Menembus Batas Cinta

Menembus Batas Cinta
Mulai Dari Nol


__ADS_3

Drrr.... Drrrr..... Drrrr...


Dering handphone Rara berbunyi, separuh mengantuk Rara menggeser tombol hijau nya. Masih pukul emam pagi. Matahari baru menduduki tahta nya.


"Halo..."


"Halo, selamat pagi. Apa saya bicara dengan Mbak Rara Pratiwi?"


"Selamat pagi. Saya Rara. Dengan siapa saya berbicara?"


"Maaf mengganggu waktu istirahat nya, Mbak Rara. Saya Yuni dari stasiun Radio Remaja, saya mau konfirmasi apakah Mbak Rara bersedia menjadi salah satu penyiar tamu kami untuk acara musik remaja mbak?"


Mata Rara membelalak kaget, sudah empat bulan sejak peristiwa itu terjadi, Rara tidak mendapatkan job sama sekali. Tawaran ini sangat menantang baginya.


"Oiya, ini acara music ber-genre remaja Mbak?"


"Benar sekali Mbak Rara, sasaran siar nya adalah remaja dalam acara tersebut juga di sisipkan info dan tips-tips seputar dunia remaja. Saya harap Mbak Rara bersedia menjadi penyiar tamu kami."


"Oke, baiklah. Saya bersedia Mbak. Teknis pelaksanaannya bagaimana?"


"Terima kasih, mbak Rara mau membantu kami. Untuk lebih jelasnya, nanti saya akan mampir meberikan penjelasan lebih detailnya pada mbak Rara."


"Baiklah saya tunggu."


Akhirnya aku dapat pekerjaan, batin Rara. Peristiwa yang terjadi terakhir kemarin membuat nama baik dan pamor nya turun di masyarakat. Namun Rara tetap optimis.

__ADS_1


******


Ruang kerjanya Si Tuan Misterius sedang berbicara empat mata dengan sang ajudan. Biasanya jika pembicaraan itu tentang Rara Pratiwi sangat di rahasiakan


"Selamat Pagi, Tuan," sapa Sang Utusan


"Ada perkembangan apa?" tanya Tuan Misterius


"Radio remaja sudah menghubungi Nona Rara, sepertinya beliau menerima tawaran tersebut, Tuan."


"Kerja yang bagus, pantau terus perkembangannya."


"Baik, Tuan."


"Terima kasih."


"Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk membantu mu, Ra. Aku harap kamu bisa bangkit lagi dari masa-masa surammu. Bersinarlah lagi. Karena dari semua bintang di langit, hanya bintang mu lah yang paling bercahaya."


"Sejak pertemuan pertama kita, kamu sudah mencurinya. Dan tak pernah mengembalikannya padaku. Ya,.. kamu yang telah mencuri hati ku, Ra."


"Sampai kapan pun rasa itu tak akan pernah hilang. Walaupun hanya dengan cara inilah aku menunjukkan rasa sayangku padamu. Tapi aku benar-benar bahagia melihat dirimu bahagia. "


******


Pukul sepuluh siang staf Radio Remaja sudah berada di apartemen Rara. Sesuai dengan perjanjian sebelumnya, mereka meminta Rara menjadi penyiar tamu diacara Tangga Lagu Remaja. Rara menyetujui pekerjaan itu, selain waktunya sore hari sepulang dia sekolah, juga tidak terlalu banyak memakan waktunya.

__ADS_1


"Kami mengucapkan terima kasih, atas kerjasama mbk Rara dengan Radio kami."


"Sama-sama Mbak, saya juga berterima kasih di beri kesempatan untuk menambah pengalaman di bidang penyiaran radio."


Setelah berpamitan kru radio meninggalkan kamar apartemen Rara dengan wajah puas. Jadwal siarannya hanya dua kali seminggu. Tapi Rara cukup menikmati pekerjaan barunya itu.


******


Drrrr.... drrrr...


"Selamat siang, Tuan"


"Ada kabar apa?"


"Saya barusan mengamati apartemen Nona Rara, baru saja kru Radio Remaja keluar dari apartemen beliau. Nona Rara menyetujui kontrak kerja dengan Radio Remaja itu, Tuan"


"Bagus sekali. Jadi kapan dia mulai siaran?"


"Minggu depan, Tuan. Jadwalnya seminggu dua kali setiap hari Rabu dan Jumat sore. Dengan durasi dua jam"


"Bagaimana porsi pembagian gajinya, apakah layak untuknya"


"Mereka memberi jauh di atas standar penyiar pemula, Tuan. Anda tak perlu khawatir"


"Baiklah, kerja yang bagus. Terima kasih"

__ADS_1


******


__ADS_2