Menembus Batas Cinta

Menembus Batas Cinta
Hati Yang Tak Terkendali


__ADS_3

Separuh sadar Rara merasa ada seseorang yang membopong tubuhnya. Lalu di baringkan di atas tempat tidur. Kepalanya masih terasa sangat pusing. Dia merasa ada seseorang yang menggerayangi tubuhnya melepas kancing-kancing bajunya Samar-samar ia melihat Johan yang sudah bertelanjang dada berdiri diatas tubuhnya.


Dengan sisa kekuatan yang ada Rara berusaha meronta dan berontak, melepaskan cengkraman tangan Johan yang begitu kuat memegang kedua lengannya.


Braaak ...


Dia mendorong Johan hingga terjatuh kelantai. Kesal diperlakukan seperti itu, Johan makin menggila. Dia makin beringas seperti seekor harimau yang hendak menerkam mangsanya. Rara berusaha lari, namun tangan Johan menarik bajunya dan sobek. Rara tersungkur di bawah meja. Mulutnya mengeluarkan darah segar. Luka memar akibat terbentur pinggiran meja membekas di wajah cantiknya.


Melihat lawannya yang kehilangan kekuatan, Johan semakin merasa menang. Kembali dia melakukan serangan. Namu tiba-tiba seseorang menarik tanganya dan menghujaninya dengan pukulan dan tendangan.


Orang itu tak memberikan kesempatan untuk Johan berdiri. Lagi-lagi dia dihadiahi pukulan dan tendangan yang bertubi-tubi. Hingga akhirnya dia lebam tak berdaya dibuatnya.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya orang itu pada Rara.

__ADS_1


Rara terkejut mendengar suara itu. Dia sangat kenal dengan suara itu. Tapi ruangan yang temaram serta rasa ngilu di wajahnya membuat penglihatannya berkunang-kunang.


Klik ...


Sekejap mata ruangan itu menjadi terang-benderang.


"Pak Raya," gumamnya dalam hati


Raya mendekati Rara, dia melepas jasnya dan menutupi tubuh bagian atas Rara yang nyaris tak berbaju lagi. Raya memegang ujung bibir Rara yang terluka. Ada semburat rasa sakit diujung hatinya melihat perempuan yang disayanginya terluka.


Raya membuka pintu mobil dan membopong Rara yang tak sadarkan diri ke lantai atas. Membuka sebuah kamar dan membaringkannya diatas sebuah tempat tidur. Raya memanggil semua pelayannya untuk mengobati Rara dan menyuruh pelayan perempuannya mengantikan pakaiannya.


Seisi rumah itu menjadi heboh dengan perintah tuan muda nya yang harus segera dituruti. Raya yang panik tak bisa mengendalikan hatinya yang gusar tentang keadaan Raya. Dokter pribadi keluarga pun segera memeriksa kondisi Rara.

__ADS_1


******


"Ingat! Aku tak mau ada kata gagal. Habisi semua orang itu beserta anak buah yang ada dibelakang nya. Perempuan iblis itu pun harus merasakan akibatnya. Lakukan tanpa gagal, Hans!!!" titah Raya.


"Baik, Pak!" jawab Hans.


"Ingat, Hans. Jika kejadian ini tercium wartawan, Jangan sebut-sebut nama Rara dalam hal ini. Aku tak mau namanya jelek dimata publik"


"Baik, Pak!"


Dengan sigap Hans mengerahkan orang-orang untuk meringkuk Johan dan komplotannya. Dan juga Shina yang menjebak Rara. Tak lama polisi meringkus mereka semua. Tentu saja dengan bukti dan pengaruh yang dimiliki oleh seorang Raya Aditama, segala sesuatunya berjalan mudah. Dalam waktu singkat Johan dan Shina beserta komplotannya mendekam dalam dinginnya tembok penjara.


Dan pemberitaan tentang Rara yang berada dikamar hotel bersama seorang laki-laki diredam, tak terekspose oleh media. Dengan demikian nama baik Rara tetap terjaga dimata publik.

__ADS_1


Demi Rara, Raya rela melakukan apa saja asalkan perempuan yang paling disayanginya tidak terluka dan bersedih hati. Dia tak ingin pemberitaan itu membuat Rara makin terpuruk jiwanya. Dia ingin tetap melihat senyum perempuan cantik itu walaupun dari kejauhan.


******


__ADS_2