layar ponsel dengan wajah cemas", jelas Rio
"Kak Rio ini jeli sekali. Aku dan Kak Raya baik-baik saja. Hanya saja sejak berangkat tadi pagi Kak Raya belum bisa dihubungi"
"Kemana suamimu pergi?"
"Kak Raya ada urusan bisnis di luar negeri, jadi dalam beberapa hari ini dia tidak pulang. Aku hanya khawatir saja karena dia belum mengabariku. Tapi barusan aku sudah menerima kabar darinya, Kak"
"Baguslah kalau begitu. Mungkin dia sedang dalam rapat penting jadi tak sempat memberi tahu mu. Kamu harus mengerti dia"
"Iya, Kak. Terima kasih atas semua nya"
"Kamu merindukan nya?"
__ADS_1
Rara menoleh ke arah Rio lalu mengangukkan kepala malu-malu. Rio tersenyum dan mengusap kepala adik perempuannya itu. Mencoba sedikit menenangkan hati adiknya yang sedang cemas.
******