Menembus Batas Cinta

Menembus Batas Cinta
Perjodohan Si Tuan Muda


__ADS_3

Suasana hati Raya Aditama saat ini tidak menentu, dia berdiam diri seharian di ruang kerja nya. Hans tau pasti jika tuan mudanya sedang seperti ini, lebih baik jangan di ganggu. Hans hanya berdiri mematung di pintu depan ruang kerja tuan mudanya.


"Papi, tidak mau tahu kamu harus menerima Sella sebagai calon istrimu. Dia adalah gadis yang baik. Dari keluarga baik-baik dan terpandang. Jika kamu menikah dengan nya, kita bisa mengembangkan perusahaan kita. Ini sama saja sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui"


"Tapi, Pi. Aku tidak mencintai Sella"


"Tidak perlu itu cinta. Yang perlu kamu itu setuju menikah dengannya. Dia calon yang pantas untukmu"


"Calon yang pantas untukku? Itu menurut Papi, tidak menurut ku"


"Tidak ada kata tidak! Ingat itu Raya!"


Perdebatan semalam itu masih terngiang-ngiang di telinga Raya. Membuat mood nya hari ini jadi buruk.


Dia sama sekali tidak ingin menikah dengan perempuan pilihan Papinya. Bagi Raya hanya ada seorang wanita di hatinya. Rara Pratiwi.


Namun jika dia mengatakan hal itu pada Papinya, sudah pasti Papi nya akan menolaknya. Rara adalah seorang artis dan usianya terpaut dua puluh tahun lebih muda darinya. Dia juga bukan dari kalangan orang yang berada. Banyak sekali batasan-batasan diantara mereka.


******


Tok... Tok...


Cekreeeeekkk ...


"Maaf, Tuan Muda. Nona Sella datang menemui anda"

__ADS_1


"Sella?"


"Iya, Tuan"


"Mau apa dia kesini?!"


Belum sempat Hans menjawab pertanyaan Tuan Mudanya, sesorang menerobos masuk kedalam ruang kerja Raya.


"Hai, Raya. Aku tak mengganggu mu, bukan?!"


"Sella"


"Aku ingin bertemu denganmu, Raya. Ada hal yang harus kita bicarakan"


Raya memandang pada Hans. Hans segera keluar dan menutup pintunya.


"Ah, kamu ini bicaranya formil sekali. Seperti orang lain saja. Kitakan sudah lama kenal dan kita nantinya akan menikah?"


"Apa?!! Menikah?!"


"Iya, apakah Papi mu belum menceritakan tentang rencana perjodohan kita?"


"Aku tidak berminat menikah dengan mu, Sella?"


"Kenapa? Bukan kah ini sudah jadi keputusan kedua keluarga kita?!"

__ADS_1


"Aku tak perduli"


"Kamu sudah punya perempuan lain?"


"Aku tidak mencintaimu, Sella"


"Tapi aku sangat mencintaimu, Raya. Kita akan menikah. Dan pasti setelah itu kamu akan mencintaiku. Percayalah, Raya"


Raya mudur beberapa langkah, namun Sella lebih dahulu memeluknya. Raya berusaha melepaskan pelukan itu, tapi pelukan Sella makin erat lagi memeluknya.


******


Raya melepaskan pelukan Sella dengan paksa. Dia keluar ruangan dengan wajah merah padam. Dia menuju bagasi mobil, dengan cepat dia menaiki mobilnya dan pergi meninggalkan rumah nya.


"Perempuan macam apa dia itu. Baraninya dia menyentuh tubuhku"


Sepanjang jalan dia memaki perempuan sexy yang tadi datang menemuinya. Bagi Raya, Sella tak lebih dari perempuan high class yang mementingkan kecantikan dan gaya hidup mewah dibandingkan dengan apapun didunia ini. Dan dia yakin, perempuan semacam Sella sudah puas tidur dengan berbagai laki-laki yang disukainya.


"Dia bukan tipeku. Dia tak pantas untuk dijadikan istri"


"Dia hanya seperti wanita penghibur yang kerjanya hanya bersenang-senang. Aku sama sekali tak tertarik padanya"


"Bagiku tak ada perempuan yang sempurna didunia ini selain Rara. Dialah perempuan yang paling aku cintai"


Raya melarikan mobil sport nya tanpa tau arah tujuan. Dia hanya ingin menenangkan pikirannya dari masalah perjodohan yang memuakkan itu.

__ADS_1


******


__ADS_2